PT LIB Jelaskan Jadwal Liga 1 yang Mepet

    Makan Konate Berduel Dengan Pemain Bhayangkara
    Makan Konate Berduel Dengan Pemain Bhayangkara

    Jadwal Liga 1 dianggap seringkali tidak konsisten terhadap apa yang sudah ditetapkan. Tidak heran beberapa pihak menyatakan pihak LIB tidak bagus mengelola Jadwal kompetisi.

    Asep Saputra sebagai manajer kompetisi PT Liga Indonesia baru menjelaskan panjang lebar tentang hal ini. Menurutnya, pengelola Liga sudah mencoba mengatur kompetisi se-ideal mungkin. Namun ada hal hal yang diluar kendali mereka yang menyebabkan jadwal tidak terlaksana.

    Tidak terlaksannya satu jadwal pertandingan yang sudah ditetapkan akan merembet kepada pertandingan lain. Inilah yang sebenarnya terjadi saat ini, seperti tertundanya pertandingan Persebaya melawan Madura di Piala Indonesia yang berimbas kepada bergesernya seluruh jadwal.

    “Kompetisi Liga baru dimulai pada bulan Mei dan bulan Desember haru selesai, sementara kami juga masih menyimpan pertandingan Piala Indonesia. Jadwalnya yang sudah ditata dengan baik terkadang tidak terlaksana dengan alasan keamanan,” tegas Asep.

    PT Liga pun tidak ingin masalah ini berlarut. Momen pertemuan antar manajer beberapa waktu lalu yang dilakukan di Jakarta digunakan untuk membahas jadwal terbaru Liga.

    “Kami sudah mengadakan pertemuan dengan klub beberapa minggu yang lalu, kami memberikan opsi jadwal dengan mempertimbangkan harus selesai pada bulan Desember dan libur pada FIFA matchday,” tegasnya.

    “Akhirnya kesepakatannya hingga putaran pertama jadwal tidak ada perubahan. Namun di putaran kedua karena ada FIFA matchday itu ada kemungkinan penyesuaian, itu yang akan digodok.”

    Asep menjelaskan, jadwal baru tersebut tetap memberikan pertimbangan istirahat normal pemain adalah 4,7 hari rata-ratanya. Sehingga tidak akan ada jadwal antara pekan satu dengan pekan berikutnya lebih dari lima hari.

    “Dari September hingga Desember ada 16 Minggu faktualnya, tapi jika dihitung September baru dimulai Minggu ketiga maka hilang dua. Desember pun sampai Minggu ketiga maka hilang satu sisa 13 Minggu. Kemudian pas FIFA Matchday ada tiga kali, satu pertandingan 10 hari (liburnya) maka akan ada 30 hari, hilang empat Minggu. Sehingga dalam tempo sisa 9 Minggu akan ada kurang lebih 17 pekan Liga,” tegas Asep.

    “17 pekan ada sebetulnya masih bisa, namun konsekuensinya jarak pertandingan tidak lagi rataan 4,7 hari melainkan 3,7 hari (63 hari/17 pekan). Tetapi masalahnya ada laga tunda yang melibatkan Persija, PSM, Borneo dan Madura. Itulah kenapa jadwalnya menjadi tidak ideal, bukan karena kami tidak tahu tetapi keadaanlah yang membuatnya demikian.”

    “Terpenting klub recovery tidak sampai habis, ada televisi, ada juga timnas. Sehingga ada penyesuaian, sehingga tidak ada satu week istirahat lima dan enam hari. Tetapi kami sudah berupaya tidak ekstreem juga misalnya 1-2 hari.”

    Tinggalkan Pesan

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.