Beranda Fokus Profil Gustavo Lopez, Satu Musim Penuh Kenangan

Profil Gustavo Lopez, Satu Musim Penuh Kenangan

0
Gustavo Lopez saat Arema melawan Selangor
Gustavo Lopez saat Arema melawan Selangor

Dirinya direkrut untuk membuat serangan Arema lebih mengalir, berikut ini adalah profil Gustavo Lopez dan sekilas perjalanannya di Arema

Hanya satu tahun dilalui Gustavo Lopez di Arema Cronus, pemain yang direkrut untuk Indonesia Super League 2014 dari Persela Lamongan ini langsung menyatu dengan skema tim Arema.

Setahun bersama Singo Edan memang hanya menempatkan Arema di babak semi-final setelah dikalahkan Persib Bandung di Palembang. Namun, perjalanan Arema dan gaya main dari Gustavo sangat sulit untuk dilupakan. Tak pelak, beberapa Aremania hingga wartawan yang biasa meliput Arema secara tidak resmi menasbihkan dirinya sebagai playmaker terbaik yang pernah dimiliki oleh Arema.

Secara ringkas, pemain asal Argentina ini adalah roh permainan Arema di formasi 4-2-3-1. Dirinya berada tepat di belakang striker. Meskipun bermain di belakang striker, Gustavo tidaklah benar-benar disana. Hampir jarang ditemui Gustavo masuk ke kotak penalti dari lini kedua saat striker tunggal Arema yang waktu itu di pegang Gonzales. Sang pemain lebih suka berkeliaran di lini tengah untuk kemudian membongkar pertahanan lawan dengan giringan ataupun umpannya.

Sementara lini kedua Arema diserahkan kepada Samsul Arif di sisi kanan, dan Alberto Goncalves di sisi kiri, sebuah daya serang yang mengerikan dipunyai Singo Edan kendati tidak menjadi juara.

Saat Gustavo diperbolehkan kemana-mana, Suharno sudah menyiapkan dua gelandang kembar yang melindungi lini belakang Arema. Secara bergantian Ahmad Bustomi, Juan Revi, I Gede Sukadana, hingga Hendro Siswanto dimainkan.

Ketika dia dibiarkan bebas bermain inilah Gustavo bisa mengkreasi beberapa peluang yang diselesaikan rekannya ataupun dia selesaikan sendiri. Total dia mampu bermain sebanyak 1903 menit dengan 21 kali menjadi starter, tiga kali menggantikan pemain lain dan tujuh kali ditarik keluar. Dia juga terbilang subur karena mampu mencetak delapan gol di ISL dan tiga gol di Piala AFC.

Salah satu gol krusial yang dia cetak untuk Arema adalah pertandingan melawan Persib di Kanjuruhan dan Bandung. Di Kanjuruhan (25/5/14), Gustavo mampu mencetak dua gol penyama kedudukan saat Arema lebih dulu ketinggalan dua gol. Sementara di Si Jalak Harupat (13/4/14) dirinya mencetak gol dari tendangan sudut.

Sayang, gaya main Gustavo yang senang menahan bola dan mengatur ritme permainan memang membuat dia menjadi sasaran tekel lawan. Apalagi, bola lebih lama dia mainkan di kakinya sehingga tekel-tekel brutal kerap hadir yang menyebabkan dia juga absen membela Arema.

Gustavo Lopez di semi-final ISL 2014 melawan Persib
Gustavo Lopez di semi-final ISL 2014 melawan Persib

Satu hal yang mungkin tidak bisa dilupakan oleh dirinya dan Aremania adalah pertandingan semi-final melawan Persib. Arema yang saat itu unggul hingga memasuki 10 menit terakhir harus kehilangan Gustavo. Sang pemain memberikan aba-aba kepada pelatih jika dirinya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Karena itu dia digantikan Sukadana menit 79. Akibat pergantian itu, sudah diketahui semua jika Arema kemudian kalah dengan skor 3-1 melawan Persib dan gagal ke semi-final.

“Saya benar-benar merasakan sakit di menit akhir. Saya sudah rasakan itu sejak pertengahan babak kedua. Saya langsung meminta ganti tim pelatih. Lalu dokter periksa saya dan meminta saya coba terus main. Saya coba sprint di lapangan tapi tidak bisa. Saya minta ganti lagi,” terangnya.

“Keputusan yang saya buat sangat berat. Saya mungkin bisa saja terus memaksa main tapi akhirnya menghancurkan kaki saya dan tak bisa meneruskan karir sepakbola. Saya putuskan minta ganti karena kondisi saya tidak mungkin lagi,”

“Saya kecewa sekali. Saya sedih dan tidak bisa tidur setelah pertandingan. Saya hanya diam di kamar, sambil mengenang semua pengalaman saya bersama Arema. Bagaimana kita begitu bagus di pra musim, raih trofi pra musim, main penyisihan dan TC. Rasanya hancur sekali. Perjuangan kita selama satu musim lebih untuk menuju titik ini sangat panjang. Satu tahun kita berjuang keras dari pertandingan satu ke pertandingan lain. Kita sangat bagus. Tapi, hanya dalam lima menit lawan Persib, semua itu hilang begitu saja, saya menangis,”

Usai musim 2014, Arema sebenarnya menginginkan dia bertahan. Namun, Gustavo kemudian pergi ke Terengganu FA. Sebuah keputusan yang terbilang sangat tepat karena kemudian di tahun 2015 kompetisi Indonesia berhenti akibat kisruh antara Menpora dengan PSSI.

Profil Gustavo Lopez

Gustavo Lopez

Nama LengkapGustavo Fabian Lopez
Nama PanggilanGustavo
KebangsaanArgentina
Tanggal Lahir28 April 1983
Tempat LahirIsidro Casanova
Tinggi Badan180
Berat Badan73
PosisiPlaymaker
Karier Klub
Sebelum AremaPersela
2014Arema
Setelah AremaTerengganu FA
Karier Timnas

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.