Beranda Fokus Tur – Stadion My Dinh, Tempat Wanita Cantik Berkumpul

Tur – Stadion My Dinh, Tempat Wanita Cantik Berkumpul

Foto di depan Stadion

Dimana fans bola cewek Asia Tenggara berkumpul, salah satu jawaban yang baru saja saya dapat adalah di Stadion My Dinh. Ya, mungkin cerita ini sedikit terlambat namun akan tetap saya bagikan untuk anda tentang perjalanan ke Stadion My Dinhh, Hanoi.

Stadion My Dinh adalah Stadion baru di Vietnam, terletak di barat daya kota. Stadion ini diresmikan pada tahun 2003, yaitu pada saat Hanoi menjadi tuan rumah pesta olahraga ASEAN dalam nama SEA Games 2003. Tidak heran di sekitar wilayah itu juga terdapat berbagai sarana olahraga seperti Gedung Basket dan Voli, termasuk juga dua lapangan latihan dengan rumput internasional. Kabarnya komplek olahraga ini mengeluarkan biaya hingga 53 juta dollar Amerika.

2014 Suzuki Cup
Empat sisi tribun Stadion My Dhinh

Stadion berkapasitas 40.000 penonton itu terdiri dari empat macam tribun. Tribun barat dan timur adalah tribun tertutup sementara sisi selatan dan utara yang lebih pendek dibiarkan terbuka. Meski tribun di belakang gawang bisa berjalan ke sisi timur, namun panpel setempat membaginya menjadi empat kategori saat tim nasional Vietnam bermain, kategori suporter di belakang gawang, kategori umum di tribun timur, kategori vip di sisi barat, kategori vvip di sisi barat bagian tengah, dan undangan. Khusus undangan ini panpel tidak menjualnya dalam bentuk tiket, melainkan langsung membaginya kepada tamu negara ataupun sponsor.

Indonesia seri sekali dan kalah sekali di Stadion ini.
Indonesia seri sekali dan kalah sekali di Stadion My Dinh.

Di Vietnam terutama di Stadion My Dinh, sistem penjualan tiket agak berbeda dengan yang ada di Indonesia. Di negeri paman Ho, tiket sudah dijual jauh hari pertandingan. Bukan kwitansi yang kemudian ditukarkan saat hari pertandingan, melainkan tiket asli yang bakal digunakan pertandingan. Tidak takut dibajak?. Seorang kawan menjelaskan jika pembajakan tiket bukanlah budaya di Vietnam meski pada dasarnya sepatu branded milik Amerika dan Jerman bajakan bertebaran di seantero negeri. Namun, khusus tiket ini memang jarang ada niatan untuk diserupakan seperti yang dilakukan oleh oknum fans nakal di Indonesia.

Persamaannya, penjualan tiket juga menggunakan pihak ketiga yang kalau di Indonesia akrab disebut Calo. Sama seperti di Indonesia pula, calo ini kadang menaikkan harga tiket sesuka hati.

Satu hal yang patut ditiru adalah penggunaan alat deteksi logam untuk suporter yang masuk ke Stadion, tujuan dari penggunaan alat ini adalah tidak bisa masuknya alat-alat tajam. Termasuk juga berbagai media yang dilarang FIFA semacam cerawat ataupun kembang api. Agaknya, cara panpel mengatasi benda haram ini terlihat keren. Namun, tetap saja cerawat bisa masuk ke Stadion entah bagaimana caranya. Terbukti, saat timnas Vietnam mencetak gol, suporter di tribun timur langsung menyalakan cerawat. Dan dengan sigap petugas stadion yang membawa tabung pemadam langsung berjingkat untuk memadamkan api.

FBL-AFF-SUZUKI-CUP-PHI-VIE
Aksi fans Vietnam

Nah, di Stadion My Dinh, banyak sekali fans perempuan yang bertebaran, ada yang berpasangan ataupun tidak berpasangan, mereka juga menggunakan baju khas suporter yaitu baju warna merah dengan gambar bintang. Pendek kata, bisa jadi ini adalah kali kedua saya begitu banyak melihat fans perempuan di Stadion setelah kedatangan Arsenal di Jakarta dua tahun lalu. Kawan saya sendiri tidak tahu fenomena itu, karena memang hal itu sudah terbiasa di Hanoi.

Penabuh genderang pun juga wanita, simak juga sosok dibelakangnya, wanita juga kan...
Penabuh genderang pun juga wanita, simak juga sosok dibelakangnya, wanita juga kan…

Sama seperti fans laki-laki, mereka juga berteriak kencang dalam memberikan dukungan. Bahkan disisi selatan tribun ada perempuan yang menabuh genderang dan memimpin nyanyian tribun.

Selama tiga pertandingan, fans wanita ini yang datang semakin banyak. Seperti ungkapan seorang kawan yang langsung saya benarkan karena sudah membuktikan sendiri, ”Di Hanoi banyak sekali orang yang senang tersenyum, senyumnya perempuan Hanoi bikin kamu susah pulang’, begitu juga dengan fans di Stadion, mereka sangat murah senyum. Tetapi tetap meskipun tersenyum mereka sangat sulit dimengerti karena kebanyakan sulit mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris. “Whats your name miss,” kataku kepada sosok perempuan saat dia masuk ke Stadion. Dia hanya memandang dan tersenyum. Duh….

2014_11_20_My dinh4
Saat suporter Vietnam sedih usai dikalahkan oleh Thailand di semifinal

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.