Beranda Fokus Bolehkah Mengganti Apparel Ketika Kompetisi Liga 1 Berjalan?

Bolehkah Mengganti Apparel Ketika Kompetisi Liga 1 Berjalan?

Perkenalan jersey terbaru Arema.
Perkenalan jersey terbaru Arema.

Arema FC secara mengejutkan memutuskan kerjasama mereka dengan apparel Munich X di tengah kompetisi Liga 1 2019. Banyak pihak kemudian bertanya-tanya, bolehkah mengganti apparel ketika Liga 1 berjalan?

Sebelumnya, diberitakan jika Arema mengganti apparel mereka dengan label miliki mereka sendiri yaitu SEA (Singo Edan Apparel). Perubahan ini dikarenakan Munich X sebagai penyuplai jubah perang dinilai wanprestasi dengan penyediaan yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

Jersey dengan desain dan apparel baru tersebut kemudian dikenalkan sehari sebelum Arema bersua dengan Persebaya.

Bolehkah Mengganti Apparel?

Tentang jersey dan kelengkapan tim, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengaturnya di pasal 41, 42, dan 43 regulasi Liga 1 2019.

Pada pasal 41 pada kalimat awalnya dijelaskan jika perlengkapan semua tim Liga 1 harus mengikuti Laws of The Game FIFA. Artinya klub tidak diperkenankan menggunakan seragam dengan desain mirip tim basket atau baseball misalnya.

Di awal kompetisi, PT Liga menginginkan klub mengirimkan contoh seragam pertama, kedua, serta ketiga untuk pemain dan penjaga gawang. Jersey tersebut harus menggunakan unsur warna terang dan gelap.


Anda Perlu Membaca


Kemudian, selanjutnya di ayat 7 pasal 41 dijelaskan bahwasanya jersey yang sudah didaftarkan wajib digunakan selama Liga 1. Kemudian jika ada perubahan wajib disampaikan secara tertulis kepada LIB untuk mendapatkan persetujuan.

Manajer Store Arema, Tjiptadi Purnomo menyebut jika perubahan ini disetujui oleh PT LIB karena memang tidak ada perubahan dari sisi warna.

Pada jersey Arema yang baru diluncurkan, Arema tetap menggunakan warna biru sebagai kostum utama dan putih sebagai kostum kedua. Warnanya pun identik dengan biru yang menyerupai milik Munich X.

Jersey ketiga Arema di Liga 1 2019
Jersey ketiga Arema di Liga 1 2019. Selain mengganti apparel Arema juga mengganti warna untuk jersey ketiga.

Permasalahan terjadi kepada jersey ketiga karena Arema mengubah warna dari kuning emas menjadi warna yang kini masih dirahasiakan.

Perubahan warna ini diatur di ayat 9 pasal 42, yakni LIB dapat menyetujui dan memutuskan jenis dan warna dari perlengkapan klub. Jika tidak mendapatkan pengesahan, klub tidak diperbolehkan untuk bermain.

“Untuk jersey ketiga masih akan menjadi kejutan kami, semoga Liga menyetujui keinginan kami karena warnanya bukan warna turunan dari biru atau putih,” jelas Srontol, sapaan akrabnya.

Warna turunan yang dimaksud adalah sesuai dengan pasal 42 yang membahas warna jersey. Di ayat 2 dijelaskan jika seragam pertama, kedua, dan ketiga harus berbeda warnanya termasuk turunannya. Contohnya warna biru muda jika sudah digunakan pada seragam pertama, maka jersey kedua atau ketiga tidak boleh menggunakan warna biru tua.

“Desain jersey ketiga ini bisa digunakan untuk bersantai dan jalan-jalan,” yakin Srontol tanpa membeberkan desainnya.

Sementara pasal 43 banyak menjelaskan tentang penempatan nama dan nomor di jersey. Di pasal ketiga ini tidak ada yang bermasalah. Karena nama dan nomor pemain yang didaftarkan Arema pada jersey lawas tetap sama pada jersey baru.

Contohnya, Hamka Hamzah tetap mengenakan nomor punggung 23 dengan nama ‘Hamka’ di punggungnya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.