Beranda Fokus Mantan Arema Yang Bersinar dan Bangkit Melawan Mitos (2-habis)

Mantan Arema Yang Bersinar dan Bangkit Melawan Mitos (2-habis)

4. Bamidele Frank Bob Manuel

Bamidele Frank “Bobby” Bob Manuel didatangkan Arema bersama dengan Han Yong Kuk asal Korea Selatan. Ia bergabung kedalam skuat arahan Daniel Rukito tersebut menjelang berakhirnya putaran I Divisi Utama Liga Indonesia 2001.

ligina 2001 arema

Kedatangan Bobby tak lepas dari kebutuhan Arema akan lini depan, selepas cedera menahun yang menimpa salah satu penyerangnya, Hadi Surento. Sebelum kedatangan Bobby, Arema banyak menggantungkan diri kepada Ahmad Junaidi yang telah mencetak 7 gol untuk Arema sepanjang putaran pertama kompetisi.

Debut pertama Bobby dijalani ketika Arema bersua dengan PSM Makassar, 15 April 2001 silam. Disaksikan sekitar 21.000 Aremania, tim Singo Edan menelan kekalahan perdana di kandangnya dengan skor 0-1.

Selepas pertandingan tersebut, performa pemain asing asal Nigeria tersebut meroket. Duetnya dengan Ahmad Junaidi tampak padu sepanjang putaran kedua. Kedua penyerang tersebut masing-masing mencetak 7 gol dan berjasa mengantar Arema ke Babak 8 Besar di Makassar.

Menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2002, Bobby sebenarnya dipertahankan manajemen Singo Edan yang kehilangan Ahmad Junaidi (transfer ke Persebaya). Sayang kedua kubu gagal menemui kata sepakat soal besaran nilai kontrak yang diminta oleh Bobby. Akhirnya pemain jangkung tersebut pindah ke Persema.

Di Persema, Bobby menjadi bomber andalan klub yang dimasa itu berjuluk Bledhek Biru tersebut. Ia memiliki kontribusi positif dengan mencetak 10 gol dalam semusim. Sayang jasanya gagal berbuah positif bagi klub yang bermarkas di Stadion Gajayana tersebut. Persema gagal bertahan di Divisi Utama dan harus terdegradasi ke Divisi Satu.

Hanya semusim Bobby membela tim Bledhek Biru sebelum hijrah ke Persik Kediri bersama Bertha Yuwana Putra. Di klub berjuluk Macan Putih tersebut ia menjadi goal getter bersama Musikan. Di musim pertamanya (Liga Indonesia 2003) ia berhasil mempersembahkan gelar Juara Divisi Utama kepada publik Kediri. Sepanjang musim tersebut Bobby berhasil mencetak 29 gol, serta duduk di peringkat kedua daftar top skor dibawah Oscar Aravena dari PSM (31 gol).

Performa apik di musim pertama bersama Persik membuat Bobby dipertahankan sebagai bagian dari skuat Persik yang mengarungi Liga Indonesia dan Liga Champions Asia 2004 lalu. Sayang sepanjang musim tersebut Bobby gagal mengulangi penampilan terbaiknya. Ia kerap didera cedera dan membuat manajemen Persik memutus kontraknya, 12 Oktober 2004 silam.

Gagal bertahan di Persik, Bobby memutuskan mencari klub baru dan bergabung dengan Pelita Krakatau Steel Cilegon. Di klub tersebut ia hanya bertahan selama setengah musim dan menyumbang 4 gol.

Karir Bamidele Frank “Bobby” Bob Manuel di Indonesia :
2001 : Arema
2002 : Persema
2003-2004 : Persik
2005 : Pelita KS (Putaran 1)
2005 : Persebaya (Putaran 2)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.