Beranda Fokus Cerita Beny Wahyudi, Resep Sukses Bermain Bola Hingga Mundur dari PNS

Cerita Beny Wahyudi, Resep Sukses Bermain Bola Hingga Mundur dari PNS

Beny Ketika membela Arema 2014 dan PSM 2019
Beny Ketika membela Arema 2014 dan PSM 2019

Ada kisah menarik yang diceritakan Beny Wahyudi kepada Estu Santoso, salah satu jurnalis handal Nasional melalui kanal Youtube-nya. Salah satunya adalah resep sukses bermain bola adalah mampu bermain di posisi manapun.

Kepada Estu, Beny menceritakan jika awal karir dia adalah di posisi bek kanan saat membela Arema 2008/09. Namun, di musim 2009/10 saat Arema dilatih Robert Rene Albert, posisi kanan sudah paten menjadi milik Zulkifli Syukur.

“Posisi bek kiri pada saat itu kosong, untuk menjaga eksis kita. Akhirnya saya mau dipaksa menjadi bek kiri. Kalau langsung tidak kagok karena bek kiri tidak harus crossing dengan kaki kiri, begitu pula dengan bek kanan yang tidak harus crossing dengan kaki kanan. Kagoknya mungkin di penjagaan positioning pertahanan,” tegas Beny.

Menjalani posisi bek ternyata tidak dijalani Beny sejak kecil. Pemain yang mendapatkan pujian dari pandit Fox Shebby Sing dengan sebutan Gary Neville-nya Indonesia itu menyatakan jika posisi aslinya saat kecil adalah striker.

Diakui Beny, memang di masa kecil jarang sekali ada pemain yang mau menjadi bek. Atau pemain yang istilahnya menunggu diserang dan mengejar bola. Semuanya ingin menjadi striker.

“Di SSB pada waktu itu tidak ada yang menjadi bek kanan, daripada saya tidak diajak atau tidak dimainkan ya lebih baik saya mau menjadi bek,” ungkap pemain yang dilatih Edy Sutrisno ini.

Resep sukses Beny bermain bola adalah bisa menempati posisi apapun yang diinginkan pelatih.
Resep sukses Beny bermain bola adalah bisa menempati posisi apapun yang diinginkan pelatih.

Mundur dari PNS

Cerita unik dari Beny adalah sang pemain rupanya melepaskan status pegawai negeri di Dispora Pemprov Jawa Timur yang diangkat pada tahun 2011 namun pada 2015 dia memutuskan mundur.

“Pada saat itu Menporanya pak Andy Malarangeng, saya membawa PON Jatim juara 2008. Akhirnya atlet yang mendapatkan emas mendapatkan reward dari Menpora untuk mengikuti tes PNS. Tidak semua pemain bola bisa ikut karena ada yang sudah bermain di luar kota. Pada saat itu yang lolos pemain bola adalah M Rahman, Bertha Yuwana, dan saya,” tegasnya.

Ada Perlu Membaca

Saat memutuskan mundur Beny memang tidak ada niatan. Namun, ada prosedur dari kantor yang mengharuskan dia datang. Keluarga pun rasanya juga tidak rela pada saat itu.

“Kehadiran di kantor sangat dinilai, dan tidak mungkin saya bolak-balik ke Surabaya karena bermain di Arema. Mungkin lebih pada membagi waktunya. Setelah beberapa kali kena SP, akhirnya kepala Dispora memanggil dan di sana disuruh memilih bermain bola atau PNS,” tegas Beny.

“Saya pun melakukan hitung-hitungan, gaji saya sampai pensiun bermain bola berapa dan menjadi PNS berapa, hingga akhirnya memilih pemain bola. Saya sempat galau karena pada saat memutuskan mundur dan SK keluar, ternyata Liga 2015 berhenti.”

Simak selangkapnya video wawancara tersebut di bawah ini.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.