Beranda Memorabilia Kliping Media KLIPING: HM Mislan, Arema Sudah Bubar Kalau Tidak Saya Selamatkan

KLIPING: HM Mislan, Arema Sudah Bubar Kalau Tidak Saya Selamatkan

Kliping Koran Tabloid Kompetisi
Kliping Koran Tabloid Kompetisi

H Muhammad Mislan, atau lebih dikenal sebagai HM Mislan adalah pengusaha kontraktor dari Sidoarjo. Dirinya ketika itu menjadi ayah angkat Arema dengan menanggung pembiayaan Singo Edan.

Mislan di saat itu sudah memiliki klub Gelora Dewata, yang di saat itu berkompetisi di Liga Indonesia (memiliki dua klub untuk saat ini tidak diperbolehkan).

Mislan bercerita hal itu dia lakukan karena eman kepada Arema dan dia sangat senang dengan sepakbola. Berikut ini adalah kling dari nawak TwoBrother tentang Mislan di Tabloid Kompetisi pada bulan September 2007

HM Mislan, Arema Sudah Bubar Kalau Tidak Saya Selamatkan

Berbicara tentang Arema, juga tidak bisa melepaskan sosok HM Mislan, Kalau saja semua orang malang tahu, dialah orang yang berjasa besar terhadap Arema karena telah menyelamatkan klub itu sehingga tidak sampai bubar.

“Kalau waktu itu Arema tidak saya selamatkan, klub ini sudah bubar,” kata Mislan kepada Dwi Arifin, dari tabloid KOMPETISI.

Lelaki ‘gila bola’ ini lantas bercerita bagaimana awalnya ia bisa masuk ke Arema. Ketika itu di Ligina I, kondisi Arema boleh dibilang dalam keadaan sangat kritis. Bahkan dua hari menjelang away ke Kalimantan, pengurus tidak mempunyai uang. Padahal, kalau waktu itu tidak berangkat klub itu bubar. Dalam keadaan ‘sekarat’ itu, Lucky Acub Zainal dan Eko Subekti datang ke kantornya yang ada di Surabaya.

Mislan_Klping_1997

Mereka berharap Mislan bersedia menyelamatkan Arema. Melihat itu, dia akhirnya tergugah.

“Kebetulan saya memang punya hobi bola. Selain itu, saya merasa eman kalau Arema yang sudah ada di Divisi Utama dan punya nama besar lantas bubar. Karena itu saya lantas memenuhi permintaan mereka untuk menyelamatkan Arema,” kata Mislan.

Mislan tidak pedulu meski waktu itu dia harus keluar uang jutaan rupiah, apalagi dia sendiri sudah punya klub yaitu Gelora Dewata, Denpasar.

Pada awalnya, Mislan cuma berjanji akan mendanai Arema untuk satu musim kompetisi saja. Lucky dan Eko pun bersepakat. Tapi begitu kompetisi selesai, klub tidak berhasil mendapatkan penyandang dana baru sebagai penggantinya. Akhirnya terpaksa untuk kedua kalinya Mislan menyelamatkan Arema. Ia kembali habis-habisan, bahkan kalau dihitung-hitung, selama dua musim memegang Arema, Mislan sudah menghabiskan uang sekitar Rp1 Milyar. Belum termasuk bus yang dia siapkan untuk mengangkut pemain, rumah untuk mess pemain lokal dan pemain asing, dan lain sebagainya.

Sayangnya masyarakat Malang ada yang kurang tahu dengan pengorbanan besar yang telah diberikan Mislan dan keluarganya untuk Arema. Selama menangani Arema, banyak sekali tudingan miring yang ditujukan kepada lelaki kelahiran Kebumen ini. Misalnya saat bertemu dengan Gelora Dewata, ada saja yang menuduhnya melakukan pengaturan skor dan lain sebagainya.

“Padahal tudingan itu sama sekali tidak benar, saya tidak pernah melakukan hal itu,” tegas Mislan.

Karena tidak pernah melakukannya, dan hobi sepakbola. Mislan tidak pernah menanggapi tudingan-tudingan miring itu. “Tuhan maha tahu, biar saya dicemooh, dicaci dan tidak dapat apa-apa, saya tidak pamrih ke Sepakbola,” ujarnya.

Sekarang, Arema sudah diserahkan kembali ke pendirinya, Acub Zainal dan putranya Lucky AZ. Dia senang karena banyak pengusaha yang mau menyelamatkan Arema. Seperti Menpora Haryono Isman, Tinton Suprapto, Suroso Mangunsubroto.

“Mudah-mudahan Arema jadi tim yang bagus,” harap.

Mislan sekarang mau istirahat, klub Gelora Dewata miliknya juga diserahkan kepada Vigit Waluyo. “Sayatidak mau cawe-cawe. Saya cuma menyiapkan dana saja, yang ngurus biar Vigit,” terangnya.

Sumber: Tabloid Kompetisi, Edisi 03/09/IV Minggu Ketiga September 1997

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.