Beranda Kompetisi Arema Malang Di Liga Indonesia IV Divisi Utama 1997/1998

Arema Malang Di Liga Indonesia IV Divisi Utama 1997/1998

0
Atas (kiri ke kanan): Mecky Tata, Charis Yulianto, Siswantoro, Pujo Sumedi, Dwi Sasmianto, JM Rubio | Bawah (kiri ke kanan): Sunardi C, Donny Suherman, Jonathan, Nanang Supriadi, Rudi Hariantoko
Atas (kiri ke kanan): Mecky Tata, Charis Yulianto, Siswantoro, Pujo Sumedi, Dwi Sasmianto, JM Rubio | Bawah (kiri ke kanan): Sunardi C, Donny Suherman, Jonathan, Nanang Supriadi, Rudi Hariantoko

Kompetisi Liga Indonesia IV dimulai dengan dengan hal buruk, dua klub yaitu Bandung Raya dan Assyabab Surabaya mengundurkan diri karena tidak mempunyai dana untuk berkompetisi. Selain itu, sponsor utama musim sebelumnya yaitu Kansas dengan PT Cipta Citra juga mengundurkan diri dari rencana kontrak yang dirancang selama delapan tahun.

“Kami tak lagi disupport pihak Dunhill dan Kansas, dan kami kesulitan mendapatkan sponsor baru,” ujar Direktur Utama PT Cipta Citra Sports, Jeanette Sudjunadi.

Mundurnya sejumlah sponsor bukannya tanpa sebab, nilai tukar dollar melambung tinggi, dari yang asalnya 3000 rupiah per satu dollar, melambung menjadi 8000. Tak pelak kebutuhan dan nilai yang diperlukan oleh klub meningkat pesat. Dan inilah yang tidak bisa dipenuhi.

Liga yang terkesan dipaksakan itu dilaksanakan dengan sederhana. Kompetisi dibagi menjadi tiga grup, dua grup berisi 10 klub sedangan satu grup yaitu grup tengah diisi oleh 11 klub. Untuk pemain asing, setiap klub boleh mengontrak dan menurunkan tiga pemain asing dan memainkannya bersamaan.

Secara susunan pemain, ada pengurus baru yang datang ke Arema. Seperti Tinton Suprpto sebagai ketua Yayasan dan Kristia Yudha mantan manager Kaki Mas Dampit sebagai wakil manager. Meskipun ditinggal Joko Susilo ke Persija Jakarta. Arema masih mempunyai beberapa pemain sisa liga sebelumnya, sedangkan tambahan pemain baru adalah Didit Thomas, Khoiful Ajid. Abdul Khamid (hanya sampai putaran I) Arema saat itu kembali dilatih oleh Gusnul Yakin.

Arema vs. Persebaya 1997
Jacksen melawan Rubio

Di laga perdana Arema mampu menahan imbang Persebaya sebagai juara bertahan dengan skor 0-0 di Stadion Tambaksari. Namun, liga itu tidak bisa berjalan dengan baik di putaran kedua. Gejolak politik di Indonesia yang tidak kondusif memaksa PSSI menghentikan kompetisi pada 25 mei 1998.

Dikutip dari halaman Cocomeo, penghentian kompetisi berawal saat Kapolda Jatim Mayjen (Pol) M Dayat membatalkan pertandingan antara Persebaya vs PSBL Bandarlampung 13 Mei, karena situasi keamanan di Surabaya tidak memungkinkan. Berikutnya, Arema Malang vs Semen Padang di Stadion Gajayana Malang, serta di Gresik Petrokimia vs PSM Ujungpandang. Dari Yogyakarta dilaporkan, Minggu 17 Mei juga dibatalkan partai PSIM Jogyakarta vs PSMS Medan.

Adalah komentar dari manajer Pelita Jakarta, Nurdin Halid, yang mula-mula “meledakkan” ide penangguhan kompetisi karena situasi sosial dan keamanan tidak memungkinkan saat itu. Nurdin menggarisbawahi, sepak bola saat ini sudah dipakai sebagai ajang kerusuhan.

PSSI akhirnya menghentikan total seluruh kompetisi sepakbola di bawah naungannya menyusul belum pulihnya kondisi stabilitas politik dan keamanan di Tanah Air. Keputusan ini diambil setelah pengurus teras PSSI mencapai kesepakatan dengan para pengurus klub dan Komisariat Daerah (Komda) PSSI, Senin 25 Mei di Jakarta.

Menurut Sekum PSSI Nugraha Besoes, keputusan menghentikan total kegiatan kompetisi ini diambil setelah menimbang segala aspek, baik segi pembinaan sepakbola secara umum dan terutama aspek keamanan nasional yang belum pulih sepenuhnya.

Di akhir cerita, klub milik keluarga Cendana yang ketika itu lengser yaitu Arseto Solo milik Sigit Harjojudanto resmi dibubarkan pada 28 Mei 1998. Arseto yang merupakan salah satu klub perintis liga sepak bola profesional Galatama yang bermarkas di Solo

SUSUNAN PEMAIN

Kiper
Dwi “Kirun” Sasmianto

Bek
Juan Manuel Rubio (Chile)
Sunardi C
Charis Yulianto
Didit Thomas
Siswantoro
Redi Suprianto
Rudi Hariantoko

Tengah
Doni Suherman
Pujo Sumedi
Nanang Supriadi
Edi Subagyo
Agus Sarianto
Jonathan

Striker
Mecky Tata
Khoiful Ajid
Abdul Khamid (putaran I)
Franciscus Javier “Pacho” Rodriguez Rubio

PERTANDINGAN

PUTARAN I
16.11.1997 Persebaya 0-0 Arema
26.11.1997 Medan Jaya 2-0 Arema [Nasib Rayadi 49, Joel Roriwari 57]
30.11.1997 Persiraja 2-1 Arema [Effendi 21, Irwansyah 87; Pujo Sumedi 76]
07.12.1997 Arema 2-0 Persikab [Juan Rubio 39, Ajid 65]
10.12.1997 Arema 0-0 Persita
17.12.1997 PSBL 2-0 Arema [Agus Santiko 57, 81]
21.12.1997 Semen Padang 0-0 Arema
29.03.1998 Arema 3-0 Persikabo
01.04.1998 Arema 1-1 Persija [Pacho Rubio 7; Widodo C. Putro 9]

PUTARAN II
12.04.1998 Arema 0-0 Persebaya
22.04.1998 Arema 2-0 Persiraja [Nanang Supriadi 29, Salman 80 OG]
26.04.1998 Arema 2-1 Medan Jaya [Jonathan 8, Pacho Rubio 19; Baco Sadissau 84]
03.05.1998 Persikab 1-0 Arema [Giman Nurjaman 25]
06.05.1998 Persita 0-0 Arema

KLASEMEN

Wilayah Barat
1.Persebaya 14 8 4 2 17- 8 28
2.Persija 15 8 3 4 26-15 27
3.Persiraja 15 7 5 3 21-17 26
4.Persita 15 7 3 5 22-15 24
————————–—————–
5.PSBL 15 5 6 4 21-23 21
6.Arema 14 4 6 4 9- 9 18
7.Persikabo 15 5 2 8 17-21 17
8.Persikab 15 5 2 8 12-19 17
9.Semen Padang 15 4 3 8 11-18 15
10.Medan Jaya 15 3 2 10 13-24 11
Topscorer : Widodo C. Putra 10 gol

Wilayah Tengah
1.PSMS 16 9 4 3 28-15 31
2.Pelita Jakarta 14 8 3 3 36-12 27
3.Persikota 15 8 3 4 22-17 27
4.Barito Putra 17 6 6 5 17-16 24
————————–—————-
5.Persib 15 6 4 5 14- 8 22
6.PSIS 16 4 8 4 17-24 20
7.PSB 15 5 4 6 12-15 19
8.PSDS 15 6 0 9 14-25 18
9.PSP 16 3 7 6 14-22 16
10.PSIM 15 3 5 7 10-24 14
11.Arseto 14 3 2 9 10-16 11

Wilayah Timur
1.PSM 15 9 3 3 33- 8 30
2.Persma 15 6 6 3 17-10 24
3.Gelora Dewata 15 6 5 4 16-16 23
4.Putra Samarinda 15 6 4 5 11-15 22
————————–—————-
5.Persema 15 6 4 5 14-20 22
6.Mitra Surabaya 15 5 4 6 17-15 19
7.Persipura 16 4 6 6 24-23 18
8.Pupuk Kaltim 15 5 3 7 17-23 18
9.Petrokimia Putra 14 4 4 6 9-18 16
10.Persiba 15 3 3 9 12-22 12

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.