Beranda Fokus Arema Di Kompetisi Galatama 1988/1989

Arema Di Kompetisi Galatama 1988/1989

0

Galatama IX atau Galatama 1988/1989 di sponsori oleh Bentoel. Di tahun itu, jumlah peserta bertambah empat klub lagi yaitu Petrokimia Gresik, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng, Pupuk Kaltim, dan Barito Putra.

Musim 1988/1989 penyelenggara juga memperkenalkan badan baru yaitu ‘Lembaga Transfer’ sebuah badan yang mengurusi kepindahan pemain sehingga tidak ruwet seperti sebelumnya. Adanya lembaga ini digunakan agar tidak terjadi kerugian antara pemain, pemilik klub, dan perserikatan. (Aturan Bosman baru dipakai di eropa pada tahun 1992, sehingga sebelum tahun itu transfer di seluruh dunia memang terlihat ruwet).

Di musim tersebut, klub-klub baru di Galatama diprediksi bakal menjadi batu sandungan klub papan atas. Karena itu banyak tim yang sudah waspada, Kramayudha Tiga Berlian (KTB) mengontrak sejumlah pemain baru dan melakukan persiapan sejak jauh hari. Sedangkan Pelita Jaya mendatangkan pemain asal Yugoslavia, Selimir sebagai penasehat teknik.

Sementara, Arema sendiri kehilangan dua pemain intinya yaitu Kusnadi Kamaludin ke Makassar Utama dan Ferry Rumbayan ke KTB. Kemudian Arema juga ditinggal kiper utama musim sebelumnya Donny Latuperissa.

Dari susunan pemain yang ada, Arema melakukan beberapa perubahan. Salah satunya adalah mendatangkan Singgih Pitono yang ditemukan di kompetisi Tarkam di Tulungagung.

Arema juga mengontrak Sukrian dari kiper Suryanaga. Sukrian sebelumnya berlatih bersama PSSI Junior di Depok dan kemudian bergabung di klub anggota Surabaya. Arema juga mendatangkan Aji Santoso dari PS Gajayana, sang pemain di saat itu masih kelas 2 di SMA Salahudin Malang dan bergabung setelah pertandingan ketujuh.

Dari sisi permainan Sinyo Aliandoe juga melakukan perubahan, posisi bek kanan ditempati oleh Patri Katra menggantikan Kusnadi dan di bek tengah diserahkan kepada Muchrim Akbar. Dua sosok yang sebelumnya kerap menghuni bangku cadangan di Galatama 1987/1988.

Pada perjalanan awal kompetisi Arema sempat mendapatkan hasil positif dan menduduki peringkat pertama, sayang perlahan peringkat Arema menurun di papan tengah.

Secara keseluruhan di putaran pertama prestasi Arema tidak terlalu bagus Singo Edan berada di peringkat ke-13 dengan mengalami tujuh kali kekalahan, lima kali seri dan lima kali kalah. Keadaan ini membuat manajemen akhirnya memecat Sinyo Aliandoe sebagai pelatih. Setelah menjalani beberapa pertandingan tanpa pelatih dan ditangani oleh asisten Hasan Ambarak dan Slamet Pramono.

Untuk memperbaiki performa Arema, Lucky Acub Zainal mendatangkan Bambang Nurdiansyah dari Pelita Jaya di putaran kedua. Bergabungnya Bambang dikarenakan ada rasa prihatin atasnya akibat hinaan yang dilakukan oleh publik Malang akibat kasus suap. Bambang pun ke Arema dengan status pinjaman dengan gaji yang dibayarkan oleh manajemen Pelita Jaya. (Baca selengkapnya profil Bambang Nurdiansyah sebagai anak dari Lapangan Taman Gayam)

Yo gak kuat mbayari Bambang, dia ke Arema karena memulihkan citra yang terlanjur buruk usai membela timnas. Sedangkan gaji tetap dibayarkan Pelita Jaya,” tegas Lucky.

Banur sendiri terlihat kesulitan beradaptasi dengan skema Arema. Dia baru mencetak gol di pertandingan keenam saat melawan Pusri Palembang. Total selama membela Arema dia hanya mencetak empat gol saja.

Tentang urusan gol, striker Arema Mecky Tata menjadi topksor Galatama 1988/1989 ini, dia mencetak 18 gol dan torehan ini menjadi yang terbanyak bersama Dadang Kurnia dari Bandung Raya.

SUSUNAN TIM GALATAMA 1988/1989

Manajemen

  • Ketua Umum: Soegiono
  • Ketua Harian: Lucky Acub Zainal
  • Pelatih: Sinyo Aliandoe
  • Asisten Pelatih: Slamet Pramono & Hasan Ambarak
  • Juru Bicara: Ovan Tobing

Susunan Pemain

  • Iwan Darmanto (kiper)
  • Baco Pieter (Kiper)
  • Sukrian (Kiper)
  • Patri Katra
  • Andhik
  • Aji Santoso
  • Muchrim Akbar
  • Jamrawi
  • Sugito
  • Hilal Lahji
  • Mahdi Haris
  • Effendi Azis
  • Jonathan
  • Nurdin
  • Sammy Betay
  • Johanes Geohera
  • Dominggus Nowenik
  • Mecky Tata
  • Singgih Pitono
  • Panus Korwa
  • Bambang Nurdiansyah (Putaran Kedua)

Pertandingan

  1. 15 Oktober 1988, Arema vs Palu Putra 1-0 (Mecky Tata 54′)
  2. 19 Oktober 1988, Arema vs Bandung Raya 4-1 (Mecky Tata 8′, 34′, 72′ Dominggus Nowenik 47′)
  3. 22 Oktober 1988, Arema vs Makasasar Utama 0-1 (Jamil Husain 51′)
  4. 26 Oktober 1988, BPD Jateng vs Arema 2-0 (Joko Sutrisno 54′, Imron Abdullah 64′)
  5. 29 Oktober 1988, Arseto Solo vs Arema 1-0 (Ricky Yacob 85′)
  6. 2 November 1988, Perkesa Mataram vs Arema 1-0 (Agusman Riyadi 20′)
  7. 6 November 1988, Arema vs Petrokimia 0-2 (Theodorus Bitbit 42′, Willem Lekolo 79′)
  8. 19 November 1988, Arema vs Barito Putra 2-1 (Patra Katri 16′, Aji Santoso 67; Syarifuddin 20′)
  9. 26 November 1988, Niac Mitra vs Arema 2-0 (Yessy Mustamu 20′, Kusnan 24′)
  10. 7 Desember 1988, Pusri vs Arema 0-2 (Syhanan Ucok 48′, Taufik Yunus 50′)
  11. 11 Desember 1988, Warna Agung vs Arema 0-0
  12. 14 Desember 1988, Semen Padang vs Arema 0-1 (Jonathan 7′)
  13. 17 Desember 1988, Medan Jaya vs Arema 0-0
  14. 21 Desember 1988, Arema vs Lampung Putra 4-0 (Andhik 9′, Mecky Tata 27′, Aji Santoso 52′, Og Daniel Sirey 82′)
  15. 24 Desember 1988, Arema vs Pelita Jaya 1-1 (Mecky Tata 10′, Bambang Nurdiansyah 32′)
  16. 28 Desember 1988, Arema vs KTB 0-0
  17. 31 Desember 1988, Arema vs PKT 0-0

Putaran Kedua

  1. 7 Januari 1989, Makassar Utama vs Arema 1-1 (Andi Bonik Abdillah 25′ ;Mecky Tata 5′)
  2. Palu Putra vs Arema 1-1
  3. 18 Januari 1989, Barito Putra vs Arema 1-2 (Syar Yusuf Huwae 69′; Mecky Tata 77′, 83′)
  4. Pupuk Kaltim vs Arema 0-1
  5. 28 Januari 1989, Petrokimia Putra vs Arema 2-0 ( Ferryl Hattu 4′, Mustqim 88′)
  6. 1 Februari 1989, Arema vs Niac Mitra 0-1 (Og Andhik 89′)
  7. 12 Februari, Arema vs Pusri 1-0 (Bambang Nurdiansyah 31′)
  8. 18 Februari 1989, Arema vs Semen Padang 4-2 (Bambang Nurdiansyah 12′, 42′, Mecky Tata 32′, 81′; Afdal Yanca 54′, Delfi Andri 72′)
  9. 26 Februari 1989, Arema vs Warna Agung 0-0
  10. 1 Maret 1989, Arema vs Medan Jaya 2-1 (Lasdi Arman 86′; Mecky Tata 48, 60′)
  11. 8 Maret 1989, Lampung Putra vs Arema 0-1 (Panus Korwa 89′)
  12. 12 Maret 1989, Pelita Jaya vs Arema 2-0 (Noah Marien 33′, Harry Susanto 84′)
  13. 15 Maret 1989, Bandung Raya vs Arema 5-2 (Zainal Abidin 15, Dadang Kurnia 22′, 58′, 85′ Deni Samsudin 27; Mecky Tata 5′, 88′)
  14. 18 Maret 1989, KTB vs Arema 2-0 (Arizona Hamadi 25′, Ibrahim Lestaluhu 70′)
  15. 26 Maret 1989, Arema vs Arseto 1-0 (Mecky Tata 47′)
  16. 29 Maret 1989, Arema vs BPD Jateng (Mecky Tata 28′, Bambang Nurdiansyah 66′)
  17. 1 April 1989, Arema vs Perkesa Mataram 2-0 (Panus Korwa 24′, Mecky Tata 76′)

Klasemen Akhir :
1.Pelita Jaya 34 17 12 5 51-21 46*
2.Niac Mitra 34 18 10 6 44-21 46*
3.Arseto 34 16 9 9 38-24 41
4.Petrokimia Putra 34 15 10 9 32-26 40
5.Medan Jaya 34 14 10 10 41-32 38
6.Semen Padang 34 14 9 11 35-27 37
7.Bandung Raya 34 13 10 11 33-27 36
8.Arema Malang 34 14 8 12 33-32 36
9.Pupuk Kaltim 34 11 12 11 26-28 34
10.Makassar Utama 34 12 10 12 29-38 34
11.Krama Yudha Tiga Berlian 34 9 14 11 36-31 32
12.Warna Agung 34 10 12 12 24-33 32
13.Pusri Palembang 34 12 7 15 28-34 31
14.B.P.D. Jateng 34 10 10 14 28-31 30
15.Palu Putra 34 8 13 13 19-30 29
16.Perkesa Mataram 34 8 13 13 20-35 29
17.Lampung Putra 34 8 11 15 23-37 27
18.Barito Putra 34 3 8 23 14-47 14

*Niac Mitra dan Pelita Jaya mempunyai nilai sama yakni 46. Meski Pelita dinyatakan sebagai pemenangan namun ada sedikit cela. Dimana pada saat melawan Lampung Putra Pelita menggunakan pemain yang tidak sah (akumulasi kartu kuning).

Namun, pihak Galatama akhirnya tetap membuat Pelita menjadi menjadi juara dan tidak mengacuhkan protes yang dilakukan oleh Niac Mitra.

Imbasnya, Toni Wenas sempat menarik pendaanaan Niac sehingga mereka sedikit oleng pada musim berikutnya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.