Beranda Fokus Saat Milomir Seslija Bicara Tentang Rotasi Pemain Arema

Saat Milomir Seslija Bicara Tentang Rotasi Pemain Arema

Pavel Smolychenko menunggu rotasi pemain Arema
Pavel Smolychenko menunggu rotasi pemain Arema

Milomir Seslija berbicara rotasi pemain Arema di tengah jadwal padat. Tanpa melihat argumen suporter yang terus meneriakkan kapan Pavel Smolyachenko dimainkan. Milo sudah tahu jika rotasi di tim Arema perlu dilakukan.

Menurut Milo, kondisi Arema saat ini tengah bagus. Pepatah ‘dont change the winning team’ yang begitu populer dari Sir Alex Ferguson dipahami betul olehnya. Artinya, selama pemain itu baik-baik saja, tidak mengalami cedera ataupun akumulasi kartu, maka pemain tidak akan cedera.

Pantang bagi Milo memasukkan pemain untuk menggantikan pemain yang sudah ada dengan alasan yang tidak signifikan. Artinya, perubahan yang dilakukan Milo tetap bisa dilakukan, namun tetap disesuaikan dengan kondisi di lapangan tidak berdasarkan rasa kasian pemain itu belum dimainkan.

“Saat melawan Persipura kami melakukan empat perubahan, saat melawan Padang kami mempertahankan winning skuat. Perubahan pemain selalu melihat kondisi terkini dari tim. Kami memang memiliki recovery dua hari lebih lambat. Tetapi rotasi sulit bagi kami, karena kami juga perlu melihat pemain pengganti itu siap atau tidak untuk dimainkan dan bagaimana dia pengaruhnya di tim dari sesi latihan,” urai Milo.

“Semua orang bicara bagaimana melakukan rotasi, kami pernah melakukannya melawan Tira dan kami mengalami kekalahan. Jadi saya pikir, rotasi yang baik bukan karena siapa dia yang bermain, tetapi fungsinya dia di lapangan. Apakah bisa mempertahankan permainan kami, bisa juga jika kami ingin bermain lebih menyerang atau bertahan. Jika ada rotasi mungkin tidak banyak,” sambungnya.

Milo memberikan contoh di posisi depan. Saat ini dua pemain Dedik Setiawan dan Sylvano Comvalius begitu bagus. Pergantian akan keduanya cukup mustahil dilakukan dengan kondisi sekarang.

“Semua orang selalu bertanya tentang rotasi, kemungkinan kami memainkan pemain A B C. Tetapi di lapangan faktanya berbeda. Di posisi striker saat ini ada Dedik dan Comvalius yang sedang naik. Sementara di belakangnya adalah lima pemain (Hardianto, Rivaldy, Kayame, Titan, atau Sunarto) Tetapi kami hanya bisa memainkan dua, apakah itu bisa diganti, jika tidak cedera atau tidak absen ya sulit untuk diganti,” tegasnya.

“Kami memiliki pemain cadangan yang bagus, Hardianto punya kemampuan membedakan pertandingan di final Piala Presiden, dia sangat siap untuk dimainkan kapanpun, dan tidak ada rasa cemburu karena kami memiliki atmosfer yang bagus. Pemain tidak akan memikirkan dirinya, karena jika Arema menang pemain juga senang.”

Hal yang sama terjadi di lini tengah, saat ini dengan formasi yang dia usung. Hanya tiga pemain tengah saja yang mendapatkan kesempatan pemain sementara di posisi ini ada tujuh pemain.

Saat ini, mungkin dari tiga tempat itu dua tempat sudah diparkir Makan Konate dan Hendro Siswanto. Sementara sisanya seperti Jayus Hariono, Hanif Sjahbandi, M Rafli, Pavel Smolyachenko, hingga Vikrian antre menunggu giliran.

“Di lini tengah, ada tiga slot tetapi kemudian ada banyak pemain. Kami memiliki Konate yang sangat bagus ketika menyerang dan menjadi otak serangan. Kemudian ada Hendro yang punya mobilitas tinggi. Kemudian juga ada Jayus, Hanif, dan Rafli sebagai penggawa timnas. Ada lagi gelandang Pavel hingga Vikirian,” tegasnya.

“Kami memainkan pemain sesuai dengan kondisi yang kami inginkan, menyerang atau bertahan. Jika menyerang ada dua gelandang serang seperti Konate dan Rafli yang bermain. Masih ada enam pertandingan sehingga masih banyak kesempatan yang bisa diberikan untuk pemain lain.”

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.