Beranda Memorabilia Kliping Media Kisah Aji Santoso, Masih Kelas 2 SMA Tapi Sudah Direkrut Arema

Kisah Aji Santoso, Masih Kelas 2 SMA Tapi Sudah Direkrut Arema

0
Kisah Aji Santoso dari Kliping Koran Suara Indonesia
Kisah Aji Santoso dari Kliping Koran Suara Indonesia

Pemain termuda dalam sejarah Arema hingga artikel ini diterbitkan. Inilah kisah Aji Santoso sebagai pemain Arema yang kemudian dikenal Indonesia.

Aji Santoso, dalam deretan nama-nama pemain Arema Malang masih terasa asing. Tapi bagi kalangan penggemar sepakbola Malang, pelajar kelas II SMA Salahudin ini bukan asing lagi.

Sebelumnya dia bergabung dengan PS Gajayana di Kota Malang dan juga menjadi pemain Persema Malang. Awal terjun di sepakbola menurutnya karena merasa senang saja. Untuk pertama kali dia masuk klub Gajayana Junior. Melihat prestasinya yang cukup baik, dia ditarik ke Persema senior dengan posisi sebagai bek kiri.

Kisah Aji Santoso, Mimpi Menjadi Pemain Tim Nasional

Cita-citanya untuk menjadi pemain Galatama ternyata sudah tumbuh sejak dia masih ingusan. Dan impiannya ini baru terpenuhi 25 Oktober lalu setelah secara resmi pengurus Arema mentransfernya.

“Saya masuk Arema sejak 25 Oktober, tetapi baru latihan Jumat lalu dan Minggu saya langsung turun lapangan,” ujar Aji.

Dia menandaskan bahwa keinginannya untuk melebur ke klub Galatama bukan karena motivasi untuk mengejar uang. Tetapi untuk meningkatkan prestasi.

“Terus terang mas, sebenarnya saya merasa berat. Tapi demi prestasi saya harus pilih yang terbaik,” ujarnya optimistis.

Anak ke lima dari enam bersaudara keluarga Samadikun dan Misni ini secara polos menyatakan kalau soal mencari uang di Gajayana dia sudah mendapatkan gaji, dari situlah dia beranggapan bahwa prestasi lebih penting dari uang meskipun uang juga penting.

Menurut penilaiannya, di Galatama berbeda dengan Perserikatan karena Galatama kompetisinya padat. Ada kompetisi Bentoel Galatama, dan ada Turnamen Piala Liga Milo. Sedangkan di Perserikatan kompetisinya terbatas dan diatur. Demikian pula dengan frekuensi latihan di Galatama yang rutin sementara di Perserikatan tidak.

Ketika ditanya kenapa memilih Arema. Pemain yang masih berusia 18 tahun ini mengatakan memilih Arema karena dia masih berstatus pelajar yang berarti dekat dengan sekolahnya. Dan yang terpenting lagi karena melihat Arema ada pelatih yang benar-benar profesional, Sinyo Aliandoe.

“Dengan dibina chief (panggilan akrab kepada Sinyo) saya yakin prestasi saya bertambah baik, dan cita-cita saya untuk menjadi pemain nasional sekali waktu akan terpenuhi,” katanya.

Sebagai pemain baru, dia mengaku masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan teman-temannya.

“Saya jujur mas, saya masih banyak kekurangan dan saya bertekad pada pertandingan mendatang sudah stabil,” ujar pemain yang minggu sore kemarin mendapatkan tepuk tangan dari penggemarnya meskipun pada saat itu Arema kalah 2-0 melawan tamunya Petrokimia Putra.

Catatan Tentang Aji Santoso

  • Hingga artikel ini ditulis, Aji adalah pemegang rekor debut pemain termuda Arema. Dia saat debut melawan Petrokimia pada 6 November 1988 masih berusia 18 tahun 7 bulan.
  • Aji juga pemegang rekor pencipta gol termuda Arema. Dia mencetak gol saat berusia 18 tahun 7 bulan 13 hari ketika melawan Barito Putera pada Galatama 19 November 1988
  • Cita-cita Aji membela timnas tercapai setelah Polosin memanggilnya di ajang SEA Games Manila sekaligus juga Indonesia mencatatkan medali emas.
  • Menurut RSFF jika dihitung di kelompok umur hingga senior. Aji Santoso total bermain untuk tim nasional Indonesia sebanyak 31 kali.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.