Beranda Fokus Preview, Data Fakta, Prakiraan Susunan Pemain Arema vs Persebaya

Preview, Data Fakta, Prakiraan Susunan Pemain Arema vs Persebaya

Arema melawan Persebaya.
Arema melawan Persebaya.

Arema FC bersiap menjalani pertandingan penuh tekanan dalam kalender Liga 2019 melawan Persebaya Surabaya, Kamis (15/8).

Seluruh komponen tim Singo Edan nampak bersiap memenangkan pertandingan kendati Arema dipastikan tanpa dua pemain yaitu Dedik Setiawan dan Alfin Tuasalamony. Bahkan Arema bisa saja kehilangan Dendi Santoso dan Johan Ahmat Farizi karena hingga sesi latihan terakhir keduanya masih latihan terpisah.

Laga ini memang dikatakan penuh tekanan mengingat rivalitas yang cukup kental antara kedua suporter. Beberapa kalangan menyebut jika gengsi yang dipertaruhkan tidak hanya gengsi klub, melainkan juga gengsi kota Malang dan Surabaya.

Data Fakta Arema Melawan Persebaya

  1. Arema dan Persebaya sudah bertemu dalam 26 laga, di semua ajang. Arema menang 12 kali, 6 kali imbang, dan 8 kali kalah. Laga di pekan ke-14 Liga 1 2019, Kamis (15/8/2019) besok merupakan pertemuan ke-27 bagi kedua klub.
  2. Kemenangan terbesar Arema atas Persebaya terjadi pada pentas Liga Indonesia 1995-1996. Saat itu Arema bisa mengalahkan Persebaya 3-0. Sayang, tak ada data pencetak gol untuk laga ini. Di musim yang sama, Arema juga kalah dengan skor yang sama saat bermain di kandang Persebaya
  3. Kekalahan terbesar Arema dari Persebaya terjadi semusim berselang, tepatnya di Liga Indonesia 1996-1997 (26 Maret 1997). Kala itu, Arema harus menelan kekalahan telak 6-1 di kandang Persebaya. Sayang, tak ada pula data pencetak gol untuk laga tersebut. Laga itu sekaligus menjadi pertemuan kedua tim dengan jumlah gol terbanyak (7 gol).
  4. Arema belum pernah kalah dari Persebaya ketika bermain di Malang. Dari 11 kali pertemuan, skuat Singo Edan mampu menang sembilan kali, dan dua laga berakhir dengan imbang.
  5. Memang, tak ada data pencetak gol dalam sejarah pertemuan Arema dan Persebaya sejak 1992 hingga 1997. Data pencetak gol baru bisa didapat pada musim 1997-1998.
  6. Sejak musim 1997-1998, hanya seorang pemain Arema yang mampu menjebol gawang Persebaya dua kali, yakni Ahmad Nur Hardianto. Hardianto menjadi penentu kemenangan Arema 1-0 atas Persebaya di Liga 1 2018 (6 Oktober 2018). Hardianto juga mencetak gol pembuka kemenangan Arema 2-0 di leg kedua final Piala Presiden 2019 yang mengantarkan timnya menjadi kampiun.
  7. Selain Hardianto, di skuat Arema saat ini ada setidaknya ada empat pemain lainnya yang pernah menjebol gawang Persebaya. Mereka adalah Hanif Sjahbandi, Hendro Siswanto, Makan Konate, dan Riky Kayame, yang sama-sama mengoleksi satu gol.

Komentar Pelatih

Kedua pelatih sama-sama optimistis menyambut pertandingan derby Jawa Timur.

Dari kubu Arema, pelatih Milomir Seslija menyatakan jika laga derby memberikan pressure dan tekanan kepada anak asuhnya. Namun, dia menyakini pemain mampu berbuat banyak untuk memenangkan pertandingan.

“Selalu ada tekanan besar dalam derby. Tapi kami selalu memiliki keyakinan memenangkan pertandingan. Kami mungkin tengah menjalani hari yang kurang baik setelah di laga sebelumnya kalah melawan Kalteng [Putra]. Tetapi kami merasa bisa lebih baik,” kata Milo.

Milo Seslija dan Kuncoro
Milo Seslija dan Kuncoro

Sementara, Bejo Sugiantoro sama optimistisnya. Demi mereguk tiga poin, dia lebih membenahi mental anak asuhnya dibandingkan fokus kepada taktikal di lapangan.

Di sisi lain, Bejo juga sedikit menyesalkan telatnya pemberitahuan absennya Hansamu Yama. Sang pemain mendapatkan tambahan hukuman setelah menarik baju wasit di laga sebelumnya.

“Skill dan teknik saja tidak cukup di pertandingan melawan Arema. Kami harus memiliki mental yang bagus, karena tekanan bakal sangat besar. Saya mencoba mengembalikan mood pemain, mereka kini memiliki semangat baru,” ungkap Bejo.

Prakiraan Susunan Pemain Arema Melawan Persebaya

Arema: Kartika Ajie, Agil Munawar, Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Johan Farizi, Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Makan Konate, Rifaldi Bawuo, Riky Kayame, Sylvano Comvalius.

Persebaya: Miswar Saputra, Novan Setya, Otavio Dutra, Syaifudin, Ruben Sanadi, Misbakus Solikin, M Hidayat, Damian Lizio, Manuckhr Jalilov, Irfan Jaya, Amido Balde.