Beranda Match Head To Head Sejarah Arema 25 April 2015, Tangisan Haru Noh Alamshah

Sejarah Arema 25 April 2015, Tangisan Haru Noh Alamshah

Ada 3 mantan pemain Arema yang membela Persib Bandung, mereka adalah Zulkifli, Noh Alamshah, Dan Marcio Souza di musim 2011/2012. Namun ketiganya mendapatkan perlakukan berbeda dari 30ribu suporter yang memadati stadion Kanjuruhan Malang.

Sambutan bernada buuuuuuu langsung ditunjukkan ke awak Persib Bandung, terutama kepada pemain yang merupakan mantan Arema. Namun itu cuma sebentar, karena ribuan Aremania langsung bernyanyi untuk mendukung Arema yang ketika itu masih melakukan pemanasan di lapangan bagian utara.

Spanduk-spanduk sebagai penjatuhan mental terbentang di seluruh penjuru stadion Kanjuruhan. Termasuk tulisan yang menurut kami sangat menarik, “Pengkhianat – Siapa Yang Berkhianat Akan Berjalan Sendiri”. Termasuk juga tulisan yang agak keras di tribun utara “Go To Hell Marcio-Along, Sampah”

Dari ketiga pemain, Marcio dan Zulkifli oleh Robby dimainkan sebagai starting line up. Sementara itu, mantan kapten Arema Noh Alamshah diberi tempat di bench. Tidak ada yang salah karena kami berpikiran positif bahwa itu bagian strategi dimana Persib selalu kalah di tiga pertandingan terakhir.

Namun ketika Aremania menyanyikan lagu-lagu penyemangat sebelum laga, Noh Alamshah yang melakukan pemanasan sendiri bersama pemain cadangan lain menitikkan air mata. Tak ingin dilihat oleh awak media, dia segera membasuh mukanya dengan Aqua supaya tidak kelihatan.

Di awal babak itu pula, di tribun utara, bendera Aremania yang sempat eksis di putaran pertama yang bergambar Marcio Souza dibakar. Pun pula dengan jersey Arema yang bertuliskan Marcio. Nampaknya Aremania kesal terhadap gaya main Marcio yang terlihat mencari gara-gara.

Kejadian yang membuat haru adalah akhir pertandingan. 5 menit sebelum bubar, “Terima kasih terima kasih…. Nooohhh Alam Shaaah..atas jasamu, juara liga” dan “Terima kasih terima kasih… Zulkifli Syukur”. Chant itu diteriakkan berulang-ulang oleh suporter yang membuat Along langsung meneteskan air mata di bangku cadangan. Tentu ini menjadi sebuah kemakluman karena Along dan Zulkifli termasuk skuad juara Arema yang kondisinya sekarang banyak yang lain klub.

2015_04_24_Zulkifli

Usai pertandingan dengan penuh haru Along dan Zulkifli mampir ke tempat suporter yang bernyanyi meneriakkan namanya. Zulkifli dan Along pun kompak menangis. Mereka dipeluk, dimintai foto, dimintai jersey oleh Aremania. Bahkan keduanya tidak sempat berkomentar apapun mengingat sisi emosional yang begitu dalam antara pemain dan suporter.

Sementara itu, Marcio langsung menuju ke ruang ganti usai pertandingan. Topskor Arema di Indonesia Super Liga itu seolah tidak punya ikatan apapun dengan Aremania. Karena itu pula, dia juga mendapatkan perlakuan berbeda di luar 90 menit.

Laga itu sendiri berakhir untuk kemenangan Arema dengan skor 2-1.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.