Beranda Fokus Disuntik Pemati Rasa, Singgih Pitono Mengenang Laga Lawan Persebaya

Disuntik Pemati Rasa, Singgih Pitono Mengenang Laga Lawan Persebaya

Legenda pencetak gol terbanyak Arema Singgih Pitono mempunyai cerita menarik saat Arema bertemu dengan Persebaya.

Proses gol Joko Susilo yang membuat Singgih Pitono Mengenang laga lawan Persebaya
Proses gol Joko Susilo yang membuat Singgih Pitono Mengenang laga lawan Persebaya

Laga melawan Persebaya selalu memiliki pengalaman dan cerita menarik. Singgih Pitono mengenang laga lawan Persebaya sebagai laga yang memiliki tuntutan harus dimenangkan.

Kenangan Singgih terhampar pada 29 Maret 1995 saat Arema bersua dengan Persebaya di Stadion Gajayana di Liga Indonesia edisi perdana.

“Sebenarnya yang ramai adalah Persebaya melawan Persema. Tetapi pada saat itu tuntutan memenangkan pertandingan juga ada. Karena suporter Arema lebih banyak dan mereka ingin kami memutus rekor mereka,” tegas Singgih seperti yang dikutip dari Goal.com.

Rekor yang dimaksud Singgih adalah Persebaya pada saat itu belum pernah kalah pada 12 pertandingan di Liga. Sehingga para pemain Arema nampak bersemangat.

Sayang, Keinginan Singgih untuk bermain terganjal masalah pada jari kakinya.

“Saya mengalami cedera pada jempol. Bahkan besar kemungkinan saya tidak bisa bermain. Tukang pijat [di masa itu belum ada dokter yang dikontrak] menyatakan, saya tidak bisa bermain. Saya pun kecewa. Padahal ini adalah pertandingan yang saya tunggu, karena mereka belum pernah kalah.” Kenang Singgih.


BACA JUGA


Walaupun posisinya tengah mengalami cedera dan tidak bisa bermain. Pelatih Gusnul Yakin tetap memasukkan nama Singgih ke daftar susunan pemain. Dari situ, cerita ala anime Captain Tsubasa yang memaksakan tampil saat cedera terjadi.

“Saat pertandingan ada dokter yang bertugas. Saya minta dia untuk menyuntik obat pemati rasa di bagian jempol. Memang saat itu pelatih juga gundah, karena di tribun teriakan nama ‘Singgih, Singgih, Singgih’ begitu kencang ketika Arema kesulitan mencetak gol,” urai Singgih.

“Setelah disuntik saya sama sekali tidak mengalami rasa nyeri. Di lapangan ada situasi dari tendangan bebas, dan langsung saya tembak. Tapi bola bisa diblok kiper Hengky Kurniawan. Bola rebound langsung disambar Joko Susilo. Kami menang 1-0, dan Bejo Sugiantoro bilang kepada saya ‘Wah gara-gara sampean, kita gagal dapat bonus 20 juta’. Momen yang begitu indah.”

“Namun penderitaan saya belum berakhir. Ketika pemati rasanya sudah hilang, jempol saya ini rasanya mau putus saja. Sakitnya tidak karuan. Beruntung tidak sampai terjadi amputasi.”

Di era sekarang, momen itu mungkin bakal sulit terjadi karena biasanya pelatih akan menyimpan pemain yang cedera dengan harapan tidak memperarahnya.

“Memang untuk sekarang situasi itu masih sulit untuk diulang, tetapi tekad untuk memenangkan pertandingan adalah hal yang harus dimiliki pemain,” tegas Singgih.

Singgih Memberikan Wejangan Kepada Dedik Setiawan
Singgih Memberikan Wejangan Kepada Dedik Setiawan

Ingin Striker Arema Miliki Tekad Kuat

Salah satu tujuan dikontraknya Singgih adalah keinginan Arema untuk menelorkan striker lokal yang kuat. Saat ini Dedik Setiawan dan Ahmad Nur Hardianto sudah mulai nampak karakternya.

Hanya saja, besar kemungkinan Dedik untuk absen karena masih mengalami cedera yang didapatkannya ketika melawan Bhayangkara FC.

Hardianto menurut Singgih adalah striker yang memiliki tekad kuat. Bahkan sang pemain dua kali menjebol gawang Persebaya.

Pertama terjadi saat menghadapi Persebaya di Kanjuruhan pada 26 Oktober tahun lalu. Hampir sama kondisinya, Hardianto sejak awal musim 2018 juga beberapa kali terbelit masalah cedera.

Pelatih lalu memberikan dia kepercayaan, termasuk Singgih yang berpesan kepada dia untuk memberikan perbedaan. Hasilnya, Hardianto menjadi pahlawan kemenangan dengan gol yang dia buat pada menit ke-70.

Pemain asal Lamongan itu kemudian juga membuka kemenangan Arema melawan Persebaya di final Piala Presiden 2019 lalu. Satu gol yang dia buat menjadi penyemangat untuk pemain lain.

“Tugas striker adalah mencetak gol jika dimainkan, soal bermain atau tidak melawan Persebaya nanti ya itu terserah pelatih. Tetapi bagi saya memang tidak pernah memberikan target melawan tim ini mencetak gol, semua sama saja,” tegas Hardianto.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.