Beranda Memorabilia Jersey Jersey Arema 2005 Away – Emaleu Serge #28

Jersey Arema 2005 Away – Emaleu Serge #28

0
Jersey Arema 2005

Jersey Arema 2005 Away berwarna putih, jersey ini tidak bekerjasama dengan apparel. Sehingga tidak ada merk penanda khusus. Hanya sebuah ukuran saja di bagian leher belakang.

Dengan menggunakan kain paragon, warna putih digunakan sebagai warna utama. Sementara warna merah dipilih sebagai warna kedua. Warna merah juga digunakan untuk nomor pemain.

Secara disain, jersey ini seperti terinspirasi dari teamweare nike tahun 2003-2004. Meskipun demikian ada beberapa penyesuaian untuk membuatnya sedikit berbeda. Penyesuaian itu dilakukan salah satunya ada di lengan kanan dan kiri dengan menambahkan kain merah yang dijahit dari lengan atas ke bawah dan turun hingga tepi.

Saat ujicoba pramusim 2005, Arema menggunakan sponsor X-Mild ataupun Bentoel Klasik, keduanya merupakan rokok yang diproduksi Bentoel sekaligus merupakan pemilik Arema. Namun, nyatanya hal ini berbenturan dengan sponsor utama kompetisi. Sehingga kondisi polemik dengan sponsor utama membuat Badan Liga Indonesia melakukan pendekatan kepada Arema untuk tidak memasang sponsor pemilik [Bentoel] karena merupakan kompetitor dari Djarum [sponsor kompetisi].

Hasilnya, Extra Joss terpampang besar di bawah dada Arema. Sementara patch kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005 ada dibawahnya. Sebagai pemilik, Bentoel menambahkan produk X-Mild di dada kanan dan tulisan ‘Bentoel’ di lengan kanan.

Sponsor tambahan lain di musim itu adalah perusahaan telekomunikasi Excel yang memasang produknya di lengan bagian kiri dan bagian punggung diatas nomor.

Seluruh material patch dan sponsor menggunakan bordir. Kecuali sponsor Extra Joss dan nomor punggung yang menggunakan sablon.

2015_02_05_Arema_2005_Serge_Detail
Sponsor dan patch Jersey Arema 2005

Soal pemain, Emaleu Serge sendiri di tahun Liga Indonesia 2005 datang saat Arema melakukan persiapan menjelang kompetisi. Sosok asal Kamerun ini menggunakan nomor 28 dan dia menggantikan peran striker asal Brasil Rivaldo yang tidak berkembang di kompetisi kasta tertinggi. Duetnya di depan bersama Lima sukses menakutkan lini belakang lain. Namun, kebersamaan ini hanya bertahan setengah musim karena di putaran kedua ada Franco Hitta dari Persita Tangerang.

Di tahun 2005, dia mampu mencetak sembilan gol di kompetisi Liga Indonesia 2005. Namun torehan golnya ini terhenti di babak delapan besar. Tragisnya, di babak krusial itu, tidak ada satupun dari pemain Arema yang mampu mencetak gol sehingga Singo Edan harus tersingkir dengan modal satu poin dari satu seri dengan PSMS Medan.

Nb: Jersey di atas adalah koleksi pribadi.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.