Beranda News Arema Sosialisasikan 8 Aturan Baru Sepakbola dari IFAB

Arema Sosialisasikan 8 Aturan Baru Sepakbola dari IFAB

Sosialisasi Aturan Baru IFAB
Sosialisasi Aturan Baru IFAB

Tidak hanya tentang teknik sepakbola. Manajemen Arema juga membekali pemainnya dengan aturan baru sepakbola yang baru saja dirilis oleh IFAB.

IFAB adalah International Football Association Board, sebuah badan dari FIFA yang bertugas membuat aturan-aturan tentang sepakbola. Setiap tahun ada saja perubahan yang terjadi demi membuat permainan sepakbola enak dilihat. Untuk tahun ini, perubahan cukup banyak dan signifikan.

Tidak heran, manajemen mengundang khusus Nur Hadi, wasit dari Asosisasi Sepakbola Malang yang sudah malang melintang di dunia sepabola Indonesia untuk memberikan arahan.

“Manajemen Arema mengundang kami untuk memberikan sosialisasi kepada para pemain. Karena pada musim 2019/20 ada delapan item perubahan yang cukup signifikan,” tegas Hadi.

“Mungkin nanti di putaran kedua ada sosialisasi dari PSSI Pusat, yang jelas kami memberikan pemahaman agar protes yang terjadi akibat ketidaktahuan pemain di lapangan pada pertandingan Liga 1 bisa diminimalisir.”

Karena kondisinya tengah capek dan waktu juga sudah menjelang sore. Sosialisasi itu dilakukan yang bagian inti tentang tendangan gawang, handsball, dan penalti.

“Akan ada sosialisasi lanjutan lagi dari kami, entah teori dalam ruangan, atau praktik langsung di lapangan seperti ini, semuanya tergantung manajemen Arema sendiri,” terangnya.

Berikut 8 Aturan Baru 2019/2010

  1. Gol atau peluang yang melibatkan tangan akan langsung dianulir. Termasuk posisi tangan dalam keadaan pasif atau tidak sengaja sekalipun .
  2. Pemain yang diganti sekarang bisa keluar melalui garis mana saja. Tidak harus menghampiri penggantinya di area teknik. Jadi tidak akan ada lagi pemain yang mengulur waktu ketika pergantian di ujung pertandingan saat posisi unggul. Wasit bisa mengintervensi pemain untuk keluar melalui garis terdekat.
  3. Aturan kartu kuning dan kartu merah sekarang berlaku buat pelatih. Sebelumnya wasit bisa langsung mengusir pelatih tanpa peringatan. Kini akan ada kartu kuning (peringatan) dan kartu merah (pengusiran) buat pelatih.
  4. Pagar betis untuk mengadang tendangan bebas lawan sekarang harus steril. Hanya pemain tim yang menghadapi tendangan bebas yang boleh berada di pagar betis.
  5. Bola tendangan gawang, tendangan bebas di dalam kotak penalti, sekarang bisa langsung diterima tanpa harus keluar dari area penalti.
  6. Tendangan penalti hanya satu kali. Tidak ada bola rebound yang bisa dimasukkan seandainya tembakan tersebut bisa diblok kiper.
  7. Kiper menginjak kaki di garis tendangan penalti dan tidak boleh memegang jaring ataupun mistar
  8. Selebrasi gol ilegal seperti melepas baju akan tetap diganjar kartu kuning meski gol tersebut pada akhirnya dianulir wasit.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.