Beranda Kompetisi Arema Cronus Di Sunrise Of Java Cup 2015 Banyuwangi

Arema Cronus Di Sunrise Of Java Cup 2015 Banyuwangi

0
Hingga kini, Ahmad Bustomi hanya menerima medali saja tidak ada hadiah dari juara Sunrise Of Java Cup 2015
Hingga kini, Ahmad Bustomi hanya menerima medali saja tidak ada hadiah dari juara Sunrise Of Java Cup 2015

Sunrise Of Java Cup adalah pagelaran turnamen yang pertama kali digelar di Banyuwangi. Hajatan tersebut dibuat pribadi oleh sosok yang bernama Heriyanto Aliong. Sayang, dirinya seperti bekerja sendirian dan tidak menggandeng sponsor besar seperti televisi sehingga membuat turnamen ini dipenuhi masalah.

2015_01_26_Sunrise-Of-Java
Arif Suyono saat melawan Persewangi di pertandingan terakhir Sunrise Of Java Cup 2015

Ajang ini sebenarnya dimulai pada akhir Juni, namun tidak mendapatkan izin dari kepolisian setelah MUI setempat tidak memberikan rekomendasi penyelenggaraan karena dilakukan di bulan puasa. Banyaknya suporter yang bakal datang membuat makna bulan puasa bakal hilang, begitu alasan mereka.

“Kami sudah mengirim surat untuk penundaan pertandingan, kami kirim dari minggu lalu. Apabila tetap berjalan kita bubarkan, ” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama memberikan ancaman jika panpel tetap memaksa menggelar pertandingan.

Satu bulan kemudian, turnamen ini digelar kembali setelah lebaran. Meski gaungnya terasa berkurang panpel tetap memaksakan adanya turnamen mengingat mereka sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak di awal turnamen yang gagal tersebut.

Arema memulai pertandingan dengan baik setelah mengandaskan perlawanan Bali United dengan skor 2-1. Sehari kemudian, Singo Edan dipastikan menjadi juara setelah menang 3-1 melawan Garuda All Star. Laga terakhir melawan Persewangi seperti menjadi formalitas karena Singo Edan kemudian kalah 1-0.

Arema untuk kesekian kalinya menjadi juara turnamen. Namun untuk di Sunrise Of Java Cup ini Singo Edan hanya menerima sebuah kunci dari sterefoam saja.

PANPEL KESULITAN BAYAR FEE

Panitia pelaksana (panpel) turnamen Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 mengalami kesulitan untuk membayar fee kepada tiga klub peserta akibat minimnya jumlah penonton yang hadir di Stadion Diponegoro.

Bahkan permasalahan finansial ini sudah muncul di laga terakhir antara Arema melawan Persewangi, sehingga sempat tertunda 30 menit dari jadwal semula. Penyebabnya, wasit yang memimpin pertandingan belum dibayar sepenuhnya. Mereka sempat bertahan di mes sebelum akhirnya mendapat informasi, dan kesepakatan khusus perihal pembayaran ini.

“Kami memang tidak akan berangkat sebenarnya, tetapi kemudian ada kesepakatan,” kata Iwan Sukoco, salah satu wasit.

Panpel hanya mengandalkan tiket penonton sebagai pemasukan utama. Ditambah pemasukan dari sponsor yang tidak besar, panpel harus menanggung beban biaya penyelenggaraan, wasit, fee tim undangan, akomodasi, hingga pelayanan lainnya.

Ketua panpel Heriyanto Aliong mengungkapkan, minimnya jumlah penonton yang hadir di Stadion Diponegoro di luar dugaan. Menurut Aliong, di beberapa event pertandingan yang sempat digelar di Banyuwangi sebelumnya, banyak penonton yang hadir.

“Untuk pertandingan, kami mengeluarkan kurang lebih Rp200-an juta mas, yang meliputi biaya keamanan dan sewa stadion. Ada beberapa item yang dibayar di muka,” ungkap Aliong, yang terpaksa menggadaikan mobilnya.

“Kita sebenarnya berharap tim menurunkan komposisi terbaik, tetapi ternyata beberapa bintang tim yang diharapkan datang hanya bermain sehari, seperti Evan Dimas. Ada pula yang kehilangan banyak pemain seperti Arema. Bahkan, Persewangi hanya bisa mendatangkan Ferdinand Sinaga saja.”

Kesulitan finansial itu berimbas kepada fee yang diterima klub peserta. Panpel disebut-sebut harus mengeluarkan dana hingga Rp700 juta untuk fee seluruh peserta. Hingga saat ini, baru Arema yang sudah menerima pembayaran, sedangkan tiga tim lainnya belum.

“Belum dibayar mas,” kata pelatih Indonesia All Stars Aji Santoso.

Sementara itu, manajemen Arema menampik mendapat keistimewaan dari panpel. Menurut general manager Arema Ruddy Widodo, mereka terlebih dahulu memastikan permasalahan fee kepada panpel sebelum bertanding.

“Jangan salah sangka Arema ada keistimewaan. Berdasarkan pengalaman ikut turnamen di kompetisi lain, Arema memutuskan ikut bertanding jika match fee pertandingan dibayarkan sebelum laga. Kami tidak akan bermain jika tidak dibayar, karena kami memang sudah berpengalaman menghadapi panpel turnamen,” jelas Ruddy.

“Hitungan fee di sini kecil, tetapi kami tetap minta sebelum laga. Contoh sebelum pertandingan terakhir, kita tidak berangkat dari hotel, eh sorenya ada dana masuk, meski separuh.”

“Saya kira permasalahan ini bisa terjadi, karena mereka kurang berpengalaman. Sulit sekali menggelar enam pertandingan dengan harapan penuh terus, karena tidak tiap hari tuan rumah bermain. Kita meminta dana sebelum laga, karena salah satu alasannya adalah banyak sekali Aremania yang datang ke sini. Ke depannya, mungkin panpel harus gandeng televisi.”

HASIL SUNRISE OF JAVA 2015

  1. Rabu, 29 Juli 2015
    Persewangi Banyuwangi 0-1 Garuda Allstars 0-1 [Fandi Eko Utomo 38]
  2. Kamis, 30 Juli 2015
    Arema Cronus 2-1 Bali United [Ahmad Nufiandani 46, Cristian Gonzales 57; Lerby Eliandry 64 pen]
  3. Jumat, 31 Juli 2015
    Garuda Allstars 1-3 Arema Cronus [Agung Prasetyo 6 pen; Samsul Arif 18, Cristian Gerard Alvaro Gonzales 18, 59]
  4. Sabtu, 1 Agustus 2015
    Persewangi Banyuwangi 1-3 Bali United [Yusuf Effendi 24; Sultan Samma 42, 60, Sandy Darma Sute 76]
  5. Minggu, 2 Agustus 2015
    Garuda Allstars 2-4 Bali United [Adam Alis Setyano 51, Vava Mario Zagalo 81; I Nyoman Sukarja 28, 39, Lerby Eliandry Pong Ba’bu 71, 88]
  6. Senin, 3 Agustus 2015
    Persewangi Banyuwangi 1-0 Arema Cronus [Slamet Nur Cahyo 44]

Klasemen Akhir

KLUB M M D K GOAL POINTS
Arema Cronus 3 2 0 1 5-2 6
Bali United 3 2 0 1 8-5 6
Garuda Indonesia All Star 3 1 0 2 4-73 3
Persewangi 3 1 0 2 2-4 3

Tinggalkan Komentar