Beranda News Arema Meminta Maaf Kepada Persib Bandung

Arema Meminta Maaf Kepada Persib Bandung

Sudarmaji
Sudarmaji

Manajemen Arema melalui manajer media officer Sudarmaji meminta maaf dan mengakui kesalahan yang dilakukan oleh suporter yang tidak memberikan kenyamanan kepada tim Persib Bandung.

Sudarmaji berterima kasih atas saran dan kritikan yang dilontarkan Persib melalui Robert Rene Albert dengan tujuan untuk membuat panpel Arema semakin baik lagi.

Dirinya mengakui jika dinamika suporter memang perlu dikendalikan, jangan sampai ulah yang dilakukan tidak sampai mencederai atau melukai pemain lawan.

“Tentang riak-riak yang terjadi. Kami secara gentle meminta maaf kepada Persib dan kami berterima kasih kepada pelatih Persib yang memberikan kritik dan saran. Semoga kritikannya bisa membuat kami semakin baik ke depan,” terang Sudarmaji.

“Kadang-kadang kalau kita diingatkan oleh keluarga sendiri itu susah berubah, tetapi jika diingatkan oleh orang lain itu akan membuat berubah, dan itu akan menjadi motivasi kami. Kami sekali berterima kasih, apa yang kami lakukan dan apa yang harus kami perbaiki,”

Sudarmaji menyampaikan ucapan terima kasih kepada Persib Bandung yang ‘rela’ bertanding. Karena di tengah agenda yang padat, menyelamatkan pertandingan atau tidak melakukan walk out adalah sesuatu yang harus dicegah. Dirinya juga memuji betapa tertibnya Aremania saat pertandingan berlangsung.

“Mungkin ini yang dinamakan pentingnya berkomuniaski. Kami harus menyakinkan bapak di kepolisian, petinggi klub (Arema dan Persib) dan suporter untuk menyelenggarakan pertandingan tepat waktu,” terangnya.

“Di stadion tidak hal yang negatif, tentunya ini harus dijaga animonya, Arema berturut-turut bisa memetik poin di laga home. Yang paling utama adalah komunikasi antar korwil yang mengakomodir kepentingan Aremania tapi dalam konteks kreatifitas. Juga menjadi langkah manajamen untuk meredam atau mengurangi perilaku negatif.”

Tentang adanya tuduhan Robert yang menyatakan panpel Arema mengubah pertandingan menjadi jam 15.30 hingga menyulitkan pemain Persib melakukan persiapan.

“Bukan membatalkan (pertandingan jam 18.30) bahasanya, karena memang sempat ada koordinasi antara PT LIB, Panpel dan kepolisian. Panpel harus membangun komunikasi dari semua pihak. LIB ingin 18.30 sementara Kepolisian ingin 15.30. Kami salut kepada bapak kepolisian yang bisa menerima dan akhirnya memberikan masukan kepada Panpel dan Aremania untuk pertandingan,” urainya

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.