Beranda Kompetisi Arema Malang Di Kompetisi Galatama 1992/1993

Arema Malang Di Kompetisi Galatama 1992/1993

Skuat Arema Galatama 1992/1993
Skuat Arema Galatama 1992/1993

Meski materi pemain tak segemerlap pesaingnya pada Galatama 1992/1993, Arema tetap percaya diri untuk menapak kompetisi. Arema di masa itu hanyalah sebuah klub semenjana, dimiliki oleh Yayasan Arema yang bekerja gotong royong meski tak dibekingi oleh barisan pengusaha sukses layaknya klub-klub Galatama lainnya.

Sumber dana terbesar Arema berasal dari penonton berupa penjualan tiket pertandingan (role yang “dipertahankan” oleh Singo Edan selama bertahun-tahun sesudahnya yang terkenal akan dukungan penonton setianya). Selain dari sektor tiket, Arema mendapat dukungan sponsor dari Toya Menka sebesar Rp 86.000.000,00 dan urunan beberapa pihak

Sejumlah dana tersebut digunakan Arema untuk membiayai beberapa kebutuhannya seperti perekrutan pemain. Jelang Galatama 1992/93 Arema mempertahankan sejumlah pemainnya yang sukses mengantarkan Arema ke posisi empat Galatama 1990/92 dan runner up Piala Liga 1992.

Duet topskor Galatama edisi-edisi sebelumnya Mecky Tata dan Singgih Pitono dipertahankan sebagai ujung tombak di lini depan Arema. Aji Santoso pilar Timnas Indonesia ketika merebut medali emas SEA Games 1991 masih bertahan untuk memperkuat Singo Edan. Ia ditemani sejumlah pilar yang lebih senior seperti Maryanto, Panus Korwa, Dominggus Nowenik, dkk. Sebagai pelatih ditunjuklah M. Basri menggantikan Alm. Andi Teguh yang beberapa tahun menukangi Arema.

Basri memulai pekerjaannya bersama Arema dengan hasil gemilang. Menjelang akhir putaran pertama Arema menapak posisi papan atas. Selama putaran pertama 9 kemenangan di laga kandang berhasil diraih Singgih Pitono, dkk.

Kesembilan partai tersebut adalah melawan Medan Jaya (3-0), Semen Padang (6-1), Aceh Putra (2-1), Petrokimia Putra (1-0), Gelora Dewata (2-1), Warna Agung (1-0), Barito Putra (2-0), Pelita Jaya (2-1), dan Bandung Raya (2-1)

Beberapa kemenangan penting juga diraih Singo Edan pada laga kandangnya di putaran kedua. Arema sukses mengalahkan BPD Jateng dan Putra Samarinda dengan skor 1-0, serta menggasak Mitra Surabaya dengan skor 2-0. Tiga laga lainnya berakhir dengan hasil seri, antara lain ketika melawan Arseto (1-1), ASGS dan PKT dengan skor 0-0.

Total dalam 16 laga kandang Arema berhasil membukukan 13 kali menang dan tiga kali seri. Total 29 poin diraih oleh Singo Edan dari total 45 poin yang berhasil dibukukan Arema pada musim tersebut. Dari 16 laga tandang Arema berhasil mengumpulkan 16 poin hasil dari lima kali menang, enam kali seri serta lima kali kalah.

Sayangnya kebersamaan Basri bersama Arema tidaklah berlangsung lama. Sebelum musim kompetisi berakhir M. Basri minggat untuk bergabung kepada musuh bebuyutan, Mitra Surabaya. M. Basri pindah ketika Arema sedang tune-in di papan atas klasemen. Arema duduk di posisi runner up klasemen pada akhir putaran pertama.

Harapan untuk meraih prestasi setinggi-tingginya telah digantungkan suporter kepada M. Basri. Alasan M. Basri pindah adalah ingin dekat dengan keluarga di Surabaya. Namun, di sisi lain ada tawaran dari Ketua Umum Mitra Surabaya, Dahlan Iskan, kepada M. Basri untuk membantu mengangkat prestasi Mitra Surabaya yang sedang terpuruk kala itu.

Selain kepindahan M. Basri, Arema juga ditinggalkan kedua pembesarnya, yaitu Ebes Sugiyono (mantan walikota Malang yang ikut membantu mendirikan dan membesarkan PS Arema) dan Hadi Soeroto (mantan Kepala DPUD Malang yang pindah ke Persema).

Sepeninggal M. Basri, pelatih Arema akhirnya dijabat oleh Gusnul Yakin. Pelatih kelahiran Malang 57 tahun yang lalu tersebut sempat menimba ilmu kepelatihan sepakbola di Belanda. Di Negeri Kincir Angin tersebut ia berguru selama tiga bulan untuk mempelajari beberapa taktik permainan. Prinsip yang ia pakai adalah kejujuran dan kedisiplinan. Dipadu taktik yang ia pelajari sewaktu di Belanda, Singo Edan dibawanya terbang tinggi untuk bersaing dalam perebutan tangga juara.

Debut Gusnul Yakin berakhir indah ketika mendampingi Aji Santoso dkk tandang ke Sumatera. Arema meraup empat poin dari beberapa pertandingan. Selanjutnya ketika tandang ke Bandung dan Jakarta untuk melakoni tiga pertandingan ia sukses mendulang lima poin dari tiga pertandingan. Berkat kerja kerasnya tersebut Arema menyodok posisi teratas klasemen.

Hingga akhirnya tibalah pecinta Arema merasakan denyut juara Galatama untuk pertama kalinya. Hingga pekan ke-24, Arema masih memuncaki pucuk klasemen. Hasrat untuk menggapai mahkota Galatama pertama kali bagi publik Malang terasa tinggal selangkah lagi.

Arema harus memanfaatkan sisa kompetisi yang tinggal delapan pertandingan lagi, yaitu tiga laga kandang dan sisanya tandang. Laga kandang Arema yang dimainkan di Stadion Gajayana Malang akan mempertemukan Singo Edan melawan Mitra Surabaya, Putra Mahakam serta pesaing utamanya PKT Bontang. Sedangkan lawatan Arema akan dijalani Singgih Pitono dkk untuk menantang Barito Putra, Gelora Dewata, Pelita Jaya, Bandung Raya serta Warna Agung.

Arema punya pemain cepat Maryanto. Sosok inilah yang membuat publik Malang membandingkan dia dengan Muhammad Ridhuan

Tiap jengkal pertandingan dilalui skuat Singo Edan dengan semangat tinggi. Maklum, mereka berada diatas angin dalam perebutan gelar juara. Sikap nothing to lose diperagakan para pemainnya. Hingga akhirnya tibalah penghujung Juli 1993 dimana jantung pendukung Arema berdegup semakin kencang. Para pecinta kesebelasan Singo Edan tersebut berharap cemas menanti pertandingan Barito Putra melawan PKT Bontang yang dimainkan di Banjarmasin tepat pada tanggal 29 Juli 1993.

PKT Bontang merupakan pesaing kuat Arema untuk merengkuh mahkota Galatama. Baik Arema dan PKT sama-sama belum sekalipun merasakan juara pada kompetisi ini. Jika PKT Bontang kalah maka Arema dipastikan juara, sebaliknya jika PKT menang melawan Barito Putra maka Arema akan kembali bersusah payah meraih sisa poin pada tiga pertandingan sisa.

Hingga akhirnya kecemasan warga Malang sore itu berubah menjadi sorak sorai kemenangan ketika skor kemenangan 1-0 Barito Putra atas tamunya PKT Bontang berhasil dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi. Berkat kemenangan Barito Putra, Arema berhasil merengkuh mahkota juara Galatama untuk pertama kalinya. Sebaliknya bagi PKT Bontang, kekalahan ini ibarat memupus impian Fachry Husaini dkk sebagai yang terbaik di kompetisi Galatama 1992/93.

Berkah dari kekalahan PKT disambut suka cita oleh pendukung Arema di Malang. Beberapa kantor media massa kebanjiran telepon dari masyarakat yang menanyakan hasil dari pertandingan di Banjarmasin. Mereka seakan tak percaya jika Arema memastikan gelar juara di hari itu.

Toh, suka cita tersebut akhirnya berlanjut selama beberapa waktu lamanya. Pertandingan terakhir Arema di kandang melawan Mitra Surabaya 21 Agustus 1993 di Stadion Gajayana disambut antusias oleh pendukungnya. Penonton membludak di hari itu dan Arema meraih poin sempurna dengan menang 1-0 sebagai penutup yang manis bagi suporter yang mencintainya.

Pada pertandingan tersebut dilangsungkan seremoni penyerahan trofi oleh Menpora Hayono Isman beserta Ketua Umum PSSI, Azwar Anas. Piala tersebut ikut dikirab oleh Arema dan ribuan pendukungnya mengelilingi jalan protokol di Malang.

juara galatama
Berdiri (kiri ke kanan): Lucky Acub Zaenal, Singgih Pitono, Maryanto, Hari ‘Hunter’ Siswanto, Mohammad Andi Sukriyan, Panus ‘Pak Tua’ Korwa, Agus Purwanto, Mecky Tata, Kuncoro, Nanang Hidayat, Mahmudiana, Eko Subekti
Jongkok (kiri ke kanan): Mahdi Haris, Dominggus Nowenik, Andik, Agus Yuwono, Jonathan, Aji Santoso, Marsaid (alm), Imam Hambali, Joko ‘Gethuk’ Susilo, Ovan Tobing

Skuad Arema di Kompetisi Galatama 1992/1993

SUKRIYAN (1)
Sekarang pelatih kiper Persik Kediri
YANUAR “BEGAL” HERMANSYAH (20)
Sekarang melatih Deltras Sidoarjo
NANANG HIDAYAT (?)
Kiper utama AREMA, terakhir ia bermain di Pusam Samarinda
KUNCORO (no punggung 19 kemudian ganti 2)
Bek kanan yg terkenal temparamental, di musim 2009-2010 ia sempat bermain untuk PS Mojokerto Putra
AJI SANTOSO (3)
Bek kiri andalan AREMA n Timnas, terakhir sebagai pelatih Timnas Indonesia
JOKO SLAMET (4)
Pemain yg berperawakan tinggi besar berambut cepak seperti TNI, posisinya sebagai gelandang bertahan, dan stopper
AGUS YUWONO (5)
Gelandang/libero yg diambil dari Persema, sekarang pelatih Persik
AGUS PURWANTO (6)
Stopper/pemain belakang yg terkenal dengan permainan keras tanpa kompromi, kakak dari Redi Suprianto (ex AREMA Ligina VI)
MECKY TATA (7)
Striker yg dijuluki si kepala emas, top scorer GALATAMA IX 1988/89
DOMINGGUS NOWENIK (8)
Gelandang yg dikenal dengan kontrol dadanya yg cukup lengket
STEPHANUS KORWA (9)
Gelandang serang yg biasa dipanggil ‘Pak Tua’ (putrinya adalah seorang atlet angkat besi nasional)
JAMRAWI (?)
Terkenal sebagai pemain belakang yg keras tanpa kompromi (bermaen di putaran I saja)
JOKO “GETHUK” SUSILO (10)
Striker yg masuk dari Mitra Surabaya pada putaran kedua, hingga sekarang tetap mengabdi bersama AREMA sebagai asisten pelatih
JONATHAN (11)
Gelandang kiri yg sekarang pelatih Persekam Metro FC Malang
HARI “HUNTER” SISWANTO (12)
Gelandang yg diambil dari Persema, terakhir ia menangani Persema U-18
MAHMUDIANA (13)
Dikenal gayanya yg kaku seperti robot, ia juga mempunyai keistimewaan dari tendangan canon ball-nya, menjadi asisten pelatih di Persiwa
ANDHIK (14)
Biasanya beroperasi sebagai gelandang kiri atau bek kiri
IMAM HAMBALI (15)
Terkenal sebagai Libero elegan, di musim berikutnya ia memutuskan gantung sepatu karena cederanya gak sembuh”
SINGGIH PITONO (16)
Ujung tombak andalan AREMA yg terkenal dengan tendangan canon ball-nya, spesialisasi bola mati (tendangan bebas/penalti). Top scorer Galatama XI 1990/92 (21 gol), Galatama XII 1992/93 (16 gol)
MARSA’ID (17) (alm.)
Gelandang kanan yg masuk di putaran kedua bersama Joko Susilo dari Mitra Surabaya atas rekomendasi M Basri
MARYANTO (18)
Biasa dipanggil Cak To, dikenal sebagai pemain yg mempunyai umpan crossing yg terukur dari sisi kanan.

Pelatih : M Basri kemudian digantikan oleh Gusnul Yakin
Asisten Pelatih : Mahdi Haris
Manager : Ovan Tobing
Ketua umum : Lucky acub Zaenal
Sekretaris : Eko Subekti (beliau terkenal jago melobi PSSI, sekarang menjadi agen pemain, Agus Yuwono n Dwi Priyo Utomo (eks pemain Persik) adalah menantunya

Ditahun 1993 sebelum kompetisi dimulai Arema melakukan partai uji coba dengan tim dari Uni Soviet. Di Tahun itu 3 pemain Arema Aji Santoso, Dominggus Nowenik, dan Singgih Pitono dipanggil untuk mengikuti seleksi timnas Sea Games 1994 yang try out di Yunani. Di salah satu uji coba itu Timnas di berondong 10-1 oleh Aek Athens. Hasil dari seleksi itu hanya Aji Santoso yang lolos ke timnas Sea Games 1994

Jadwal dan Hasil

  • Arema 3-0 Medan Jaya
  • Arema 6-1 Semen Padang
  • Arema 2-1 Aceh Putra
  • Arema 1-0 Petrokimia Putra
  • Arema 2-1 Gelora Dewata
  • Arema 1-0 Warna Agung
  • Arema 2-0 Barito Putra
  • Arema 2-1 Pelita Jaya
  • Arema 2-1 Bandung Raya
  • Arema 1-0 BPD Jateng
  • Kamis, 15 Juli 1993, Arema 2-0 Putra Mahakam
  • Minggu, 18 Juli 1993, Arema 0-0 Pupuk Kaltim
  • Minggu, 25 Juli 1993, Barito – Arema
  • Kamis, 29 Juli 1993, Arema 2-0 Mitra Surabaya
  • 8 Agustus, Gelora Dewata – Arema
  • Arema 1-1 Arseto Solo
  • Arema 0-0 ASGS
  • Arema 0-0 PKT

 

NB: Jadwal dan hasil pertandingan Arema juara Galatama akan terus kami update.

Klasemen Galatama 1992/1993

1. Arema Malang 32 18 9 5 5322 45
2. Pupuk Kaltim Bontang 32 17 7 8 4823 41
3. Barito Putra Banjarmasin 32 17 6 9 3621 40
4. Asyabaab SG Surabaya 32 14 10 8 4132 38
5. Gelora Dewata Denpasar 32 12 14 6 3324 38
6. Pelita Jaya Jakarta 32 14 8 10 3226 36
7. BPD Jateng Semarang 32 10 15 7 3423 35
8. Semen Padang 32 11 13 8 2930 33
9. Aceh Putra 32 9 14 9 2931 32
10. Mitra Surabaya 32 12 7 13 3934 31
11. Arseto Solo 32 8 14 10 2527 30
12. Petrokimia Gresik 32 8 12 12 3233 28
13. Medan Jaya 32 11 6 15 2439 28
14. Mataram Putra 32 6 14 12 2434 26
15. Putra Mahakam 32 7 12 13 2031 24
16. Bandung Raya 32 6 9 17 2351 21
17. Warna Agung 32 3 8 21 1556 14

NB:
Assyabaab (Surabaya) berganti nama menjadi Assyabaab Salim Grup Surabaya (Surabaya)
Perkesa Mataram (Yogyakarta) berrganti nama menjadi Mataram Putra (Yogyakarta)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.