Beranda Fokus Alasan Alasan Logis Milo Mendepak Toni Espinosa

Alasan Alasan Logis Milo Mendepak Toni Espinosa

Dua hari belakangan di sosial media dari kalangan Aremania ramai dengan pergunjingan delapan pemain Arema yang dicoret manajemen. Salah satu yang dipandang cukup mengejutkan adalah saat Milo mendepak Toni Espinosa dari lini tengah Arema.

2015_02_03_Mossi
Penampilannya Tidak Terlalu Baik Saat Arema Melawan Banyumas All Star, Sehingga Milo Mendepak Toni Espinosa

Sebenarnya jika ditilik dari beberapa laga yang dijalani oleh Mossi di beberapa pertandingan terakhir Arema di Piala Jenderal Sudirman dan rekaman pertandingan melawan Banyumas All Star pencoretan pemain asal Spanyol tersebut bukan perkara yang mengejutkan.

Namun, sikap humble Mossi di sosial media dan dunia nyata kepada Arema dan kecintaannya kepada Arema membuat Aremania seakan enggan melepas pemain yang notabene secara statistik tidak terlalu bagus kecuali di dua laga melawan Sriwijaya dan Persipasi Bandung Raya.

Secara garis besar VamosArema mendapatkan alasan yang pasti soal hilangnya Mossi dari lini tengah Arema Cronus. Berikut ini adalah argumen dari Milo mendepak Toni Espinosa.

1. Lini Tengah Arema Sudah Padat

Sebelum Mossi dan I Gede Sukadana dicoret, lini tengah Arema terdapat delapan pemain, selain keduanya ada Ahmad Bustomi, Juan Revi, Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih, Dio Permana dan Raphael Maitimo.

Delapan pemain mempunyai tipe yang sama, sangat sulit kami membongkar pertahanan lawan kalau hanya mengoper-oper bola di depan kotak penalti lawan. Lihat siapa yang berbeda dari delapan pemain itu, semuanya sama tipikalnya yaitu gelandang pengumpan murni.

Kami memainkan pola 4-3-3 dengan menggunakan tiga gelandang. Salah satu alasan Arema gagal di Piala Jenderal Sudirman adalah permainan tim buntu ketika pemain depan dimatikan karena tidak ada gelandang kreatif. Ingat, berapa gol Arema dari bola mati di PJS? Lalu apakah peluang dari bola mati selalu ada?.

2. Mossi Bukan Pembeda Pertandingan

Melanjutkan argumen Milo yang pertama, Mossi dicoret karena dia bukan pembeda pertandingan.

Semua gelandang pemain Arema tersebut bisa memberikan umpan, dari tendangan bebas, tendangan sudut, dan permainan. Tetapi lihatlah hanya Ahmad Bustomi dan Hendro Siswanto yang berani menembak langsung ke gawang.

Mossi saya pikir salah satu gelandang yang terbaik di Indonesia. Tapi dia bukan tipe pembeda pertandingan. Yang kami butuhkan adalah pemain yang bisa mencetak gol saat lini depan buntu.

Kita membutuhkan pemain dengan tipikal Gustavo Lopez, dia bisa menyelesaikan peluang yang dia dapat. Mampu menembak langsung saat tendangan bebas. Saat ini ada Bustomi yang punya kemampuan tendangan bebas langsung yang bagus.

3. Mossi Pemain Asing

Di Indonesia kuota pemain asing hanya tiga, dua pemain sudah diisi oleh Kiko Insa, dia adalah bek yang sangat kuat. Saya respek dan hormat kepadanya. Satu lagi tempat diisi Estevan Vizcarra dia pemain luar biasa. Karena itu pilihan sulit adalah mencoret Mossi. Tetapi saya ingin gelandang yang berbeda permainannya dengan yang sudah ada.

Karena pilihan gelandang lokal terbatas, maka gelandang asing adalah jawabannya. Kita akan datangkan pemain yang mampu membantu serangan untuk menyelesaikan peluang di depan gawang.

4. Tipe Sama Mossi Buruk Dalam Bertahan

Gelandang yang ada di Arema semuanya punya kemampuan untuk bertahan untuk memfilter serangan. Sementara hal itu tidak dimiliki Mossi.  Dia hanya menyerang dan kurang bagus dalam bertahan.

5. Milo Ingin Melakukan Perubahan

Saya datang ke Malang dengan target untuk melakukan perbaikan dari kegagalan Arema di dua turnamen. Saya pikir Arema tetap tim terbaik di Indonesia, tetapi kadang tim lawan bisa meredam dengan melakukan stretagi tertentu. Saya harus melakukan perubahan agar strategi Arema yang sepertinya sama di dua turnamen itu sedikit berubah.

6. Do’a Milo Untuk Mossi

Terakhir Milo tahu dari awak media jika Mossi memberikan sindiran kepadanya agar dia tidak bertahan kurang lebih dua bulan di twitter. Tetapi sang pelatih menyambutnya dengan senyuman

Saya tahu ini berat buat Mossi, saya harus respek kepadanya. Sekali lagi saya katakan jika dia bukan pemain buruk. Namun, strategi yang saya saya terapkan mungkin tidak sesuai. Mossi bisa bermain bagus di klub lain dengan pemain yang berbeda karakter. Saya tahu betul kemampuannya. Ini pilihan sebagai pelatih dan saya memilih risiko itu dan semoga Aremania bisa menerima kondisi ini.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.