Beranda Memorabilia Kliping Media KLIPING: Arema Terpuruk Ditinggal Singgih Pitono

KLIPING: Arema Terpuruk Ditinggal Singgih Pitono

Kasihan Arema, nasibnya semakin tidak jelas sejak ditinggalkan macan gol-nya.

0

Siapa berani menyangkal kalau Singgih Pitono sangat berarti buat Arema? Siapa yang protes bila dikatakan anak Kampung Ngunut Tulungagug ini ternyata pemasok kemenangan Arema merebut mahkota kompetisi Galatama ke-12 tahun lalu dengan 21 golnya.

Jangan harap itu terjadi lagi, kini paling tidak harus menunggu 2 tahun saat dibebaskannya Singgih dari hukuman skorsing yang dijatuhkan Liga (6/12/93), akibar dari pertandingan Arema melawan Mitra – dua klub tetangga – yang berseteru di Stadion Gajayana Malang (28/11093).

Lulut Kistono disinyalir mengeluarkan bogem mentah, sedangkan Singgih dituduh melakukan pemukulan. Tanpa ampun lagi, hukuman 2 tahun tak boleh main di lingkungan PSSI pun diturunkan Komite Disiplin.

Terang saja Arema kelimpungan. Acub Zainal – bos Arema – marah besar. Ia bahkan menuduh Komite Disiplin tidak benar.

“Bagaimana merasakan main bola, kalau di pertandingan Galatama saja saya tidak pernah melihat tampang-tampang mereka?” begitu kira-kira marahnya sang Jenderal. menuding komite disiplin.

Tetapi itu tidak mengubah keputusan, Arema tetap jalan tanpa Singgih di saat kompetisi Galatama ke-13 ini sedang bergulir. “Keputusan itu tidak mendidik, mereka telah membunuh aset nasional,” kata Lucky Acub Zainal – Ketua Harian Arema – lirih dan penuh kecewa.

Sah saja kalau Lucky kecewa. Ia benar-benar merasakan pincangnya kekuatan Arema tanpa salah satu striker terbaik nasional saat ini. Padahal, ketika ada Singgih di kandang sendiri, Arema mampu menahan Pupuk Kaltim dengan skor 0-0, mempermalukan Barito 2-0, mempecundangi Putra Samarinda 2-1, sedangkan di kandang lawan bermain imbang 0-0 atas Asyabab, sebelum akhirnya meletus peristiwa Arema-Mitra, di pertandingan itu Singgih mampu mencetak dua gol.

Selanjutnya lini depan Arema ompong dan mandul. Bahkan nyari di setiap pertandingan Arema sering dipermalukan. Lawan-lawannya yang dulu pernah sulit mengalahkannya kini menjadi lebih muda.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.