Beranda Memorabilia Foto FOTO KLASIK: Sesaat Arema Kalah Melawan PSPS Di Liga Indonesia 2002

FOTO KLASIK: Sesaat Arema Kalah Melawan PSPS Di Liga Indonesia 2002

Wajah murung pemain Arema | Foto: Harie Pandiono
Wajah murung pemain Arema | Foto: Harie Pandiono

Laga di Pekanbaru pada 09 Mei 2002 pada kompetisi Liga Indonesia 2002 menjadi hal yang tidak mengenakkan. Meskipun sang lawan adalah tim bertabur bintang, namun mereka seperti ‘takut’ menghadapi Arema yang notabenenya tidak ada pemain yang menonjol.

Seperti yang diceritakan oleh AremaniaCyber, sesaat ketika Arema datang ke Pekanbaru, Arema sudah seperti dikerjai. Panpel pertandingan sulit dihubungi, sehingga tidak ada bis yang menjemput rombongan untung ke Hotel. Kondisi ini membuat Daniel Roekito menyewa mobil untuk mengangkut rombongan. Kejadian yang sama terulang saat Arema melakukan uji lapangan dan pertandingan. Tentu saja perlakuan tim yang baru saja mentas dari Divisi I itu dianggap tidak wajar.

“Panpel di sini mengecewakan, kami dicuekin, transportasi yang harusnya disediakan untuk tim tidak ada, untuk ada Aremania Pekanbaru yang membantu kita,” kata Daniel Roekito.

Sebelum main | Foto: Harie Pandiono
Sebelum main | Foto: Harie Pandiono

Selain tim yang dikecewakan, firasat buruk juga terjadi saat kiper Arema Dwi Sasmianto sudah bermuka murung. Karena disaat itu HP miliknya rusak dan dia sedang ada telpon dari istrinya. Tentu sang Istri marah-marah karena HPnya tidak bisa ditelpon.

“Istri saya mungkin curiga karena tidak bisa menelpon saya,” kata Kirun yang langsung digarap habis-habisan oleh Daniel Roekito dan rekan-rekan setimnya gara-gara HP dan omelan istrinya.

Di akhir cerita, beberapa pemain Arema curiga kepada salah seorang wanita misterius yang datang ke hotel pemain Arema. Wanita misterius ini datang bersama pria setengah baya yang menggenakan peci. Ia menumpang bis pemain Arema menuju stadion. Beberapa pemain Arema berbisik bahwa wanita dan pria tersebut adalah ‘dukun’ yang disiapkan tim tuan rumah.

Kredit Foto: Harie Pandiono

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.