Beranda Fokus Apakah All Blitar Final Di Liga Danone & Blitar United Membuat Sepakbola...

Apakah All Blitar Final Di Liga Danone & Blitar United Membuat Sepakbola Blitar Bangkit?

Sepakbola Blitar tercoreng setelah pertandingan rusuh yang melibatkan PSBK di laga play-off Liga 2 2017. Namun mereka siap bangkit melalui Blitar United dan sepakbola usia dini.

0
SSB Putra Gemilang mewakili Jawa Timur.
SSB Putra Gemilang mewakili Jawa Timur.

Ada sebuah pemandangan yang berbeda manakala final Aqua Danone Cup 2018 wilayah Jatim mementaskan laga final, Minggu 28 Januari 2018 di Stadion Gajayana Malang. Karena dua tim yang bertanding merupakan tim sepakbola Blitar. SSB Putra Gemilang Ponggok melawan SSB Blitar Putra.

Cukup unik mengingat kekuatan Blitar di junior sebenarnya tidak terlalu bagus. Mereka kalah mentereng dibandingkan Malang ataupun Surabaya. Namun, kelolosan Blitar United di Liga 2 dua bulan sebelumnya sepertinya memantik energi lebih bagi anak-anak usia dibawah 12 tahun itu untuk memberikan bukti jika sepakbola Blitar masih ada.

Pada final tersebut, SSB Putra Gemilang sebenarnya tertekan selama 2×15 menit pertandingan. SSB Blitar Putra yang merupakan kumpulan pemain terbaik di Blitar banyak memberikan tekanan. Namun, mereka gagal menciptakan gol hingga laga selesai. Penentuan pemenang pun harus dilakukan dengan adu penalti.

SSB Putra Gemilang melawan SSB Blitar Putra | Foto: Abi Yazid
SSB Putra Gemilang melawan SSB Blitar Putra. Laga usia dini dari sepakbola Blitar | Foto: Abi Yazid

SSB Putra Gemilang akhirnya mampu mewakili Jawa Timur ke pentas nasional setelah mereka menang adu penalti dengan skor 4-3.

Pada final tersebut, terlihat sosok Purwanto. Salah satu sedikit pemain kelas Nasional dari Blitar. Mantan striker Arema Indonesia musim 2012 itu terlihat memberikan komando dari tepi lapangan untuk tim Blitar Putra. Walaupun kalah, namun Purwanto punya harapan untuk sepakbola Blitar.

“Kami dari Blitar Putra selalu punya harapan untuk mengorbitkan bibit dari Blitar. Tim kami memiliki fasilitas penunjang yang sangat bagus untuk hal itu. Memang diakui jika sepakbola Blitar masih akan bangkit dari junior. Tetapi kami berharap semoga konsistensi ini bisa berlanjut di tingkat senior,” harapnya.

Musim 2017 Sepakbola Blitar Terkenal Karena Play-Off Khusus

Harus diakui jika kekuatan sepakbola Blitar di pentas nasional masih dianggap semenjana. Sejak kompetisi Nasional penggabungan Galatama dengan Perserikatan di tahun 1994 dilakukan. Tidak ada satupun klub dari Kabupaten dan Kota tersebut ada di kasta tertinggi.

Tidak hanya kalah melawan Malang ataupun Surabaya yang menjadi jagoan Jatim di pentas nasional. Sepakbola Blitar kalah dengan daerah lain semacam Kediri, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, atau bahkan Bangkalan yang bergantian memeriahkan kasta tertinggi nasional.

Dua tim dari Blitar yaitu PSBK dan PSBI nampak betah di kasta kedua. Sempat mereka ada di peringkat atas, namun tidak sampai lolos ke kasta tertinggi. Tidak heran jika publik sepakbola nasional mulai melupakan PSBI yang sebenarnya sudah berdiri sejak 1928 itu (PSBK lahir 2006).

Laga play-off yang rusuh membuat nama PSBK (dan tentu Persewangi) menjadi trending di sosial media. Sepakbola Blitar pun tercoreng | Foto: Abi Yazid
Laga play-off yang rusuh membuat nama PSBK (dan tentu Persewangi) menjadi trending di sosial media. Sepakbola Blitar pun tercoreng | Foto: Abi Yazid

Musim 2017 sepakbola Blitar terkenal di Nasional berkat laga play-off khusus yang mempertemukan PSBK melawan Persewangi Banyuwangi, 10 Oktober 2017 di Stadion Kanjuruhan. Sayang nama PSBK bukan dikenal karena kebaikannya, melainkan karena play-off itu berlangsung brutal yang tidak memperlihatkan sebuah pertandingan sepakbola.

Walaupun akhirnya kesempatan PSBK kemudian terbuka untuk lolos karena diputuskan menang 3-0. Mereka tidak berdaya di babak play-off Liga 2 Grup H yang digelar di Stadion Kanjuruhan melawan PSIM Jogjakarta, Persipur Purwodadi, dan PSCS Cilacap. PSBK pun harus puas terdegradasi ke Liga 3 musim 2018 bersama PSBI yang lebih dulu memastikan. Pecinta bola Nasional pun lupa lagi dengan Blitar.

Blitar United Membuat Sepakbola Blitar Mulai Unjuk Gigi?

Dua harapan Blitar terdegradasi ke Liga 3, artinya mereka membutuhkan sekitar 2 tahun minimal untuk menapak ke kasta tertinggi.

Tetapi, harapan selalu ada. Salah satunya adalah wakil Blitar yang lain yang bernama Blitar United berhasil lolos ke Liga 2.

Pada final yang digelar di Stadion Bumi Kartini Jepara, 17 Desember 2017. Blitar United menang dengan skor 2-1 melawan Persik Kendal.

“Impian kami kini sudah terwujud, kami akhirnya bisa bermain di Liga 2. Dan di Liga 2 nanti, kami tinggal melengkapi kekurangan pemain untuk bisa bersaing,” terang pelatih¬†Gatot Mulbayadi pada saat itu.

Blitar United punya keinginan besar untuk lolos ke Liga 1
Blitar United punya keinginan besar untuk lolos ke Liga 1

Agak berbeda dengan saudaranya, di musim 2018 Blitar United dipersiapkan dengan sangat serius di Liga 2 meskipun jadwal dari kompetisi kelas dua PSSI itu masih belum jelas.

Tidak tanggung-tanggung, demi memenuhi ambisinya lolos ke Liga 1. Blitar United mendatangkan Raja Isa untuk melakukan seleksi. Harapannya mereka bisa mendapatkan pemain bagus untuk kemudian lolos ke kasta tertinggi musim 2019.

Konon, ada sejumlah pengusaha yang siap menggelontorkan rupiah demi menjaga asa agar ada wakil Blitar lolos ke kasta tertinggi. Sebuah harapan yang mungkin akan melambungkan nama Blitar di pentas Nasional. Mampukah?

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.