Beranda Artikel KLIPING – Ahmad Junaidi, Memulihkan Nama Baik Arema

KLIPING – Ahmad Junaidi, Memulihkan Nama Baik Arema

Ahmad Junaidi
Ahmad Junaidi

Ketajaman Ahmad Junaidi dalam menjebol gawang lawan sempat membuat dirinya diperebutkan Persebaya, Malang United (MU), dan Arema di awal Liga Indonesia VII. Tujuh gol yang ia kemas sekarang, membuktikan ia memang pantas diperebutkan.

Kenapa memilih Arema? Juned, begitu ia akrab disapa, menunjuk pada Aremania. Komunitas suporter Arema telah memikat hatinya.

“Saya tidak pernah menyesal berkarir di Arema. Dukungan Aremania ketika kami berlaga, luar biasa,” katanya.

Soal PKT, ia mengaku tidak akan pernah melupakan kenangan terindah saat menjadi penentu dalam adu penalti dalam semifinal LI VI. “Kalau akhirnya saya pindah itu karena butuh suasana baru,” sebutnya.

Kok perpindahannya sedikit pelik?

Ceritanya, saat itu Arema lebih dahulu menyampaikan tawaran ke PKT. Kala surat keluar dari PKY belum selesai, MU menyiapkan dana untuk merekrutnya. Sambil menunggu Juned berlatih bersama Persebaya.

Kehadiran Juned jelas menyejukkan hati Daniel Roekito, arsitek Arema. “Dia punya naluri mencetak gol yang tinggi. Aksinya dari sisi kanan amat berbahaya karena dia punya kecepatan. Tendangannya pun keras dan terarah,” kata Daniel.

“Khusus untuk bola daerah, dia punya nilai lebih. Jika aliran bola dari sisi tengah lancar, serangannya makin menggila,” tambah I Putu Gede, sahabat kental Juned di Arema.

Ahmad Junaidi Tidak Larut

Namun, ada yang unik. Ia tidak larut dengan gaya sepakbol tim Singo Edan yang cenderung keras. Emosinya pun terjaga. Contohnya, saat terjadi keributan antara pemain MU dan Arema dalam tragedi Stadion Gajayana, ia tidak terpancing.

“Saya kapok bermain kasar karena punya pengalaman pahit saat memperkuat Mitra di LI IV, saya diskors selama lima partai karena emosi dan memukul pemain MU yang dulu masih bernama Persema,” kenangnya.

Meski tidak pernah terpanggil timnas, Juned sempat masuk nominasi tahun lalu. Hasratnya untuk membela Tim Merah Putih pun masih tinggi.

“Tapi rasanya masih banyak pemain yang lebih bagus. Konsentrasi saya kini memulihkan nama baik Arema dan mengulang prestasi masuk ke Senayan,” tegasnya.

Di tengah ambisinya. Juned menyimpan keprihatinan atas kerusuhan antar etnik di Sampit, Kalimantan. “Sebagai orang berdarah Madura, saya pernah merasakan tenangnya hidup berdampingan dengan berbagai macam suku di Bumi Kalimantan. Saya harap pertikaian di sana cepat berakhir.” Erwin Fitriansyah – Tabloid Bola

Profil Ahmad Junaidi
PanggilanJuned
LahirProbolinggo, 5 November 1974
Tinggi / Berat175 cm / 69 kg
Orang TuaSutari / Sundari
IstriSaudak
AnakSalsabilah Bontangia
SepatuMizuno
Pos / NoStriker / 7
HobiJalan-jalan
Fav MusikDangdut
Fav FilmIndia
Fav PemainWidodo CP, Batistura
Klub sebelum AremaPKT
Klub sesudah AremaPersebaya

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.