Beranda Profil Pemain Jalan Panjang Utam Rusdiana Menjadi Kiper Utama Arema

Jalan Panjang Utam Rusdiana Menjadi Kiper Utama Arema

0
Utam kini menjadi kiper utama Arema.
Utam kini menjadi kiper utama Arema.

Sempat menjadi kiper keempat dan kiper cadangan selama empat tahun, Utam Rusdiana akhirnya menemukan jalan. Ya, sejak putaran kedua musim ini adalah pemilik bawah mistar milik Arema atau kiper utama Arema.

Utam datang dari klub internal di Surabaya yang bernama Suryanaga. Dia ke Malang diajak oleh legenda Arema Claudio de Jesus karena pada saat itu Singo Edan kekurangan kiper untuk tim ISL 1 U-21 di musim 2013.

Bakatnya istimewa, sehingga tercium Alan Haviludin yang saat itu melatih kiper senior Arema. Utam pun direkrut dengan tujuan melengkapi tiga kiper Arema yang sudah ada. Yaitu Kurnia Meiga, Achmad Kurniawan, dan I Made Wardhana.

“Saya berterimakasih kepada Pak Alan yang melihat kemampuan saya untuk kemudian direkrut di tim senior,” urai Utam.

Dari empat tiga kiper senior ini Utam belajar banyak. Sang pemain memberikan penjelasan jika ketiganya memiliki ilmu yang berbeda untuk dipetik.

“Saya belajar teknik bermain yang bagus sebagai kiper dari Kurnia Meiga, belajar soal mental dari bang AK (Ahmad Kurniawan), dan belajar kehidupan di luar lapangan dan bagaimana mempersiapakan masa depan dari Made Wardana,” ungkapnya.

“Tetapi kondisi ini juga membuat saya menjadi pemain cadangan. Sehingga saya sebenarnya juga bosan selama empat tahun menjadi pemain keempat di posisi kiper. Tetapi saya memiliki keyakinan tidak akan pergi dari Arema sebelum mendapatkan kepercayaan pelatih untuk bermain.”

Ya Utam menjadi pilihan kesekian selama kurang lebih empat tahun. Seperti yang dia katakan dia merasa yakin bisa mendapatkan posisi kiper utama Arema sehingga tidak akan meninggalkan Singo Edan.

Jalan Utam Menjadi Kiper Utama Arema Terbuka

Musim ini sebenarnya peluang Utam menjadi kiper utama Arema tidaklah besar mengingat Arema mendapatkan tanda tangan Joko Ribowo dan Kurniawan Kartika Aji. Sehingga Utam dinilai akan menjadi kiper ketiga Arema.

Dan itu nampaknya menjadi kenyataan mengingat Utam hanya diberikan kesempatan empat kali saja di putaran pertama. Jalan semakin sempit saat di putaran kedua Arema kedatangan Srdan Ostojic. Pemain kebangsaan Serbia ini bahkan langsung tampil memukai di laga perdana melawan Sriwijaya FC.

“Saya hanya berusaha maksimal saat latihan, mencoba mempraktekkan intruksi pelatih. Pelatih saya pikir sama saja, tetapi cara menilai terhadap pemain pasti berbeda dan saya selalu yakin bisa dimainkan sebagai starter di Arema,” tegasnya.

Peluang pun akhirnya didapatkan Utam, setelah kekalahan Arema melawan Mitra Kukar. Utam dicoba di posisi utama, percobaan itu sukses membuat pelatih kiper Arema menjatuhkan pilihan.

Kini Utam sudah 16 kali bermain dengan laga yang masih menyisakan dua kali. Besar kemungkinan dia akan mendapatkan perpanjangan sekaligus terpilih sebagai kiper utama Arema musim depan.

Utam juga pantas berterima kasih kepada pemain senior di Arema yang didatangkan di putaran kedua, salah satu contohnya adalah Hamka Hamzah. Sebagai pemain yang paling sering berinteraksi dengan kiper, Hamka selalu memberikan suport kepada dirinya sesaat sebelum bermain, bermain, dan usai bermain.

“Hamka selalu memberikan suport kepada pemain muda, dia mengarahkan bagaimana gerakan yang baik, saat melakukan kesalahan bagaimana menghadapinya atau ada provokasi lawan bagaimana,” ujarnya.

Berkaca prestasi musim ini, Utam juga merasa sedih karena Arema musim ini tidak mampu bersaing di papan atas. Namun, dia menyakini Arema bakal kembali menjadi klub yang akan disegani.

“Saya berharap musim depan bisa tampil lebih baik. Berusaha keras agar gawang Arema tidak kebobolan. Dan semoga bisa bersaing kembali di papan atas,” tegasnya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.