Beranda Fokus KLIPING: Ujicoba Arema 86 melawan Halleluyah

KLIPING: Ujicoba Arema 86 melawan Halleluyah

1
Jersey pertandingan Arema pertama kali setelah dibentuk menggunakan warna orange. [Foto: Mukrim Akbar]
Jersey pertandingan Arema pertama kali setelah dibentuk menggunakan warna orange.

Arema Malang yang dipersiapkan untuk mengikuti Galatama sibuk membentuk tim. Meski tim belum terbentu sepenuhnya, mereka berani melakukan ujicoba Internasional, tak tanggung-tanggung Arema 86 melawan Halleluyah dari Korea Selatan [Halleluyah berasal dari kota Goyang, mereka bubar pada tahun 1998 karena krisis finansial. Di tahun 1999, di kota Goyang akhirnya didirikan klub baru Goyang Hi FC]

Karena baru saja dibentuk dan dikumpulkan, skuat Arema 86 terlihat belum kompak dan harus kalah dengan skor 5-1 dalam laga yang digelar pada 19 Juli 1987 itu.

Berikut ini adalah jalannya pertandingan seperti yang dikutip dari suara Indonesia.

Kelab Arema 86 dipaksa menelan kekalahan telak 1-5 (0-3) atas Halleluyah Korsel, dalam pertandingan perdana bagi kelab baru Galatama dari Malang itu, di stadion Gajayana Senin sore kemarin

Hanya dalam waktu 13 menit, gawang Arema 86 dikawal Rosidin tiga kali bobol melalui hattrick ujung tombak bertubuh jangkung oh Suk Jae. masing masing pada menit 7, 9 dan 13, memanfaatkan rapuhnya pertahanan Arema 86

Setelah unggul mudah, para pemain Halleluyah turnamen piala UDA 1987 di Medan, tidak terlalu bernafsu memperbesar kemenangan bahkan ada kesan main-main belaka namun demikian tetap mampu memukau sekitar 8 ribu penonton Malang yang sudah sedikitnya selama 10 tahun terakhir tidak mendapat suguhan pertandingan internasional.

Halleluyah yang dibayar Rp 4,1 juta memang jauh lebih unggul baik teknik maupun fisik. Mereka secara mengesankan dengan teknik tinggi bergerak di semua lini secara disiplin memanfaatkan lebarnya lapangan. Pertahanan mereka juga terlampau kokoh untuk dilewati anak anak Arema yang kocar-kacir tanpa memiliki pengatur serangan.

Beberapa kali serbuan sporadis Arema 86 mudah dikandaskan Moon Young Soo dkk Yang lumayan menonjol hanya pemain kanan luar Mahdi Haris beberapa kali membahayakan gawang Cho Kyu Tae. Peluang terbaik diperoleh Mahdi Haris tinggal berhadapan dengan Kyu Tae namun pemain asal Arseto Solo itu masih kurang tenang. Tembakan dari jarak dekatnya mampu ditepis Cho Kyu Tae.

Pinalti
Memasuki babak kedua, Halleluyah mengganti 5 pemain nya sekaligus, tetap memikat. Halleluyah memperbesar kemenangan 4-0, hasil tendangan pinalti Byung Ong Kok pada menit 64. Hadiah pinalti diberikan wasit Suryadi dari Malang menyusu handsball dilakukan Kelis dalam usaha menahan tembakan Kim Tae Min di mulut gawang. Tiga menit berselang, Oh Suk Jae yang sulit dijaga kembali menggetarkan gawang Rosidin lewat tendangan voli terarah.

Arema 86 yang baru sekitar 3 minggu melakukan pemusatan latihan, pantang menyerah mampu memperkecil kekalahan menjadi 1-5 melalui tendangan Singgih yang beroperasi sebagai kiri luar. Mahdi Haris maupun Budiarso beberapa kali melepaskan diri dari penjagaan lawan, namun lemah nya penyelesaian akhir menggalakkan setiap kesempatan mereka.

“Kasihan Kasihan Arema 86, untuk ‘sparring’ mereka sebenarnya mencari lawan yang sejajar bahkan lebih baik kalau yang di dibawahnya. Terlalu cepat bagi, Arema melakukan pertandingan internasional seperti ini,” ujar anggota komisi pelatih Persema, Bambang Soedjono menjawab Suara Indonesia

Menurut Bambang, dari sudut pembentukan tim Arema 86 menjelang mengikuti kompetisi Galatama mulai Oktober mendatang, pertandingan perdana lawan Halleluyah jelas kurang menguntungkan. Disarankan, kubu Arema 86 terus melakukan evaluasi secara obyektif, untuk memperbaiki kelemahan, kelemahan yang masih banyak dimiliki.

Bekas pelatih Persema yang kini melatih Persekam Kab.Malang, Nino Sutrisno. Juga menilai Arema 86 belum siap sebagai sebuah kesebelasan.

“Halleluyah sebenarnya bisa saja menang 7-0 atau 10-0 sekalipun, tetapi mereka tidak melakukan itu, mungkin agar penonton senang. Lihat saja berulangkali mereka sengaja membuka pertahanan, tetapi Arema sulit menembus. Terus terang saja, saya kecewa sekali dengan penampilan Arema sore ini,” tandasnya saat waktu jedah.

Kubu Arema sendiri tidak terialu menyesal, karena para pemain telah berjuang mati-matian. Dalam waktu dekat, mereka merencanakan menambah beberapa pemain lagi untuk bergabung memasuki TC Khusus di kawasan Lanud Abd.Saleh.

Asisten pelatih Slamet Pramono mengakui sedikitnya 12 pemain dibutuhkan Arema dalam waktu dekat, antara lain untuk posisi libero, stopper dan wing back. Para pemain yang kemarin tampil juga belum tim Arema sebenarnya, karena masih terus digodok. Selasa sore ini, di tempat yang sama, Arema 86 menjajalketangguhan Niac Mitra Surabaya. (Y-3!X-2)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.