Beranda Fokus Memorial Match: Tawuran Pemain Arema Dengan PSMS Medan

Memorial Match: Tawuran Pemain Arema Dengan PSMS Medan

Arema Indonesia akhirnya memetik kemenangan perdana pada Indonesia Super League 2011/2012 setelah menang 2-1 atas PSMS Medan, Minggu, 22 Januari 2012. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, tuan rumah sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit kelima. Namun Arema berhasil membalasnya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Rahmad mencetak gol bunuh diri pada menit ke-56. Berniat menghalau umpan Rodrigo Santoni, Rahmad justru menjaringkan bola ke gawangnya sendiri. Arema memimpin 2-1 hingga laga usai. Ini merupakan kemenangan perdana Arema di ISL musim ini. Meski demikian, Arema masih berada di posisi 16 dengan koleksi 5 poin. Sedangkan PSMS berada di urutan ke-13 dengan 7 poin.

Kericuhan

Laga ini berlangsung ricuh. Ya.. ketika itu tensi panas menang terjadi di lapangan stadion Kanjuruhan, provokasi pemain, tawuran pemain Arema dengan PSMS, kurang tegasnya wasit, hingga bingungnya asisten menjadi bumbu penyedap dalam pertandingan yang menjadi kemenangan perdana Arema di Indonesia Super League 2011/2012 ini. Meskipun demikian Aremania dan ratusan suporter PSMS yang datang ke Kanjuruhan tetap saling mendukung dan saling menghormati dengan suporter tuan rumah meski kejadian di lapangan sangat panas.

Fans kedua kubu saling menghormati keputusan wasit

Awal dari kejadian itu adalah Marcio Souza melakukan provokasi kepada Sasa Zecevic, dia melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas. Wasit pun langsung memberikan kartu kuning kepada Sasa. Tidak terima dengan perlakuan Marcio. Sepanjang pertandingan, gaya main Saza kacau balau. Hal itu juga diperparah oleh tindakan pemain emosional lain, Markus Horison.

Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pemain PSMS, Markus selalu berteriak-teriak kepada wasit meski pelanggaran itu benar-benar dilakukan. Posisi Markus yang juga kapten yang seharusnya menjadi contoh ternyata tidak memberikan contoh yang baik kepada rekan-rekannya hingga pemain lain turut emosi.

Marcio pun tidak tinggal diam, tahu pemain PSMS panas, dia semakin melakukan provokasi terhadap lawan, bahkan tanpa diketahui wasit dan asisten, dia juga melakukan sikutan kepada Sasa dan membuat pemain Eropa timur itu mengeluarkan darah dari hidungnya.

Sasa Emosional Setelah Novi Di Kartu Merah

Gaya emosi yang dipergakan PSMS semakin kacau dan membuat Arema mendapatkan tendangan pinalti. Prosesnya berawal ketika Arif Arianto yang bergerak bebas di kotak pinalti ditebas kakinya oleh Luis Alejandro Pena. Sang korban Arif, meski masih bisa melanjutkan pertandingan, dia harus diganti oleh Anggo Julian di menit 58.

Novi Menendang Kaki Marcio

Puncak dari segala provokasi Markus Vs Marcio terjadi di menit 69. Novi Hendrawan dan Rahmad yang menjaga pergerakan Marcio melakukan tendangan ke arah pemain Brazil itu. Meski terkena sedikit, dia terguling-guling seperti kepanasan. Wasit pun tidak segan mengeluarkan kartu merah untuk Novi. Tidak terima dengan kartu merah itu, Markus mendatangi Marcio, tidak jelas dia mengucapkan apa karena 10 detik kemudian terjadi baku hantam antar pemain Arema melawan PSMS.

Markus Tetap Emosi Usai Pertandingan

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.