Beranda Fokus Membaca Alasan Arema Mencoret Tiga Pemain

Membaca Alasan Arema Mencoret Tiga Pemain

Arema Mencoret Tiga Pemain
Arema Mencoret Tiga Pemain

Secara resmi Arema mencoret tiga pemain. Memang dari lima pemain, ada tiga dilepas dan dua berpamitan. Sementara pemain yang dicoret adalah Jepri Kurniawan, Israel Wamiau, dan Srdan Ostojic. Ketiganya dilepas karena rekomendasi dari pelatih.

Meskipun sebenarnya masih ada pemain yang mungkin menit bermainnya dibawa ketiga pemain tersebut. Vamos Arema menyadari keputusan pelatih sudah sepenuhnya tepat.

Jepri Kurniawan Sering Tidak Maksimal

Di Malang ada sebuah pepatah yang menyatakan jika Arek Malang tidak akan maksimal jika mencari uang di Malang sendiri. Arek Malang bakal maksimal apabila mencari uang di daerah lain dan pulang dengan kerinduan akan Malang.

Mungkin pepatah itulah yang kini menaungi Jepri Kurniawan. Pemain asli Malang untuk menampilkan permainan luar biasa manakala membela Pusamania Borneo FC hingga Persegres Gresik. Namun dia ternyata tidak sering maksimal apabila dimainkan.

“Dia sempat menunjukkan performa yang bagus. Tetapi ketika performanya turun, Jefri harus bersaing ketat dengan pemain lain,” papar Milan.

Arema memiliki beberapa pilihan pemain sayap seperti Dendi Santoso, Ridwan Tawainella, Nasir hingga Rivaldy Bawuo. Belum lagi Dedik Setiawan dan Sunarto, yang tidak kalah apik turun dari sektor tersebut.

Satu tempat hampir dipastikan milik Dendi yang bermain dalam 31 laga. Praktis, Jefri harus bersaing dengan tiga sayap murni, ditambah dua striker yang kerap beroperasi dari sisi luar penyerangan Arema. Belum lagi jika Arema menugaskan Alfarizi yang sempat bermain di posisi gelandang sayap.

“Itu pun masih melihat kebutuhan strategi kami. Tidak selalu harus bermain dengan strategi yang mengandalkan sektor sayap. Sayang sekali jika pemain dengan kecepatan seperti Jefri, harus duduk di cadangan atau kadang tidak masuk line up, karena pelatih memutuskan pemain yang lain,” jelasnya.

Jefri Kuniawan
Jefri Kuniawan saat laga uji coba Arema

Statistik menyatakan jika dia sudah dimainkan sebanyak sembilan kali dengan delapan diantaranya sebagai starter. Namun, kenyataanya Jepri juga menjadi pemain yang paling sering diganti dengan rincian delapan kali.

Kami melihat Jepri terus berusaha mencoba menampilkan permainan terbaik, namun ternyata dia masih belum bisa melakukannya, setidaknya selama sembilan kali dimainkan.

Jepri Kurniawan
446Menit Bermain
9Starter
8Diganti
1Pengganti
7Bench
0Gol
0Assist
2Kartu Kuning
Israel Wamiau Membutuhkan Kepercayaan

Salah satu yang mungkin ‘eman‘ untuk dicoret menurut kami adalah Wamiau. Sosok yang akrab dipanggil Rey ini sebenarnya mampu menampilkan permainan bagus dengan usia yang masih 24 tahun.

Wamiau memiliki body yang tinggi dan postur tegap. Sehingga bisa diandalkan untuk melawan pemain yang memiliki badan besar. Mantan pemain Persipura itu juga tidak pernah takut melawan siapapun sehingga sangat cocok dengan gaya Malangan.

“Dia (Wamiau, Red) adalah bek yang bagus. Dia tidak pernah takut dengan striker bertipikal apapun dan dari klub manapun,” ujar Milan.

Menurutnya, bek tersebut hampir selalu berhasil ketika diberi tugas mengawal penyerang lawan. Saat Wamiau turun, tugasnya kerap untuk mengawal ketat pemain lawan agar tidak bebas ke area penalti Arema.

“Hanya saja, dia sering terlalu banyak energi. Semangatnya harus dikontrol di lapangan. Kalau dia berhasil mengontrolnya, ia akan jadi bek yang hebat,” ungkap Milan dikutip dari Malang Post Online.

Kontrol emosi memang menjadi salah satu masalah Wamiau. Dia tercatat sebagai pemain yang paling banyak menerima kartu di Arema. Sembilan kartu kuning dan satu kartu merah, membuat tim pelatih terkadang ekstra hati-hati memberikan kepercayaan kepada Wamiau di lapangan.

Salah satunya, terlihat saat laga melawan Persipura Jayapura. Ketika Arema kehilangan Hendro Siswanto karena cedera, Wamiau justru panik dan mendapatkan dua kartu kuning.

Kami memahami keputusan mendepak Wamiau ini menjadi keputusan yang berat, bisa jadi juga karena memang keinginan pemain itu. Karena Rey menjadi pilihan keempat setelah Hamka Hamzah, Arthur Cunha dan Purwaka.

Kepergian Rey bisa dianggap sebagai kepergian untuk membuat karir sang pemain lebih bagus lagi. Karena konon kabarnya Persipura sebagai klub asalnya sudah menginginkan servis sang pemain.

Israel Wamiau
825Menit Bermain
9Starter
2Diganti
3Pengganti
9Bench
0Gol
0Assist
8Kartu Kuning
1Kartu Merah
Srdan Ostojic, Blunder Arema

Pemilihan kiper asing sebenarnya sudah menjadi gunjingan di kalangan awak media. Namun, kami memahami jika kiper asing ditunjuk untuk melapisi performa Joko Ribowo, Utam Rusdiana, dan Kartika Aji yang belum konsisten.

Saat diturunkan melawan Sriwijaya FC di laga perdana, publik langsung menyematkan kata Octopus atau laba-laba kepada sang pemain. Namun, sepertinya dia terlena sehingga gagal memberikan performa terbaik.

Srdan Ostojic mendapatkan poin 9.
Srdan Ostojic mendapatkan poin 9 saat debut, namun kemudian penampilannya terus menurun.

Di kaga kedua hingga keempat, Ostojic kebobolan sembilan gol dengan beberapa diantara terjadi karena kesalahan sang pemain. Arema pun kemudian memainkan Utam sebagai pengganti. Sungguh luar biasa, Utam yang selama empat tahun terakhir menjadi kiper keempat Arema mampu tampil bagus.

Setelah Utam bermain, tidak ada tempat lagi dibawah mistar Arema untuk Ostojic. Gunjingan awak media kepada transfer inipun menjadi kenyataan.

Srdan Ostojic
360Menit Bermain
4Starter
0Diganti
0Pengganti
6Bench
9Kebobolan

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.