Beranda Fokus Alasan-Alasan Arema Mendatangkan Jad Noureddine

Alasan-Alasan Arema Mendatangkan Jad Noureddine

0
Jad Noureddine saat dikenalkan sebagai pemain Arema | Foto: Dani Kristian
Jad Noureddine saat dikenalkan sebagai pemain Arema | Foto: Dani Kristian

Arema FC secara resmi mendatangkan Jad Noureddine, pemain belakang asal Lebanon yang juga merupakan anggota timnas Lebanon. Kedatangan Jad ke Malang adalah untuk menggantikan Fellipe Bertoldo karena sang pemain tidak bisa menggunakan paspor Asia-nya setelah dicabut oleh pemerinta Timor Leste.

Yang menarik, posisi Jad adalah pemain belakang atau bisa juga gelandang bertahan. Jad adalah sosok yang bisa merebut bola atau membuat lawan macet serangannya. Sosoknya cukup berbeda dengan Fellipe yang terbiasa membagi bola kepada rekannya.

Pilihan yang cukup berbeda ini bukannya tanpa alasan. Aji Santoso pun menyebut enam alasan kenapa Jad yang didatangkan, dan bukan sosok playmaker untuk menggantikan posisi yang sama.

Inilah alasan-alasan itu!

Dua Tower
Banyak tim di Liga 1 yang menggunakan formasi satu striker, dari formasi itu mereka mempunya ciri-ciri striker yang hampir sama. Tinggi, kuat saat melakukan duel udara, dan punya segala trik untuk menghadapi lawan. Arema menurut Aji memang sudah punya Arthur Cunha untuk beradu duel seperti yang dia perlihatkan di Piala Presiden. Tetapi rupanya satu menara tidaklah cukup karena Aji memilih punya dua.

Jad punya tinggi yang hampir sama dengan Arthur, laman Wikipedia menyebut jika tinggi keduanya adalah 186 cm. Cukup pas untuk menantang pemain yang punya postur tinggi di Liga 1. Perpaduan keduanya diharapkan bisa membuat Arema bermain lebih rapat dan menang dalam duel udara.

Menggantikan Posisi Bagas
Bagas Adi Nugroho adalah salah satu bek potensial yang ada di Arema, dengan usia yang baru menginjak 20 tahun dirinya punya peluang besar untuk bermain. Tetapi, pemanggilan dari Luis Milla terbilang menyulitkan Aji Santoso untuk meramu skuatnya. Ya, Bagas musti mengikuti pemusatan latihan jangka panjang untuk persiapan di Sea Games.

Bisa dikatakan, dengan event yang akan diselenggarakan tahun ini, bermainnya Bagas di Arema diperkirakan bakal berkurang dibandingkan kondisi normal. Arema pun kini hanya menyisakan Arthur di posisi bek tengah asli. Sementara dua pengganti posisinya bukan natural sebagai bek yaitu Junda Irawan (full-back) dan Oky Derry (tengah). Sehingga saat bagas absen sangat riskan mengandalkan dua pemain yang posisinya bukan asli.

Arema kesulitan mendatangkan bek tengah, Singo Edan pun menunjuk Jad Noureddine | Foto: Dani Kristian
Arema kesulitan mendatangkan bek tengah, Singo Edan pun menunjuk Jad Noureddine | Foto: Dani Kristian

Bek Tengah Lokal Sulit Didatangkan
Setelah menjadi juara Piala Presiden, Aji tidak langsung berleha-leha. Dirinya melakukan evaluasi secara menyeluruh pada skuat Arema. Khusus untuk posisi pemain, Arema kekurangan pemain di bagian bek dan second striker.

Perburuan terhadap bek sudah dilakukan, namun ternyata nama-nama pemain lokal yang berkualitas banyak yang sudah terikat kontrak dengan klub di Liga 1. Sebenarnya bisa saja Aji berjudi dengan mendatangkan pemain muda, namun dirinya menganggap hal itu cukup berisiko karena posisi belakang akan langsung berhadapan dengan kiper apabila sang bek melakukan kesalahan.

Kesulitan mencari pemain lokal itulah yang akhirnya membuat Aji menjatuhkan pilihan kepada Jad Noureddine. Pilihan yang langsung diamini oleh manajemen dengan mendatangkan pemain yang bersangkutan.

Bermain di Tengah
Jad adalah bek multifungsi, sangat cocok dalam sepakbola modern saat ini. Selain bermain di posisi bek tengah, dia juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan dengan tugas merebut bola. Gelandang bertahan tinggi besar tentu mengingatkan pada sosok Fellaini. Sosok yang selalu menang duel udara mengingat kebanyakan gelandang di Indonesia punya postur yang kecil.

Hadirnya Jad menambah jumlah pemain di Arema yang bisa banyak posisi dan itu akan memperkaya strategi Aji Santoso di Singo Edan ketika meramu skuat.

Salah satu keunggulan Jad Noureddine adalah mencetak gol. Hal yang pernah dia lakukan ke gawang Arema pada ISC 2016 lalu | Foto: Abi Yazid
Salah satu keunggulan Jad Noureddine adalah mencetak gol. Hal yang pernah dia lakukan ke gawang Arema pada ISC 2016 lalu | Foto: Abi Yazid

Mencetak Gol
Arema punya banyak sekali kesempatan mencetak gol melalui bola mati di Piala Presiden 2017 lalu, namun entah mengapa hal itu sulit dilakukan. Beberapa kali peluang dari tendangan sudut hingga tendangan bebas tidak langsung jarang menjadi gol. Mungkin satu-satunya yang diingat adalah gol dari Esteban Vizcarra melawan Persija Jakarta.

Di Pusamania Borneo FC, Jad bermain sebanyak 28 kali dan mampu mencetak lima gol. Catatan yang cukup bagus mengingat posisinya adalah pemain belakang. Keberadaan Jad di depan gawang lawan ketika bola mati akan membuat konsentrasi pemain belakang lawan akan terpecah.

Playmaker Bisa Marquee Player
Kehilangan Bertoldo menyisakan masalah yang cukup pelik di Singo Edan. Salah satu contohnya adalah Arema tidak banyak memiliki peluang saat berujicoba dengan 757 Kepri Jaya FC. Sedikitnya peluang yang dihasilkan oleh para penyerang karena suplai bola dari lini tengah bisa dikatakan berkurang karena ketiadaan pemain kreatif.

Bertoldo yang hilang telah tergantikan oleh Jad, tetapi Arema masih menyimpan senjata yang akan dimanfaatkan yaitu akan memanfaatkan kuota marquee player di posisi playmaker. Siapa yang datang? tunggu saja!

Tinggalkan Komentar