Beranda Match Pertandingan Memori: Debut Gol Sunarto Di Indonesia Super League

Memori: Debut Gol Sunarto Di Indonesia Super League

Sunarto, pemain asli Malang 18 Mei 1990. Tidak banyak orang Indonesia yang mengenal namanya meski sebenarnya dia menjadi bagian skuat Arema saat menjadi juara Indonesia Super League 2009/2010. Di tahun itu, dirinya juga pernah membuat gol melawan PS Mojokerto Putra di Piala Indonesia. Barangkali karena laga itu tidak disiarkan, nama Sunarto hanya terkenal di koran Malang saja.

Namun, perlahan sinar terangnya mulai ada saat dia menginjak tahun kedua di Arema di Indonesia Super League 2010/2011. Suatu ketika, Arema bertarung melawan Sriwijaya FC, Rabu 26 Januari 2011. Sunarto dipercaya masuk di babak kedua menggantikan Leonard Tupamahu untuk membuat sistem formasi Arema bekerja dengan pola 3-4-3.

Di awal babak Arema langsung menyengat, tepatnya di menit ke-49 melalui pergerakan Taolahu Musafry di sisi kanan, dia berhasil memberikan umpan silang yang langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Sunarto. Sang pemain pun mencatatkan namanya sebagai bomber mudah di ranah sepakbola Indonesia.

Skor menjadi 1-1 karena Arema sudah lebih dulu kebobolan di menit ke-11 melalui Supardi.

Memasuki menit 87, penalti diberikan wasit setelah Esteban Guillen menjatuhkan Claudiano dikotak penalti. Namun Budi Sudarsono yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugas, setelah tendangan kerasnya terbaca oleh Kurnia Meiga. Hingga pertandingan berakhir kedudukan bertahan 1-1.

Simak Kata Komentator Pertandingan

“Sebelum pertandingan, kita bertanya-tanya siapakah Sunarto di pertandingan sore hari ini. Dan hanya beberapa menit, Sunarto menunjukkan kelasnya, dan membuat Arema Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 atas Sriwijaya FC. Sebuah debut yang manis yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh seorang anak muda bernama Sunarto,”

“Ya, satu keputusan yang sangat tepat dengan memasukkan Sunarto kita lihat bagaimana gerakan yang sangat tepat, penetrasi Zulkifli memberikan umpan kepada Musafri, dan kita lihat bagaimana Musafri masih bisa memilih Rendra, siapakah yang akan diberikan umpan, dan kita lihat begitu tenang mengarahkan bola. Kita lihat Sunarto berdiri di posisi yang sangat menguntungkan tanpa penjagaan dan dia mampu mencetak gol penyeimbang bagi Arema. Dan dua pemain menjaga Noh Alamshah,”

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.