Beranda Fokus Liga 1 Musim 2017, Tahun Spesial Johan Ahmat Farizi

Liga 1 Musim 2017, Tahun Spesial Johan Ahmat Farizi

Tahun 2017 bisa dibilang sebagai tahun spesial Johan Ahmat Farizi. Hal ini berdasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh Goal Indonesia.

Tahun Spesial Johan Ahmat Farizi
Tahun Spesial Johan Ahmat Farizi

Musim 2017 Arema FC memang terdampar di posisi ke sembilan klasemen Liga 1. Namun, hal itu nampaknya tidak mengurangi situs olahraga terbesar di Indonesia, Goal Indonesia memasukkan namanya ke daftar 25 pemain terbaik 2017 sehingga tetap menjadi tahun spesial Johan Ahmat Farizi.

Sebenarnya Ahmat Farizi mengawali musim 2017 dengan sangat baik. Singo Edan tetap menjadi salah satu kandidat untuk menjadi juara Liga 1, alasannya cukup kuat karena Arema mendapatkan runnerup di ISC 2016 dan berhasil merengkuh gelar Piala Presiden dan Piala Bhayangkara di awal musim.

Sayang, penampilan Arema yang sangat impresif di awal musim dan sempat menduduki peringkat pertama perlahan turun setelah laha ketujuh melawan Persela Lamongan. Pada saat itu Arema digelontor empat gol oleh Laskar Joko Tingkir. Siapa sangka, hasil negatif itu terus terulang hingga akhirnya pelatih Aji Santoso dilengserkan untuk digantikan Joko Susilo.

Walaupun sudah ada pergantian pelatih, nyatanya laga-laga Arema tidak berjalan dengan baik dan mereka harus puas menduduki peringkat kesembilan.

Tahun Spesial Johan Ahmat Farizi

Menurut redaksi Goal Indonesia, Farizi sebenarnya sudah layak menerima pada musim 2016 karena pada saat itu dirinya menjadi pemain terbaik di Piala Bhayangkara dan membawa Arema menduduki peringkat kedua ISC.

Tetapi sejumlah nama yang berpartisipasi di ajang Piala AFF 2016 Manila yang juga berpenampilan bagus sukses menggeser posisi Farizi. Pada saat itu dua pemain Arema yang mendapatkan gelar Goal 25 adalah Beny Wahyudi dan Kurnia Meiga.

Ahmat Farizi mencetak satu gol kemenangan Arema | Foto: Abi Yazid
Ahmat Farizi mencetak satu gol kemenangan Arema atas Semen Padang | Foto: Abi Yazid

Namun, kecermelangan Farizi tetap tidak terbantahkan di musim 2017. Dirinya yang ditunjuk menjadi kapten menjadi komando bagi rekan-rekannya untuk Liga 1.

Walaupun Arema hanya kebobolan hingga 45 gol, sangat jarang sekali gol itu berawal dari sayap kiri tempat dia bernaung. Dia pun juga mampu mencetak dua gol saat melawan Mitra Kukar dan Semen Padang.

Farisi selalu tampil setiap laga Arema, kecuali saat dia mendapatkan hukuman larangan bermain. Empat kali dia dilarang tampil karena dua kali akumulasi dan dua kali terkena kartu merah. Tetapi 2511 menit dari 30 pertandingan dia di lapangan tercatat sebagai pemain yang paling banyak bermain untuk Arema di musim 2017.

“Penilaian bagus dan baiknya penampilan memang dari orang lain, saya hanya bermain maksimal di setiap pertandingan. Kerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik. Semoga dengan masuk Goal 25 menjadikan saya lebih termotivasi, dan bisa belajar lagi,” urai Farizi.

Sementara itu, bicara musim 2018, Farizi memiliki keyakinan gabungan skuat junior dan senior di Arema saat ini bisa berbuat banyak. Walaupun sudah tidak menjadi kapten, Farizi tidak merasa itu sebagai masalah.

“Tidak ada beban saat saya tidak menjadi kapten, karena masih bisa berteriak memberi tahu teman. Saya menikmati saja pertandingan musim ini, dan berharap Arema bermain lebih bagus,” tutupnya.

Di sisi lain, banyaknya pemain muda di Arema juga membuat dia memberikan pesan agar karirnya lancar.

“Pemain muda harus giat berlatih, memberikan 100 persen saat latihan. Selalu menikmati tiap hari di klub, walaupun kesempatan belum datang dari pelatih. Tidak minder jika belum main, dan siap 100 persen jika dimainkan. Paling penting, motivasi dan kemauan, karena itu benar-benar menentukan,” tutupnya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.