Beranda Profil Pemain Rising Star Itu Bernama Jayus Hariono

Rising Star Itu Bernama Jayus Hariono

0
Aksi Jayus dengan helm yang mirip Petr Cech. | Foto: Cak Taufik
Aksi Jayus dengan helm yang mirip Petr Cech. | Foto: Cak Taufik

Salah satu pilar muda Arema yang disebut sebagai pemain masa depan adalah Jayus Hariono. Sosok yang mampu berperan sebagai perusak ritme lawan.

Gelandang muda Arema kini menjelma menjadi sosok tidak tergantikan di lini tengah setelah menjalani debut melawan Persebaya (6/10) lalu.

Saat melawan Barito Putera, dia yang menggunakan helm layaknya Petr Cech tidak segan menghantam lawan ataupun menjegalnya. Performa tukang angkut air ini membuat dia sudah menerima empat kartu kuning dari tujuh kali dia bermain musim ini.

Jayus Hariono berduel dengan Matias Cordoba
Jayus Hariono berduel dengan Matias Cordoba | Foto: Cak Taufik

“Saya oleh pak Kun (Kuncoro Asisten pelatih) ditugaskan untuk merusak skema lawan sebelum berhadapan dengan bek Arema. Saat ini mungkin belum bersih karena masih banyak kartu kuning yang saya terima. Tetapi saya masih belajar agar bisa mengambil dengan lebih bersih,” ungkap pemain berusia 21 tahun itu kepada Goal Indonesia.

“Memang perannya sedikit berbeda dengan di Metro karena di sana dibebaskan naik turun, sementara di Arema harus menjaga kedalaman. Tetapi saya menikmatinya dan semoga bisa di sini lagi musim depan.”

Jayus Hariono Sempat Sulit Menemukan Kesempatan

Menengok ke belakang, Jayus sebenarnya diproyeksikan untuk musim 2019 karena usianya masih terbilang muda saat datang dari Persekam Metro FC.

Tetapi cedera dari Hendro Siswanto ketika berjumpa dengan Persipura memaksa Milan memainkannya. Sebab, sosok breaker lain Arema yaitu Juan Revi sudah hijrah ke Semen Padang. Sedangkan Muhammad Rafli dinilai lebih ke ofensif ketimbang defensif.

Dia bermain bagus saat Arema bermain imbang 2-2 di laga amal. Kemudian kesempatan sebagai pemain inti yang datang ketika melawan Persebaya (6/10) lalu mampu dia manfaatkan dengan baik.

Pada laga itu pemain kelahiran Bogor itu sukses mematikan Misbakus Solihin hingga David Da Silva. Kini lini tengah Arema langsung menjadi kekuasaannya bersama Hendro Siswanto dan Makan Konate.

Jayus saat menjalani masa-masa perdana di Arema.
Jayus saat menjalani masa-masa perdana di Arema.

“Saya hanya berusaha menampilkan apa yang sudah dilakukan di latihan, kesempatan dari pelatih tidak datang 1-2 kali. Jadi harus bisa memanfaatkan, beberapa pemain senior juga memberikan masukan dan motivadi sehingga saya merasa yakin,” tegas pemain yang mengawali karir di Persema Junior ini.

Diakui Jayus, awal awal di Arema adalah periode yang berat. Karena datang sebagai pemain muda dan langsung menjalani latihan dengan pemain yang selama ini banyak dilihat di televisi.

Tetapi, keberadaan beberapa pemain asal Malang cukup membantunya karena mereka sudah biasa bertemu untuk bermain bersama pemain Malang yang lain saat kompetisi libur.

“Awalnya cukup lama menunggu kesempatan untuk main datang, bosan juga karena harus latihan terus dan sudah merasa menampilkan permainan terbaik. Tetapi kemudian ada kesempatan dan mencoba maksimal,” tegasnya.

Penampilan apik Jayus juga menuai pujian dari Milan Petrovic, karena menurutnya dia akan menjadi pemain masa depan Arema jika terus konsisten.

“Jayus selalu berusaha bermain sempurna seperti yang dia bisa, kadang ada kesalahan tetapi itu normal karena dia masih muda dan belajar. Lambat lain dia akan mengerti dan saya yakin dia akan menjadi pemain masa depan Arema,” ungkap Milan.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.