Beranda Match Pertandingan Kerasnya Arema Melawan Persik 2003

Kerasnya Arema Melawan Persik 2003

0

Di luar dugaan, kebanyakan pemain Persik tampil ”tanpa sungkan” sekalipun menghadapi bekas klubnya, Arema Malang, Minggu (13/7). Padahal, pertandingan itu berlangsung di kandang Arema, Stadion Gajayana. Duel yang berakhir imbang 2 – 2 itu harus berulang-ulang terhenti akibat permainan keras kedua kesebelasan.

Baru setengah menit permainan berjalan, kapten Persik Haryanto langsung menggebrak. Dia menusuk lini pertahanan lawan, bekerja sama dengan Musikan.

Pemain-pemain tuan rumah seakan terkesima melihat gebrakan awal tamunya. Tak ayal tendangan Haryanto mampu membobol gawang Ansar Abdullah.

Setelah unggul, pimpinan klasemen sementara KLI IX itu makin menjadi-jadi. Peranan Aji Santoso seperti tenggelam di tengah kelincahan bekas rekan-rekannya. Menit ke-10, salah satu mesin gol Persik, Musikan, menambah kemenangan menjadi 2-0.

Namun pada babak kedua, kemenangan itu gagal mereka pertahankan. Kerja sama M Arief dengan Charles Horick dapat menipiskan kekalahan Arema.

Tendangan Horick pada menit ke-52 mengubah kedudukan menjadi 1-2. Horick kembali membuat gol pada menit ke-62 untuk mengubah skor pertandingan menjadi seri 2-2. Kali ini dia menjebol gawang Wahyudi dengan sundulan.

Tak Bisa Masuk

Pertandingan yang dipimpin wasit Sugirlan HS ini disaksikan lebih dari 20.000 penonton. Stadion pun penuh sesak. Sampai-sampai banyak Aremania lain yang tidak bisa masuk stadion, sekalipun mereka memiliki karcis.

Pertemuan dua kesebelasan ini menjadi perbincangan hangat penggemar sepakbola sejak beberapa hari sebelum pertandingan digelar. Suatu hal lumrah, mengingat partai ini sarat nuansa.

Arema tentu tidak ingin dipermalukan oleh mantan pemain-pemainnya, sedangkan mayoritas pemainPersik ingin menunjukkan bahwa mereka tetap bisa berjaya sekalipun tidak lagi berada di bawah panji-panji Arema.

Pertandingan berlangsung keras. Malah kekasaran pun terjadi.

Siswantoro menyikut M Arief dengan keras. Pemain Persik lainnya, Kuncoro, memukul Bayu Andra.

Rodrigo Araya dipaksa turun ke bawah membantu lini pertahanan tuan rumah. Namun, masuknya M Arief mampu menambah daya dobrak, berkat ketajamannya dalam bekerja sama dengan Charles Horick.

Sayang, itu tak membuat mereka mencatat poin penuh kendati Persik akhirnya hanya bermain dengan 10 orang akibat Kuncoro diganjar kartu merah. Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk satu pemain Arema (Simammo Basille) dan dua pemain tamu (Musikan dan Juan Carlos Tapia).

Masuknya Kuncoro menggantikan Claudio diperkirakan bisa memberi tekanan tersendiri bagi kubu Arema dengan kebiasaan sapu bersihnya.

Namun baru satu menit masuk lapangan, pemain yang dikenal temperamental ini bertindak kasar dengan memukul Bayu Andra Cahyadi. Wasit segera mengartumerahkannya.

Persik: Wahyudi, Khusnul Yuli, Aris Budi Santosa, Juan Carlos Tapia/Kuntjoro, Siswantoro, Ari Susanto, Suswanto, Haryanto (kapten), Claudio, Musikan, Bob Manuel.

Arema: Ansar Abdullah/Kurnia Sandi, Hermawan, Donny Saperi, Simamo Basille, Tony Febian/M. Arief, Iwan Setiawan, Aji Santoso, Rodrigo Araya (kapten), Setyo Budiarto/Bayu Andra Cahyadi, Charles Horick, Stanley Mamuaya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.