Beranda News Arema Fokus Kepada PSIS, Bukan Bhayangkara FC

Arema Fokus Kepada PSIS, Bukan Bhayangkara FC

0
Selebrasi Dedik Setiawan | Foto: Arema FC
Selebrasi Dedik Setiawan | Foto: Arema FC

Manajemen Arema melalui manajer umum Ruddy Widodo mengaku tidak masalah saat kompetisi ditunda seminggu, karena penundaan itu juga sudah diumumkan pada saat manajer meeting Liga 1 dan sudah diterima oleh peserta.

Ruddy menjelaskan dia tidak tahu alasan sponsor seperti apa, dia hanya fokus kepada tim karena penundaan ini membuat agenda ujicoba tim melawan PSIS yang awalnya batal menjadi tidak batal.

“Terkait dengan jadwal Liga, sudah diumumkan akan dimulai pada tanggal 15 dan selesainya juga mundur seminggu dari tanggal 22 menjadi tanggal 29 Desember. Tidak masalah bagi kami karena kami pikir akan membuat persiapan semakin matang setelah kami mengalami kelelahan di Piala Presiden,” terang Ruddy Widodo.

“Mundurnya jadwal membuat kami memiliki waktu yang longgar untuk persiapanm. Sehingga kami kemudian akan ujicoba melawan PSIS home dan away. Awalnya memang tanggal 30 Februari dan 4 Mei, tetapi pelatih kami tidak bisa kalau tanggal 30. Sehingga ketika jadwal mundur ya kami bersiap menghadapi laga ujicoba home away, tanggal 4 mereka ke Malang sekaligus ada acara launching jersey, kemudian tanggal 11 kami ke Magelang,” tegas Ruddy.

Di sisi lain, Ruddy juga masih belum mengetahui adanya agenda ajakan ujicoba trofeo yang digelar Bhayangkara di Malang. Menurutnya hingga hari ini ajakan itu belum ada.

“Kami justru belum dengar apa-apa dari mereka, agenda kami tetap bermain melawan PSIS. Karena belum ada ajakan dari mereka (Bhayangkara FC),” terangnya.

Terkait dengan jadwal, Arema tidak mempermasalahkannya. Hanya saja PT Liga perlu mempertimbangkan pekan ketiga saat Arema dijadwalkan bertemu dengan Persebaya.

“Mungkin ada penjadwalan ulang karena biasanya kalau pertandingan melawan Persebaya digelar sore hari karena biasanya susah mendapatkan izin kalau malam hari, sehingga mungkin juga akan dijadwal ulang karena kalau puasa kan mainnya malam,” lanjutnya.

“Sementara jadwal lain saya belum tahu, hanya saja kemarin ada usulan tim dari luar jawa ingin pertandingan paketan (seperti ISL), yaitu dua kali home dan dua kali away untuk menghemat biaya. Saya tidak tahu disetujui apa tidak karena saat ini masih menunggu rilis jadwal secara resmi.”

Sementara itu, pelatih Milomir Seslija mengaku sudah memiliki rencana kedua setelah mengetahui sepak mula Liga 1 mundur sepakan. Plan itu adalah mengubah menu latihan agar pemain bisa mengalami peak performance.

Milo yang sudah lama berkiprah di kompetisi Liga Indonesia menyatakan jika pertandingan yang tidak sesuai jadwal sudah biasa terjadi. Sehingga dia sudah punya agenda, salah satunya adalah memperbanyak ujicoba selevel setelah agenda recovery training selesai.

“Saya tidak mau bilang bagus atau tidak bagus, kami fokus kepada diri kami sendiri. Saat jadwal ditunda tim lain juga merasakannya, tidak untuk Arema saja. Kami berpikir positif untuk tim ini, program latihan akan berubah karena kami juga bersiap melawan PSIS,” terang Milo Seslija.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.