Beranda Profil Pemain Profil Pemain Arema: Hendro Siswanto

Profil Pemain Arema: Hendro Siswanto

Sebelum menapaki karir sebagai pemain sepakbola profesional, Hendro Siswanto mengalami lika-liku sulit sebagai pemain bola. Berikut ini adalah kisahnya.

Berasal Dari Kampung Nelayan

Hendro dilahirkan di Tuban pada 12 Maret 1990. Sang pemain berasal dari Dusun Rembes, Desa Gresikharjo, Kabupaten Tuban. Desa tersebut adalah sentra dari penjualan ikan yang ada di Jawa Timur yang dikenal dengan naman TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Hendro kecil saat itu memang ingin menjadi pemain sepakbola, angan yang lumayan berbeda dibandingkan saudara-saudaranya.

Hendro Siswanto saat melaut di sela-sela kompetisi
Hendro Siswanto saat melaut di sela-sela kompetisi

Bungsu dari tiga bersaudara ini menuturkan jika dulu dia berlatih di SSB Semen Gresik Tuban, bentuk fisiknya yang kuat ini dikarena di sela-sela latihan dia kerap membantu sang ayah untuk melaut. Tempaan laut itulah yang membuat dia semakin kuat dari hari ke hari.

“Sampai sekarang bapak saya juga masih melaut. Kadang kalau tidak ada kompetisi saya juga membantu bapak dan tetangga,” ucap Hendro.

Penampilannya yang lebih bagus dibandingkan rekan-rekannya di SSB membuat dia diajak untuk membela Persida Sidoarjo pada tahun 2007, setahun kemudian dia bergabung dengan Persepam Madura. Dia terus bermain konsisten sehingga Aji Santoso sebagai pelatih tim PON Jawa Timur menggaetnya. Bersama Andik Vermansyah, Juan Revi, dan Rendy Irwan, dia mampu membawa Jawa Timur meraih medali emas di ajang empat tahunan itu. Selepas dari PON, tim ISL PSIS Semarang tertarik memakai jasanya.

PSIS Degradasi Dan Hijrah Ke Persiba Balikpapan

Dari PON, PSIS Semarang yang saat itu ditukangi oleh Bambang Nurdiansyah bersiap untuk bermain di Indonesia Super League 2008/2009 menginginkan jasanya. Kebijakan PSIS yang mengutamakan pemain muda dari dana yang tipis membuat Hendro banyak memperoleh menit bermain.

“Di awal karier, bermain untuk klub yang sudah punya nama besar tentu sangat membanggakan bagi pemain muda. Maka begitu ada kesempatan bergabung dengan PSIS, saya sangat senang,” kata Hendro.

Dengan mayoritas pemain muda lain seperti Ferry Ariawan (rekannya di PON) hingga Gunawan Dwi Cahyo (rekannya nanti di timnas U-23 2011), PSIS tidak lancar menapaki pertandingan demi pertandingan. Kekalahan demi kekalahan sudah menjadi hal yang biasa diterima. Pengalaman pemain yang kurang saat bermain di kasta tertinggi membuat PSIS kerap menjadi bulan-bulanan terutama saat memasuki fase putaran kedua saat tim senior dibubarkan dan diganti dengan pemain muda.

Keterbatasan dana membuat Hendro dkk. hidup seadanya di mes pemain yang terletak di kawasan Jatidiri, Karangrejo, Semarang. Sering kali, pemain hanya disuplai makanan mie instan dan telur, hanya untuk sekadar mengenyangkan perut.

Ketua Umum PSIS saat itu, Sukawi Sutarip, akhirnya membubarkan tim senior di tengah kompetisi. Pemain yang masih mau bertahan dibayar Rp 500 ribu setiap pertandingan. Saat itu, PSIS menyisakan sembilan laga di ISL 2008-2009. Akhir musim yang pahit bagi Hendro dan PSIS. Mahesa Jenar terdegradasi ke Divisi Utama.

Penderitaan itu justru jadi awal kesuksesan Hendro. Di PSIS, penampilan Hendro memikat Badan Tim Nasional PSSI untuk memperkuat timnas U-23. Pada musim 2009-2010, Hendro, Feri, dan Johan hijrah ke Persiba Balikpapan, klub yang saat itu bergelimang uang. Di Tim Beruang Madu, Hendro mencetak empat gol dari 28 kali penampilan.

“Waktu itu manajemen PSIS mempersilakan pemain muda mencari klub yang lebih baik dari sisi finansial. Akhirnya kami merantau ke Balikpapan,” ujarnya.

Moncer di Timnas U-23 Dan Bergabung Dengan Arema

Hendro Siswanto awalnya masuk ke Arema setelah bermain bagus di Sea Games 2011. Dibawah asuhan Rahmad Darmawan, sang pemain tampil moncer dan bisa menempati dua posisi yaitu gelandang bertahan dan bek kanan.

Hendro sempat bergabung dengan Arema IPL, namun setelah lima pertandingan dia hijrah ke Arema Cronus dan mulai bermain di putaran kedua ISL 2011/2012.

Di Arema, persaingan lini tengah Arema dan bergantinya pelatih turut punya andil besar terhadap kesempatan Hendro. Sang pemain kadang mendapatkan jatah lebih banyak seperti di era Rahmad Darmawan. Terkadang dia hanya mendapatkan kesempatan sedikit saat dipegang Joko Susilo. Semua itu coba disyukuri dan dia mengaku tetap akan tampil maksimal meskipun memulai dari bangku cadangan.

PI

SeasonKlubDurasiMainStarterSubsBenchGoalAssisKuningMerahWin RatioDraw RatioLoss RatioOG
2018Arema3014311010050.0050.000.000

ISL

SeasonKlubDurasiMainStarterSubsBenchGoalAssisKuningMerahWin RatioDraw RatioLoss RatioOG
2013Arema0000000000000
11/12Arema1233141402102042.8614.2942.860

ISC

SeasonKlubDurasiMainStarterSubsBenchGoalAssisKuningMerahWin RatioDraw RatioLoss RatioOG
2016Arema6458711002137.5050.0012.500

Liga 1

SeasonKlubDurasiMainStarterSubsBenchGoalAssisKuningMerahWin RatioDraw RatioLoss RatioOG
2017Arema2418302645201036.6733.3330.000
2018Arema2330282623012139.2921.4339.290
2019Arema1041121200004058.330.0041.670
Profil Hendro Siswanto
Nama LengkapHendro Siswanto
Nama PanggilanHendro
KebangsaanIndonesia
Tanggal LahirSenin, 12 Maret 1990
Tempat LahirTuban
Umur24
Tinggi Badan1.72 m
Berat Badan63 kg
PosisiGelandang
Karier Junior
SSB Tuban
Karier Senior
2007Persida Sidoarjo
2008Persepam Pamekasan
2008-2009PSIS Semarang
2009-2010Persiba Balikpapan
2010-2011Persela Lamongan
2011Arema (IPL)
2011-Arema Cronus
Karier Timnas
2007Indonesia U-19
2008Indonesia U-21
2009-2012Indonesia U-23

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.