Beranda Kompetisi Arema Malang Di Liga Indonesia 1999/2000

Arema Malang Di Liga Indonesia 1999/2000

Naikknya Agum Gumelar sebagai ketua umum PSSI membuat nilai jual kompetisi Liga Indonesia meningkat. Apalagi, gelaran Liga Indonesia 1998/1999 terbilang sukses karena diadakan saat masa perpolitikan baru saja berpindah, tentu saja di edisi Liga Indonesia 1999/2000 ini, sponsor seperti tidak segan untuk masuk.

PSSI memperoleh dana sponsor sebesar Rp 7,2 miliar dari Bank Mandiri, masing-masing klub memperoleh bagian pendapatan karena diwajibkan memasang logo bank tersebut di seragam tim, dan pemasangan A-Board di lapangan pertandingan, dengan nilai Rp 100 juta.

Selain Bank Mandiri, untuk kostum tiap tim juga dihandle oleh Reebok, meski tentu saja punya kelemahan dari sisi disain. Namun, tetap lebih elegan dibandingkan tanpa sponsor apparel.

Sistem kompetisi kembali memakai format 2 wilayah masing-masing wilayah terdapat 14 tim. Empat tim teratas masuk ke babak 8 besar, pimpinan klasemen berhak menjadi tuan rumah. 2 tim terbawah terdegradasi ke divisi 1. Format pemain asing 3-3, yaitu tiga asing bisa dimainkan semuanya.

Arema yang saat itu dilatih oleh M Basri mampu masuk ke babak 8 besar. Di Liga Indonesia 1999/2000 ada beberapa pemain baru seperti Agung Yudha (Persema jr), Yosep Iyai ( PSBL Bandar Lampung) serta empat pemain dari Persija Ayub Khan, Harianto, I Putu Gede, serta Joko Susilo.

Untuk pemain asing Arema merekrut Essomba “Saimo” Atangana, JM Rubio, Rodrigo Araya dan pemain fenomenal dari PSIM yang bergabung pada putaran ke-2 Fransisco Rodrigues Rubio.

Data Pemain Arema 1999/2000
Data Pemain Arema di Liga Indonesia 1999/2000

Pada rehat kompetisi salah satu stasiun TV dari Chile mendokumentasikan laga friendly antara Arema Vs Petrokima di Gajayana. Pertandingan itu sendiri dihentikan pada awal babak ke-2 karena hujan deras, pada saat berkedudukan 3-0 dan kesemuanya gol dicetak oleh Pacho.

Ketika babak 8 besar Arema sempat kekurangan dana, namun Arema mendapatkan bantuan senilai 300 juta dari Cafe Hore-hore milik Jeng Sri. Di laga babak 8 besar saat bertanding lawan Persija Pacho dan Araya terlibat bentrok dengan Luciano Leandro (Playmaker Persija).

Kemudian pada saat lawan Persikota, Pacho dituduh memukul Simamo Basille pemain belakang Persikota di lorong ruang ganti (Simamo Basille pada Ligina IX 2003 menjadi bagian dari tim Arema). Setelah kejadian itu PSSI tidak memperbolehkan Pacho Rubio bermain di Indonesia.

Pada saat partai terakhir babak 8 besar, Arema menyerah 3-0 padahal saat itu hanya membutuhkan seri saja sudah lolos ke babak semifinal. Banyak rumor dari para Aremania yang mengatakan bahwa pertandingan itu sengaja dijual.

Aremania yang sangat kecewa menghubung-hubungkan antara uang pinjaman dari pemilik Cafe Hore-Hore Jakarta dengan kegagalan Arema tersebut. Banyak pihak menuding, manajemen sudah menggadaikan pertandingan di delapan besar. Manajemen dianggap sengaja melepas pertandingan agar Arema tidak bisa melanjutkan ke babak semifinal, apalagi sampai juara.

Indikasi semakin menguat karena kebetulan bek Arema Sunardi C melakukan gol bunuh diri saat lawan Pelita Solo hingga tim kalah 0-3. Gol terjadi karena kesalahan komunikasi antara Sunardi dengan kiper Agung Prasetyo.

Sunardi bermaksud backpass dengan heading ke Agung Prasetyo, tapi posisi kiper asal Sidoarjo itu telanjur maju. Bola langsung meluncur masuk ke gawang Arema sendiri.

Ribuan Aremania yang datang langsung ke Gelora Bung Karno sempat menangis, dan sebagian mengumpat karena gol bunuh diri itu. Kemarahan, kekecewaan suporter Aremania hanya sebatas di stadion. Mereka tidak sampai meluapkan engan tindakan anarkis. Bahkan selama di luar stadion hingga pulang ke Malang, Aremania tetap menjaga ketertiban. Tidak ada insiden sekecil apa pun yang dilakukan fanatik Arema tersebut,

Namun, demo besar terjadi di Malang karena Aremania menginginkan penjelasan dari manajemen terkait dengan insiden itu. Tetapi, pertemuan yang digelar antara Arema dengan manajemen membuat sebagian Aremania bisa menerima meski sebagian juga masih tidak terima.

Pacho Rubio 2

“Jujur saya tahu betul siapa yang melempar isu itu sehingga Aremania terpancing. Tetapi tidak masalah, saya bisa menjelaskan kepada Aremania dan sebagian mereka bisa memahami,” kata Asisten Manajer Heryanto.

Pada tahun tersebut Aremania mengukir sejarah sebagai Supporter terbaik dari PSSI yang saat itu masih di pimpin oleh Agum Gumelar. Karena atas dukungannya terhadap tim Arema yang sangat kreatif dan sportif. Dari sinilah awal banyak munculnya supporter-suporter kreatif di Indonesia.

SUSUNAN PEMAIN

  • Agung Prasetyo
  • Hendrik Kotto
  • JM Rubio
  • Sunardi C
  • Charis Yulianto
  • M Ichsan
  • Redi Suprianto
  • Miftahul Huda
  • Rudi Haryantoko
  • Doni Suherman
  • I Putu Gede
  • Ayub Khan
  • Hariyanto
  • Nanang Supriadi
  • Rodrigo Araya
  • Setyo Budiarto
  • Essomba Atangana
  • Yoseph Iyai
  • Fransisco Rodriguez Rubio
  • Joko Susilo
  • M Rochim (put I)

PERTANDINGAN AREMA DI LIGA INDONESIA 1999/2000

Wilayah Timur

Putaran I

  1. 07.11.99 Arema 1-0 Persema [Yoseph Iyai 31]
  2. 11.11.99 Arema 2-0 Gelora [Rodrigo Araya 35, 85]
  3. 21.11.99 Persipura 2-1 Arema [Edward Ivak Dalam 39, Albert Yom 60; Charles Essomba Atangana 75]
  4. 25.11.99 PSM 1-0 Arema [Miro Baldo Bento 44 pen]
  5. 28.11.99 Persma 1-0 Arema [E. Maboang Kessack 30]
  6. 16.01.00 PKT 3-0 Arema [Achmad Junaidi 20, Martin Tao 25, Fachri Husaini 66]
  7. 20.01.00 Pusam 1-0 Arema [Tony Mulyadi 31]
  8. 30.01.00 Arema 1-0 Barito [Juan Rubio 32]
  9. 07.02.00 Arema 2-0 Petrokimia [Pacho Rubio 13, 42]
  10. 13.02.00 PSIS 0-1 Arema [Pacho Rubio 15]
  11. 17.02.00 Pelita 1-1 Arema [Seto Nurdiantoro 55; Harianto 54]
  12. 20.02.00 PSIM 0-0 Arema
  13. 19.03.00 Arema 1-0 Persebaya [Joko Susilo 26]

Putaran II

  1. 29.03.00 Persema 1-2 Arema [Amin Zakaria 55; Rodrigo Araya 32, 69]
  2. 02.04.00 Gelora 3-1 Arema [Misnadi Amrizal 40, 62, Puji Purnawan 75; Juan Rubio 64]
  3. 06.04.00 Arema 0-0 PSM
  4. 12.04.00 Arema 3-0 Persma [Charles Essomba Atangana 39, 46, Onana Denis Jules 49 OG]
  5. 16.04.00 Arema 2-1 Persipura [Rodrigo Araya 50, Charis Yulianto 68; Urbanus Kuwaub 41]
  6. 26.04.00 Arema 3-1 PKT [Joko Susilo 21, Pacho Rubio 23, 24; Aris Budi Prasetyo 76]
  7. 30.04.00 Arema 1-0 Pusam [Juan Rubio 59]
  8. 10.05.00 Persebaya 1-0 Arema [Uston Nawawi 84]
  9. 14.05.00 Barito 0-2 Arema [Charles Essomba Atangana 26, Juan Manuel Rubio 30]
  10. 21.05.00 Arema 0-0 Pelita
  11. 25.05.00 Arema 4-0 PSIM [I Putu Gede 11, Joko Susilo 17, Rudy Haryantoko 59, Ayub Khan 89]
  12. 28.05.00 Arema 3-2 PSIS [I Putu Gede 16, Rodrigo Araya 31, 74 pen; Setiawan 28, Arlison Olivera 38]
  13. 04.06.00 Petrokimia 0-0 Arema

KLASEMEN AKHIR

Wilayah Barat

  1. Persija (Jakarta) 26 14 9 3 48-27 51 Qualified for final tournament
  2. Persijatim (Jakarta) 26 14 4 8 49-27 46 Qualified for final tournament
  3. Persikota (Tangerang) 26 13 6 7 40-21 45 Qualified for final tournament
  4. PSMS (Medan) 26 12 9 5 34-21 45 Qualified for final tournament
    – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
  5. PSPS (Pekanbaru) 26 13 6 7 41-36 45
  6. Semen (Padang) 26 11 11 4 38-20 44
  7. Persiraja (Banda Aceh) 26 12 2 12 31-33 38
  8. Persib (Bandung) 26 8 8 10 22-21 32
  9. PSBL (Bandar Lumpung) 26 8 6 12 23-39 30
  10. PSDS (Lubuk Pakam) 26 7 7 12 38-42 28
  11. Persikab (Bandung) 26 7 7 12 24-37 28
  12. PSP (Padang) 26 6 8 12 21-31 26
    ——————————————————-
  13. Indocement (Cirebon) 26 6 7 13 22-36 25 Relegated
  14. Medan Jaya (Medan) 26 4 4 18 19-59 16 Relegated

Wilayah Timur

  1. PSM (Ujung Padang) 26 16 8 2 41-13 56 Qualified for final tournament
  2. Arema (Malang) 26 14 5 7 31-18 47 Qualified for final tournament
  3. Pupuk Kaltim (Bontang) 26 15 3 8 45-25 45[*] Qualified for final tournament
  4. Pelita (Solo) 26 12 9 5 31-18 45 Qualified for final tournament
    – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
  5. Persipura (Jayapura) 26 11 7 8 37-24 40
  6. Persebaya (Surabaya) 26 9 8 9 31-25 35
  7. Persma (Manado) 26 10 5 11 34-29 35
  8. Persema (Malang) 26 8 10 8 27-26 34
  9. Barito Putra (Banjarmasin) 26 9 5 12 22-35 32
  10. Petrokimia Putra (Gresik) 26 8 7 11 27-38 31
  11. Putra (Samarinda) 26 8 4 14 28-42 28
  12. Gelora Dewata (Denpasar) 26 7 6 13 25-41 27
    ——————————————————-
  13. PSIS (Semarang) 26 6 6 14 22-32 24 Relegated
  14. PSIM (Yogjakarta) 26 4 7 15 15-50 19 Relegated

BABAK DELAPAN BESAR

Grup Timur [Stadion Mattoangin, Makassar]

Final Table:

1.PSM (Ujung Padang) 3 3 0 0 8- 4 9 Qualified for semifinals
2.Pupuk Kaltim (Bontang) 3 1 1 1 4- 4 4 Qualified for semifinals
3.Persijatim (Jakarta) 3 0 2 1 3- 5 2
4.PSMS (Medan) 3 0 1 2 2- 4 1

Grup Barat [Stadion Utama Senayan, Jakarta]

Round 1 [Jul 09] Arema 2-1 Persija (Pacho Rubio, Pacho Rubio, Imran Nahumarury)
Round 2 [Jul 11] Persikota 1-1 Arema (Pacho Rubio)
Round 3 [Jul 13] Arema 0-3 Pelita

1.Persikota (Tangerang) 3 1 2 0 3- 2 5 Qualified for semifinals
2.Persija (Jakarta) 3 1 1 1 4- 4 4 Qualified for semifinals
3.Arema (Malang) 3 1 1 1 3- 5 4
4.Pelita (Solo) 3 1 0 2 4- 3 3

SEMIFINAL

[Stadion Senayan, Jakarta, Jul 20]
Persija 0-1 PSM
Persikota 3-4 Pupuk Kaltim

FINAL LIGA INDONESIA 1999/2000

Utama Senayan, Jakarta, Jul 23; att: 30,000]
PSM 3-2 Pupuk Kaltim
[Kurniawan 39, 62, Rachman Usman 55; Aries Budi Prasetyo 75, Fachry Husaini 80pen]
Penonton : 30,000
Wasit: Djadjat Sudrajat

PSM MAKASSAR
Hendro Kartiko, Ortisan Salossa, Rony Ririn, Syamsudin Batolla, Yuniarto Budi (44 Yosep Lewono), Carlos de Mello, Bima Sakti (c), Yusrifar Jafar (68 Aji Santoso), Miro Baldo Bento (16 Rachman Usman), Kurniawan Dwi Julianto.
Pelatih: Syamsuddin Umar

PUPUK KALTIM :
Sumardi, Jet Donald Laala, Aries Budi, Ridwansyah, Firdaus Nyong, Mansyur, Zulkifli (46 Joko Herianto), Fachry Husaini (c) (yellow 26), Ponaryo Astaman (61 Pujo Semedi), Ardiansyah (79 Yudhi Kuncahyo), Marten Tao]
Pelatih : Soengkowo Soediharto

HADIAH

Juara meraih hadiah Rp 75 juta
Runners-up Rp 60 juta.
Pemain terbaik Rp 20 juta
Pencetak gol terbanyak Rp 15 juta plus sepatu emas

PEMAIN TERBAIK

Best Player: Bima Sakti (PSM Makassar)

TOPSKOR

24 gol : Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)
23 gol : Kurniawan Dwi Yulianto (PSM Makassar)
15 gol : Mourmoda Marco (PSPS Pekanbaru), I Komang Mariawan (Persikota Tangerang)
13 gol : Founda Ntsama (Gelora Dewata), Marthen Tao (PKT Bontang), Andi Kopouw (Persipura Jayapura), Abdul Manan (Persijatim)
10 gol : Jacksen F. Tiago (Persebaya Surabaya), Imam Faisal (PSDS Deli Serdang), Bako Sadissou (Pelita Solo), Miro Balodo Bento (PSM Makassar)

DEGRADASI

Indocement Cirebon, Medan Jaya Medan, PSIS Semarang, PSIM Jogjakarta

PROMOSI

Persita Tangerang, PSS Sleman, Persikabo Bagor, Persijap Jepara

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.