Beranda Kompetisi Arema Malang Di Divisi I 2004 Liga Pertamina

Arema Malang Di Divisi I 2004 Liga Pertamina

0
Skuat Arema ujicoba melawan Selangor sebelum Liga Pertamina 2004
Skuat Arema ujicoba melawan Selangor sebelum

Di Liga Indonesia 2004, Arema Malang harus bermain di kasta kedua yaitu Divisi I yang juga dinamakan Liga Pertamina. Turunnya Arema dikarenakan Singo Edan terdegradasi dari Divisi Utama setelah di Liga Indonesia 2003 berada di peringkat ke-17.

Kompetisi Divisi 1 bernama Liga Pertamina karena disponsori oleh BUMN itu. PSSI sebagai regulator membagi 24 klub menjadi dua grup. Tiga tim peringkat teratas bakal diadu kembali dibabak enam besar. Sementara tiga tim terbawah terdegradasi ke Divisi II. Setiap klub diperbolehkan mengontrak lima pemain asing, namun hanya empat saja yang bisa dimainkan.

Arema yang sudah diambil alih pengelolaannya oleh Bentoel bergerak cepat untuk mempersiapkan tim. Mereka menargetkan hanya cukup satu musim saja di Divisi I untuk kemudian di tahun depan sudah berada di kasta tertinggi. Sebagai jalan pertama, Arema merekrut pelatih kawakan Benny Dollo. Proses perekrutan Benny Dollo bisa dibilang tidak mudah, karena di saat yang sama, tim kampung halaman Benny yaitu Persibom Bolaang mongondow memperlukan baktinya.

“Saya memilih Arema karena tim ini sangat serius mempersiapkan diri di Divisi Utama. Targetnya juga sangat jelas yaitu promosi tahun depan,” kata Benny.

Dituntut untuk lolos Benny pun menyanggupi, buruknya Arema di Ligina 2003 membuat sebagian besar pemain tidak dipertahankan, Pemain yang dipertahankan adalah Kurnia Sandy, Firman Basuki, Hermawan, Nanang Supriadi, Stanley Mamuaya, dan Charles Horic. Sementara pemain baru adalah Sutaji, Silas Ohe, Erol FX Iba, Sonny Kurniawan, Sunar Sulaiman, Zainuri, Aris Budi Prasetyo, I Putu Gede, Enjang Rohiman, Marthen Tao, Claudio De Jesus, Joao Carlos, Junior Lima dan Rivaldo Costa.

Gabungan pemain lama dan baru itu memang terlihat bagus, tidak heran beberapa media menyatakan jika meski Arema bermain di Divisi I, namun kekuatan skuat mereka mirip seperti Divisi Utama.

Di awal musim juga terjadi sengketa perebutan pemain, adalah Persebaya yang tidak merelakan dua pemainnya Hendro Kartiko dan Bejo Sugiantoro untuk ke Arema. Sementara Singo Edan ngotot mendapatkan sang pemain karena sudah terlanjur prakontrak, salah satu bukti yang diutarakan manajemen adalah Bejo sudah memberikan KTPnya sebagai tanda keseriusan ke Arema. Beruntung, KH. Hasyim Muzadi sebagai tokoh yang dituakan oleh masyarakat Jatim berhasil meredam kedua kubu dengan mengundang ke rumahnya di Jl Cengger Ayam, Kota Malang.

Karena secara materi terbilang sangat kuat dibandingkan kontestan lain, Arema sangat perkasa atas lawan-lawannya di babak penyisihan grup. Selama empat pertandingan pertama, berturut-turut Arema mampu menang melawan Persigo Gorontalo, Persibom Bolaang Mongondow, Persmin Minahasa dan Mitra Kukar. Kekalahan pertama terjadi manakala Putu Gede cs tandang ke Balikpapan untuk melawan Persiba.

Kekalahan itu sedikit tidak bisa diterima karena berawal dari provokasi penonton dalam sesi latihan Arema, akibat provokasi itu, terjadi sebuah keributan yang menyebabkan tiga pemain Arema digelandang ke kantor Polisi, mereka adalah Stanley Mamuaya, Silas Ohee dan Junior Lima dan baru keesokan harinya dibebaskan. Akibat kejadian itu, mental Arema terganggu hingga akhirnya kalah dengan skor 1-0 lewat gol Jumadi Abdi.

Di akhir penyisihan grup, Arema melenggang ke babak enam besar dengan raihan 51 poin dan unggul 13 poin atas peringkat kedua Persegi Gianyar. Selain Arema dan Persegi, empat kontestan lain dibabak enam besar adalah Persibom, PSDS Deli Serdang, Persema Malang, dan Persijap Jepara.

Di Jakarta, Arema benar-benar tampil maksimal, mereka mengalahkan Persema 4-1 dan Persibom 3-0 untuk memastikan lolos ke Divisi Utama. Sementara, kemenangan di final melawan PSDS dengan skor 1-0 lewat gol Marthen Tao di menit ke-119 semakin melengkapi kelolosan Arema.

SUSUNAN TIM

Manajemen

Ketua Umum : Drs Darjoto Setiawan MM
Manajer : Ir. H Gandi Yogatama
Asisten Manajer : M. Taufan
Sekretaris Umum : Satrija Budi Wibawa
Pelatih : Benny Dollo

Pemain
Kiper

  • Kurnia Sandy (1)
  • Silas Ohe
  • Ariesoma

Bek

  • Aris Budi Prasetyo (dari Petrokimia Putra) (18)
  • Zainuri
  • Claudio de Jesus [Brazil] (6)
  • Sunar Sulaiman (dari Barito Putra) (29)
  • M. Iksan
  • Ichwan Wicaksono (putaran I)
  • Isdianto
  • Doni Saperi

Tengah

  • Erol FX Iba (dari Semen Padang)
  • Aji Santoso
  • Firman Basuki (11)
  • Hermawan
  • Sony Kurniawan (dari Semen Padang) (7) – 2 gol
  • Sutaji (dari Deltras)  – 1 gol
  • Bayu Andra Cahyadi
  • Ferdiansyah (putaran I)
  • Toni Pebian (putaran I)
  • I Putu Gede – 2 gol (14)
  • Nanang Supriadi – 5 gol
  • Joao Carlos [Brazil] – 3 gol (22)
  • Enjang Rohiman
  • Rudy Haryantoko

Striker

  • Stanley Mamuaya – 2 gol (23)
  • Junior Lima Filho [Brazil] – 13 gol (10)
  • Marthen Tao (dari PKT) – 3 gol (19)
  • Donny Kalebos
  • Charles IS Horik – 1 gol
  • Rivaldo Costa Amaral Filho (putaran II) [Brazil] – 12 gol (24)

PERTANDINGAN AREMA LIGA PERTAMINA

Putaran Pertama

  1. Minggu, 15 Februari 2004 : Arema vs Persigo 3-0 [Nanang Supriyadi 50, 70, 71]
  2. Rabu, 18 Februari 2004 : Arema vs Persibom 4-0 [Sonny Kurniawan 7, Joao Carlos 44, 46, Junior Lima Filho 60]
  3. Minggu, 22 Februari 2004 : Arema vs Persmin 2-0 [Junior Lima Filho 20, 43]
  4. Selasa, 2 Maret 2004 : Mitra Kukar vs Arema 1-2 [Zaenal Abidin 86; Junior Lima Finho 17, 56]
  5. Sabtu, 6 Maret 2004 : Persiba vs Arema 1-0 [Jumadi Abdi 44]
  6. Selasa, 9 Maret 2004 : Barito Putra vs Arema 0-1 [I Putu Gede 15]
  7. Rabu, 14 April 2004 : Arema vs Perseden 1-0 [Joao Carlos 69pen]
  8. Rabu, 21 April 2004 : Persegi vs Arema 0-1 [Junior Lima 13]
  9. Sabtu, 1 Mei 2004 : Perseman vs Arema 0-2 [Junior Lima 56, Charles Horic 66]
  10. Rabu, 5 Mei 2004 : Persiter vs Arema 0-2 [Stanley Mamuaya 30, Junior Lima 68]
  11. Minggu, 9 Mei 2004 : Persim vs Arema 0-0

Putaran Kedua 

  1. Rabu, 14 Juli 2004 : Persmin vs Arema 1-0 [Jalaluddin 73]
  2. Minggu, 18 Juli 2004 : Persibom vs Arema 0-0
  3. Kamis, 22 Juli 2004 : Persigo vs Arema 2-1 [Rodrigo Senhuesa 57pen, Rahman Bereki 70; Rivaldo Costa 36]
  4. Rabu, 28 Juli 2004 : Arema vs Persegi 3-0 [Rivaldo 51, I Putu Gede 64, Junior Lima 90]
  5. Minggu, 1 Agustus 2004 : Arema vs Perseman 1-0 [Rivaldo Costa 57]
  6. Rabu, 4 Agustus 2004 : Arema vs Persim 4-0 [Rivaldo Costa 4, 30, Junior Lima 33, 65]
  7. Minggu, 8 Agustus 2004 : Arema vs Persiter 3-0 [Junior Lima 14, Rivaldo Costa 29, 81]
  8. Minggu, 15 Agustus 2004 : Perseden vs Arema 2-2 [Claudio Villan 37, 77; Sutaji 82, Junior Lima 85]
  9. Kamis, 23 September 2004 : Arema vs Mitra Kukar 1-0 [Rivaldo Costa 75]
  10. Senin, 27 September 2004 : Arema vs Persiba 2-0 [Marten Tao 55, Rivaldo 85pen]
  11. Kamis, 30 September 2004 : Arema vs Barito Putra 2-1 [Nanang Supriyadi 19, Rivaldo 80; Frans Sinatra 45]

KLASEMEN AKHIR PENYISIHAN LIGA PERTAMINA

Klasemen akhir babak penyisihan Wilayah Timur:

  1. Arema (Malang) 22 16 3 3 37- 8 51 Lolos
  2. Persegi (Gianyar) 22 11 5 6 35-21 38 Lolos
  3. Persibom (Kotamobagu) 22 10 5 7 32-27 35[*]Lolos
    – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
  4. Persiba (Balikpapan) 22 10 3 9 28-33 33[*] [!]
  5. Persmin (Minahasa) 22 10 2 10 32-29 32 [!]
  6. Persim (Maros) 22 9 4 9 20-26 31
  7. Persigo (Gorontalo) 22 9 3 10 25-30 30[*]
  8. Perseden (Denpasar) 22 8 4 10 28-34 28
  9. Persiter (Ternate) 22 8 3 11 24-26 27
    – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
  10. Mitra Kutai Kertanegara 22 7 4 11 25-28 25 Degradasi
  11. Barito Putra (Banjarmasin) 22 6 4 12 21-33 22 Degradasi
  12. Perseman (Manokwari) 22 5 6 11 18-30 18 Degradasi

Klasemen Akhir babak penyisihan Wilayah Barat:

  1. PSDS (Lubuk Pakam) 22 12 2 8 45-28 38 Lolos
  2. Persema (Malang) 22 11 5 6 30-24 38 Lolos
  3. Persijap (Jepara) 22 11 4 7 37-23 37 Lolos
    – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
  4. Persekabpas (Pasuruan) 22 10 7 5 33-20 37 [!]
  5. Petrokimia (Gresik) 22 10 6 6 42-29 36 [!]
  6. PSIM (Yogyakarta) 22 9 6 7 29-23 33
  7. Persid (Jember) 22 9 5 8 30-25 32
  8. Persiraja (Banda Aceh) 22 8 6 8 24-30 30
  9. Persekaba (Kabupaten Badung) 22 9 2 11 41-39 29
    ———————————————————-
  10. Persikad (Depok) 22 6 9 7 24-30 27 Degradasi
  11. PSBL (Langsa) 22 5 4 13 26-51 19 Degradasi
  12. PSSB (Bireun) 22 1 6 15 15-54 9 Degradasi

KETERANGAN

[!] Juga di promosikan ke Divisi Utama, karena kompetisi musim 2005 level tertinggi diperbanyak menjadi 28 klub; sedangkan tiga tim terbawah batal didegradasi karena Divisi I untuk kompetisi musim 2005 diperluas/diperbanyak menjadi 30 tim dari 3 grup (1 grup berisi 10 klub)
[*] Pada 5 Oktober persiba memprotes PSSI atas keabsahan penjaga gawang Persigo Djoko Purwanto dalam pertandingan 4 agustus (dalam pertandingan itu dimenangkan persigo 3-0) dengan protes itu persiba mengharapkan persigo mendapatkan kekalahan WO, dan Persiba berhak di posisi ke-3 sekaligus masuk babak 6 besar. Namun pada 7 Oktober keputusan permohonan banding dicabut dan klasemen akhir tetap seperti di atas, Dengan itu Persibom berhak bermain di babak 6 besar.

BABAK ENAM BESAR

Grup 1 (stadion Lebak Bulus, Jakarta)

  • 4 Oktober 2004 PSDS 2-1 Persegi [Agangga Serge 17, Fernando G. 47; Lucky Mokoena 14]
  • 6 Oktober 2004Persegi 2-2 Persijap [Sarbini Sandi 19, Lucky Mokoena 25; Simamo Bertrand 12, Evaldo Selva 78]
  • 9 Oktober 2004 PSDS 3-1 Persijap [Agangga Serge 10, Ansyari Lubis 61, Fernando 77; Arilson De Oliviera 82]

1.PSDS (Lubuk Pakam) 2 2 0 0 5- 2 6 Promosi
2.Persegi (Gianyar) 2 0 1 1 3- 4 1
3.Persijap (Jepara) 2 0 1 1 3- 5 1

Grup 2 (stadion Lebak Bulus, Jakarta)

  • 4 Oktober 2004 Arema 4-1 Persema [Stenly Mamuaya 44, 57, Soni Kurniawan 47, Rivaldo Costa 67; Geraldo Odair 30]
  • 7 Oktober 2004 Persema 1-7 Persibom [Rodrigo Araya 76; Fernando 5, Christian Armendariz 10, 17, Tibidy Alexis 75, 82, Ari Supriana 85, Javier Rocha 89]
  • 9 Oktober 2004 Arema 3-0 Persibom [Marthen Tao 50, Nanang Supriyadi 63, Rivaldo Costa 67]

1.Arema (Malang) 2 2 0 0 7- 1 6 Promosi
2.Persibom (Kotamobagu) 2 1 0 1 7- 4 3
3.Persema (Malang) 2 0 0 2 2-11 0

TEMPAT KETIGA

Pertandingan perebutan tempat ke-3
11 Oktober, stadion Gelora Bung Karno, Jakarta
Persegi 0-1 Persibom [Javier Rocha 38]

FINAL 

Pertandingan perebutan juara
11 Oktober, stadion Gelora Bung Karno, Jakarta
PSDS 0-1 Arema [perpanjangan waktu] [Marthen Tao 119]

NB: Arema, PSDS dan Persibom promosi; setelah pada 30 Jan 2005 PSSI memutuskan bahwa level tertinggi menjadi 28 klub/dua grup musim kompetisi 2005 (1 grup 14 klub) maka Persegi, Persijap, dan Persema dipromosikan serta Persekabpas, Petrokimia dari Wilayah barat dan Persiba dan Persmin dari wilayah timur.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.