Beranda Fokus Inilah Pertandingan Terbaik Arema (1)

Inilah Pertandingan Terbaik Arema (1)

0
Skuat Arema di Final Piala Indonesia menyajikan pertandingan terbaik
Skuat Arema di Final Piala Indonesia menyajikan pertandingan terbaik

Pertandingan Arema melawan Semen Padang hari Minggu (05/03) kemarin di pandang sebagai salah satu pertandingan terbaik Arema yang pernah dimainkan.

‘Heroik!’, kata seorang kawan.

Saya setuju, pertandingan kemarin tidak hanya memperlihatkan skor kemenangan semata, tapi juga suguhan mentalitas, determinasi dan semangat yang dimiliki oleh Cristian Gonzales, dkk. Melihat pertandingan kemarin juga seperti nostalgia beberapa laga krusial yang pernah dimainkan oleh tim Singo Edan.

Berikut beberapa Pertandingan Terbaik Arema lainnya sepanjang sejarah tim Singo Edan (karena kurangnya resource, saya batasi durasinya sejak era abad ini) :

1. Persija vs Arema 3-4, Gelora Bung Karno, 19 November 2005

Skuat Arema di Final Piala Indonesia menyajikan pertandingan terbaik
Skuat di Final Piala Indonesia menyajikan pertandingan terbaik Arema

Arema tampil dalam laga final Copa Indonesia 2005 sebagai underdog. Maklum di tahun 2005 prestasi tim Singo Edan kalah mengkilap dibandingkan Macan Kemayoran. Tim asuhan Benny Dollo tersebut beberapa bulan sebelumnya mengalami kegagalan di babak delapan besar Liga Indonesia 2005. Sementara Persija justru sukses menapak final meski pada akhirnya dikalahkan Persipura.

Berbekal kesuksesan menekuk PSS Sleman dengan agregat 5-0 di babak semifinal. Arema mencoba tampil dengan percaya diri. Sokongan 10.000 lebih Aremania yang mengiringi Emaleu Serge, dkk diharapkan turut membangkitkan motivasi tim berzodiak Leo tersebut. Skuad Arema nyaris tampil full team, hanya di posisi penjaga gawang, Benny Dollo cukup berani menampilkan Silas Ohee, kiper cadangan Arema kala itu. Keputusan yang nyaris berbuah blunder.

Pertandingan yang dipimpin Jajat Sudrajat kala itu berlangsung dalam tempo yang tinggi. Penggemar Persija bersorak terlebih dahulu setelah Adolfo Fatecha sukses menceploskan bola kegawang Arema melalui blunder Silas Ohee. Ia gagal menangkap tendangan bebas yang mengarah tepat pada posisinya. Bola berhasil direbut pemain asal Paraguay tersebut untuk dikonversi menjadi gol.

Ketinggalan satu gol tak membuat Singo Edan down. Berikutnya drama susul menyusul gol terjadi. Berselang delapan menit Franco Hita membuat gol ke gawang Mukti Ali Radja setelah memanfaatkan umpan Erol Iba dari sisi kanan pertahanan Persija.

Di babak kedua drama mencapai klimaksnya. Firman Utina sukses memberikan keunggulan bagi tim Singo Edan setelah membuat gol melalui proses dribbling dengan melewati Charis Yulianto dan Aris Indarto. Skor 2-1 untuk keunggulan Arema.

Kemenangan Arema tak bertahan lama. Dua menit berikutnya Persija mendapatkan hadiah penalti kontroversial yang sukses dieksekusi oleh Batoum Roger. Wasit memandang bek Arema, Sunar Sulaiman membuat handsball, namun dari tayangan ulang terlihat bola hanya menyentuh dada, dan posisi tangan Sunar sedang tidak aktif.

Nasib sial kembali menghampiri Singo Edan. Kali ini Alex Pulalo mendapat kartu kuning kedua (sekaligus kartu merah-red) setelah melakukan pelanggaran kepada Ortisan Salossa. Kubu Arema tak terima dengan keputusan wasit sehingga sempat menarik pemainnya ke pinggir lapangan hingga 14 menit.

Kalah dalam jumlah pemain ternyata tak memberi keuntungan kepada Persija. Mereka kesulitan untuk menambah pundi-pundi golnya. Bahkan di menit ke-77. Aris Indarto mendapat hukuman kartu kuning kedua kepada diri dan diusir dari lapangan.

Dengan jumlah pemain yang seimbang, semangat tim Singo Edan kembali terangkat. Arema berhasil unggul kembali di menit ke-85 setelah Firman Utina sukses menceploskan si kulit bundar ke gawang Persija melalui proses yang seperti sebelumnya.

Sayang keunggulan Arema tidak bertahan lama. Kali ini Kurniawan Dwi Julianto sukses menyamakan kedudukan lewat tandukannya di menit ke-89. Skor bertahan hingga peluit berakhirnya babak kedua, sekaligus membuat pertandingan diteruskan kedalam babak perpanjangan waktu.

Fase over time menjadi milik Arema sepenuhnya. Pada momen ini Firman Utina menegaskan dirinya sebagai bintang lapangan dengan mencetak hat trick setelah melakukan dribbling bola dan mencetak gol ke gawang Persija. Puluhan ribu Aremania bersorak menyambut selebrasi Firman Utina, dkk yang berlari menuju sentelban.

Gol Utina ini benar-benar menjadi kulminasi pertandingan tersebut. Selepas kejadian tersebut tak ada lagi gol yang tercipta dari pemain Persija, sehingga Arema dinobatkan sebagai kampiun Copa Indonesia untuk pertama kalinya.

2. Persekabpas vs Arema 1-2, Stadion Pogar, 7 Juni 2006

Skuat 2006, menyajikan pertandingan terbaik Arema melawan Persekabpas
Skuat 2006, menyajikan pertandingan terbaik Arema melawan Persekabpas

Lawatan ke kandang Persekabpas di Stadion Pogar Bangil, 7 Juni 2006 bak laga hidup mati bagi tim Singo Edan. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim asuhan Benny Dollo tersebut.

Apalagi tuntutan suporter begitu tinggi, Aremania tak ingin tim kesayangannya pulang ke Malang dengan tangan hampa. Mereka menginginkan obat penawar duka atas terjadinya `Tragedi Madiun’, 14 April 2005. Yakni, tewasnya dua Aremania, Abdul Rokim dan Mat Togel, sebelum laga melawan Persekabpas.

Hanya kali ini tim Singo Edan dipastikan berangkat tanpa dukungan langsung suporternya. Untuk alasan keamanan dan infrastruktur yang kurang memadai (Stadion Pogar hanya berkapasitas maksimum 15.000 penonton-red), keberangkatan Aremania ke Bangil terpaksa diurungkan. Meski demikian doa dan harapan suporter agar I Putu Gede, dkk pulang dengan selamat dan membawa hasil terbaik (baca : kemenangan-red).

Pertandingan melawan Persekabpas dimulai dengan suasana yang panas baik secara cuaca maupun kondisi di tribun penonton. Teror secara verbal dilayangkan suporter tuan rumah kepada punggawa Arema.

Pemain Arema kehilangan momentum pada menit pertama setelah pemain asing Persekabpas, Ullian Souza mencetak gol cepat di menit pertama, imbas kesalahan pemain belakang Arema. Kondisi ini membuat tim berjuluk Laskar Sakera tersebut tampil lebih semangat. Mereka berusaha menambah keunggulannya melalui pressing ketat dan memanfaatkan pemain Arema yang belum menemukan irama permainannya. Meski demikian tak ada gol lagi yang tercipta hingga babak pertama berakhir.

Pasca kick off Arema mulai menjalankan skema permainan yang diarahkan Benny Dollo untuk lebih bermain lepas dan berani menyerang. Emaleu Serge dkk tampil lebih trengginas dan heroik. Mereka tak hanya menghadapi sebelas pemain lawan, namun juga teror fisik dari suporter tuan rumah.

Pertandingan yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional tersebut sempat dihentikan beberapa menit karena lemparan batu dan kerikil para penonton ke dalam lapangan.

Di menit ke-65 Emaleu Serge berhasil membawa Arema menyamakan kedudukan setelah membuat gol ke gawang Laskar Sakera. Penonton yang tak puas membuat suasana ricuh dengan melemparkan batu ke arah Firman Utina, Marthen Tao dan Emaleu Serge yang sedang melakukan selebrasi di sebelah gawang Roni Tri Prasnanto. Bahkan Emaleu Serge harus menerima perawatan karena berdarah kepalanya setelah mendapat lemparan batu dari suporter tuan rumah.

Gol Emaleu Serge berhasil mengubah jalannya pertandingan. Kali ini tim Singo Edan mampu keluar dari tekanan dan tampil lebih percaya diri. Lewat sebuah skema yang baik, Marthen Tao berhasil membawa kemenangan bagi tim Singo Edan setelah mencetak gol di menit ke-79. Lagi-lagi suporter tuan rumah berulah dengan melampiaskan kekecewaan berupa lemparan benda berbahaya ke arah lapangan.

Unggul 2-1, Arema tampil tenang mengendalikan jalannya pertandingan. Sebaliknya Laskar Sakera terlihat downkarena kemenangan di depan mata seolah sirna. Hingga peluit akhir berbunyi, Firman Utina, dkk mampu mempertahankan keunggulannya dan membawa tiga poin ke Malang.

Kemenangan Arema di kandang Persekabpas harus dibayar mahal dengan 1 kartu merah (Alex Pulalo) dan 7 kartu kuning yang menimpa tim asuhan Benny Dollo tersebut. Meski demikian Emaleu Serge dkk berhasil menegakkan kembali kehormatan tim Singo Edan dan Aremania yang sulit diukur harganya.

(bersambung di sini)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.