Beranda Fokus Sejarah Arema 24 April 2013 – Sam Ikul Meninggal Dunia

Sejarah Arema 24 April 2013 – Sam Ikul Meninggal Dunia

0

Tepat dua tahun lalu (Rabu, 24 April 2013) pada pukul 00.30 WIB, salah satu pendiri Arema Malang. Lucky Acub Zainal atau yang lebih dikenal dengan nama Sam Ikul meninggal dunia.

Sam Ikul
Sam Ikul (Foto: Tempo)

Sebagai pendiri Arema, almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh yang ikut aktif membesarkan Arema sejak berdirinya Arema hingga tahun 2003 lalu. Ditangan Sam Ikul, Arema sempat merasakan gelar juara Galatama 1992/93, 12 Besar Liga Indonesia 1996/97, dan 8 Besar Liga Indonesia 1999/00, 2001, dan 2002. Selain itu, Arema pernah maju ke babak 12 Besar Piala Champions Asia 1993/94 serta Final Piala Liga VI (Piala Galatama) 1992.

Sam Ikul meninggal setelah menderita komplikasi penyakit hati sejak dekade lalu. Ia wafat setelah menderita sakit sesak nafas berat dan kejang.

Almarhum tergolek sakit sejak awal September 2012. Ia terjatuh karena kelelahan dan sejak itu lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Kesehatannya merosot drastis sejak diketahui menderita Hepatitis C pada 2004

Dalam proses pemakaman beliau, berbagai kalangan Arema/Aremania turut mengiringi kepergian almarhum hingga TPU Kasin. Tercatat perwakilan dari manajemen Arema seperti Iwan Budianto (rekan sejawat almarhum kala bersama-sama mengurus PS Arema di tahun 1999-2002), Fuad Ardiansyah, hingga Sudarmaji turut mengiringi kepergian almarhum.

Selain ketiganya, beberapa perwakilan dari tim Arema ISL turut datang ke rumah duka seperti Kuncoro (pernah menjadi pemain Arema ketika almarhum Sam Ikul menjabat sebagai Sekum Yayasan Arema), Rahmad Darmawan (pelatih), Hendro Kartiko, serta M. Ridhuan dan Joko ‘Gethuk’ Susilo.

“Sam Ikul memiliki kontribusi sangat besar terhadap perkembangan dan eksistensi Arema serta dunia sepak bola di Malang pada umumnya. Kami dari manajemen Arema Indonesia juga menyampaikan duka sedalam-dalamnya,” kata Sudarmaji, dikutip dari Tempo.

Ia mengaku jika dunia persepakbolaan di Malang, bahkan di Tanah Air, merasa kehilangan salah satu tokoh sepak bola terbaiknya itu. Manajemen juga berjanji, apa yang selama ini telah diperjuangkan Sam Ikul untuk eksistensi Arema akan tetap dijaga dan dilanjutkan agar lebih baik lagi.

“Kami semua yang berkecimpung di dunia sepak bola ini akan terus menjaga Arema dan meningkatkan prestasi Arema di berbagai kompetisi, baik nasional maupun internasional,” tandasnya.

Dirigen Aremania, Yuli Sumpil juga tak lupa untuk datang ke rumah duka almarhum. “Meski sam Ikul sudah tiada, sampean tetap ada di dada kami, Aremania. Sampean tetap hidup dalam sanubari kami sebagai salah satu pahlawan bagi Malang,” kata Yuli Sumpil dikutip dari wearemania.

Sam Ikul sendiri aktif mengurus Arema sejak terbentuknya klub di tahun 1987 hingga 2003 lalu sebelum melepasnya ke tangan Bentoel. 16 tahun masa kepengurusan Sam Ikul Arema dibawanya menjuarai Galatama 1992/93, dan finalis Piala Galatama 1992.

Meski sudah tidak lagi aktif mengurus PS Arema, almarhum masih tercatat sebagai Pendiri Yayasan Arema. Kiprahnya dalam persepakbolaan Malang tak diragukan lagi. Selain pernah aktif mengurus Arema, almarhum juga turut menjadi bagian penting dari renovasi Stadion Gajayana Malang awal tahun 90an lalu.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.