Home Fokus Arema Indonesia Di Indonesia Super League 2009/2010

Arema Indonesia Di Indonesia Super League 2009/2010

5484
0
SHARE
Arema saat melawan Persisam Di ISL 2009/2010
Arema saat melawan Persisam Di ISL 2009/2010

Arema Malang di Indonesia Super League 2009/2010 dilepas kepemilikannya oleh Bentoel. Hal ini tidak lepas dari diakuisisinya Bentoel oleh BAT [British American Tobacco], sehingga menurut aturan Internasional. Industri tembakau memang dilarang dalam kegiatan keolahragaan. Yayasan kemudian diketuai oleh M Nur dengan Bendaharanya Rendra Kresna.

Sebagai orang di ranah politik, M Nur ketika itu punya usulan untuk menggabungkan Arema dengan Persema, harapannya adalah ada satu klub yang dibanggakan oleh warga masyarakat Malang. Tentu, usulan ini ditolak. Seperti biasa, di awal pembentukan tim sangat terkendala dengan dana. Tidak heran jika Arema adalah tim yang paling akhir melakukan persiapan. Sebagai aset nasional, Badan Liga Indonesia tidak ingin Arema ini bubar. Sehingga dengan musyawarah dengan PT Bentoel, perusahaan rokok itu tetap akan mengucurkan dananya kepada Arema.

“Bentoel untuk musim ini berkomitmen untuk memberikan bantuan dana kepada Arema. Setelah musim ini Arema harus mencari dana sendiri, karena kami memang sudah tidak ada keterkaitan dengan Arema lagi,” kata Corporate Secretary PT Bentoel Satrija Budi Wibawa kepada awak media di Malang.

Meski mendapatkan kucuran, sisa dana satu musim yang berkisar 25 milyar benar-benar membuat manajemen kelimpungan, imbasnya beberapa kali masalah gaji pemain terkuak di media.

Di tahun itu pula, penerapan badan hukum yang diwajibkan oleh pengelola kompetisi membuat Yayasan Arema akhirnya membuat PT yang dinamakan PT Arema Indonesia, melalui PT itu pula nama Arema di BLI menjadi Arema Indonesia.

PERSIAPAN TIM

Sebagai langkah awal, Arema yang mendatangkan Robert Rene Albert atas rekomendasi dari Badan Liga Indonesia segera mencari pemain disaat kompetisi tersisa satu bulan saja. Untuk pemain asing, Arema sudah punya Noh Alamshah dan Roman Chmelo. Perekrutan Noh Alamshah itu sendiri tidak dilakukan oleh menajemen baru melainkan dilakukan oleh pihak Bentoel. Sang pemain juga baru saja bebas dari hukuman akibat memukul Daniel Bannet di kompetisi Singapura.

Susunan tim Arema
Susunan tim Arema

Arema kemudian sempat ingin mendatangkan Mustafic Fachrudin dan Baihakki Khaizan, namun dua pemain ini tidak kunjung datang ke Malang dan akhirnya malah bergabung dengan Persija Jakarta. Tetapi Arema Robert yang tahu kebutuhan tim menyatakan jika Arema membutuhkan pemain sayap kanan sepeninggalan Arif Suyono ke Sriwijaya FC sehingga pemain yang direkrut atas rekomendasi Alamshah adalah rekannya Muhammad Ridhuan.

Selain sayap, Robert juga menginginkan striker yang saat itu hanya ada Noh Alamshah, Rahmat Affandi dan Gherry Setya sebagai striker murni.

“Kami akhirnya memilih dua pemain asing asal Afrika,” kata direktur PT Arema Indonesia Gunadi Handoko tentang rekrutan terakhir Arema.

Publik saat itu menebak pemain adalah Pierre Njanka dari Persija Jakarta dan Siankan Ernest dari Persita Tangerang. Namun, siapa sangka yang datang selain keduanya juga ada nama Landry Polungaye dari Gabon. Bahkan kedatangan Landry sempat membuat Roman Chmelo tercoret dari tim.

“Roman pemain bagus, tapi tipikal Roman bukan yang saya inginkan. Saya sudah memberikan klasifikasi pamain yang harus didapatkan oleh manajemen. Saya menginginkan pemain yang benar-benar berkualitas baik di posisi striker untuk mendampingi Alamsyah maupun sebagai playmaker dan bek,” kata Roberts.

Namun, seminggu setelah di tes, Landry nyatanya lebih bertipikal sebagai gelandang bertahan bukan striker. Niatan Robert untuk memainkan dua striker akhirnya batal karena sejumlah pemain asing yang menjalani seleksi tidak memenuhi kualitas yang diinginkan.

Pemain yang sempat diseleksi adalah Mereka adalah Christian Alexandro Gonzalez, gelandang asal Cile, serta dua striker asal Paraguay, Israel Rodriguez dan Arnaldo Geraldo Guerrero. Di mana ketiga pemain impor ini disodorkan agen pemain asing Sanchez Gol Management.

Kegagalan ini membuat tim pelatih Arema kembali memanggil Roman, masuknya pemain asal Slovakia ini membuat Robert melakukan modifikasi taktik dengan menempatkan sang pemain menjadi striker lubang di formasi, 4-2-3-1.

Sementara itu, dari sisi pemain lokal. Arema kedatangan sejumlah amunisi muda. Seretnya dana juga membuat sejumlah pemain Arema junior dipromosikan. Sementara untuk pemain baru ada sembilan yaitu Rahmat Affandi (PSMS Medan), Gery Setya Adi Nugraha (Pelita Jaya), Jalaluddin Main (Pelita Jaya), Irfan Raditya (PSDS), Purwaka Yudi (Deltras), Fachrudin (Persisam), Juan Revi (Deltras), Tommy Pranata (Persisam) serta Waluyo (Persib Bandung).

“Skuad tim kami memang dihuni pemain muda. Tapi mereka semua cukup berkualitas karena sebagian besar pernah memperkuat timnas U-23. Untuk itu, kami tetap percaya Arema bisa berbuat banyak musim depan,” yakin Arema melalui rilis yang disampaikan media officer Sudarmaji.

Arema launching pada 30 September 2009, dari kegiatan launching juga dilakukan bazar dan panggung hiburan, dan diakhiri pertandingan ujicoba Arema melawan Persid Jember.

Launching Arema di Indonesia Super League 2009/2010 sangat sederhana.
Launching Arema di Indonesia Super League 2009/2010 sangat sederhana.

MASALAH INTERNAL TIM

Arema langsung tancap gas saat pertandingan ISL dibuka, dalam sembilan kali laga perdana, mereka belum pernah kalah, yaitu dengan menang sebanyak tujuh kali dan seri dua kali. 23 poin hingga pekan sembilan cukup mengantarkan Singo Edan menjadi pemuncak yang hingga akhir musim tidak bisa dikejar oleh tim manapun. Namun masalah dana nampaknya menjadi kendala utama yang mengganggu kekompakan tim. Tidak heran, usai menang 3-0 atas Sriwijaya FC, 23 Desember 2009, pemain dan pelatih curhat di depan media.

“Ini laga terakhir saya. Saya tidak akan kembali jika manajemen tidak memberikan hak kami sesuai kontrak mereka yang telah dijanjikan, persoalan antara manajemen dan tim sudah berlangsung lama. Hanya saja baru pada laga kedua belas itulah mereka bercerita kepada publik. Kami ingin menunjukkan bahwa hasil seperti ini murni karena dedikasi para pemain ini. Kami kekurangan dukungan dari manajemen yang tidak profesional,” Kata Robert Rene Albert.

“Kami tidak ingin menuntut lebih. Kami hanya ingin hak kami dalam kontrak dipenuhi. Namun hingga kini kenyataannya tidak. Mungkin usai libur panjang nanti saya bersama Ridhuan tetap akan kembali ke Malang. Namun kami tidak akan mau bermain saat melawan Persema nantinya selama kontrak kami tidak ditaati,” ujar Noh Alamshah.

Hal senada diungkapkan Piere Njanka dan kiper Markus Horison. “Kami ini tidak butuh banyak. Kami hanya butuh respect dari manajemen. Kami ingin janji yang sudah diberikan ditepati,” imbuh Njanka.

Kondisi ini terlihat cukup tragis, apalagi setelah Arema menunjukkan prestasi gemilangnya selama 12 kali pertandingan. Dengan nilai 27, hasil dari delapan kali menang, tiga kali bermain imbang, dan dua kali kalah, Singo Edan pun bertengger di puncak pimpinan klasemen sementara liga. Tetapi, masalah demi masalah itu akhirnya bisa diatasi dengan gaya kekeluargaan antara manajemen dengan para pemain, saling pengertian itulah yang membuat perjalanan Arema untuk pertandingan terbilang mulus meski masalah pembayaran gaji kerap tersendat.

“Kondisi ini terjadi karena memang sejak awal kami menerima Arema dari Bentoel adalah dalam keadaan kas kosong. Sponsor senilai Rp 7,5 miliar dari Bentoel pun hingga kini masih dilunasi bertahap. Selama ini kami menggunakan uang ticketing untuk berbagai keperluan pemain termasuk pihak ketiga. Seharusnya ini disadari bersama,” ujar Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko

Persoalan ini mencuat menurut Gunadi disebabkan oleh ulah pihak ketiga yang mengadu domba tim dengan manajemen. Ada pihak-pihak yang tidak ingin Arema berhasil, sehingga mengadu domba tim dan manajemen. “Ini yang saya pikirkan saat ini,” ujarnya.

Selama ini, Gunadi memang mengaku komunikasi mengenai hal-hal teknis lebih diserahkannya pada manajer dan asisten pelatih. Tidak semua hal kecil menurutnya harus berbicara langsung dengannya. Sebab ia harus mengatur cashflow Arema, bekerja sama dengan pihak ketiga, dan kepentingan lainnya.

Saat perkara gaji bisa dikondisikan, muncul masalah lain di tubuh Arema. Hal ini tidak lain adalah perseteruan antara Markus Horison dengan Robert Rene Albert. Markus yang tidak diturunkan oleh Robert di beberapa pertandingan terakhir dikabarkan sakit oleh sang pelatih.

“Markus sakit, saya tidak bisa menurunkan pemain yang sedang sakit. Jika kamu bertanya dia sakit apa itu tidak perlu saya jelaskan,” kata Robert perihal Markus yang kondisinya terlihat sehat tetapi dikatakan sakit.

Belakangan terungkap jika Markus nyatanya berseteru dengan Robert, sang pemain yang posisinya mulai tergeser oleh Kurnia Meiga sebagai pemain muda menginginkan menjadi nomor satu kembali. “Saya hanya ingin memastikan tempat di tim utama, jika tidak berarti dia tidak butuh tenaga saya,” ujarnya saat memastikan hengkang ke Persib Bandung.

Di luar cerita nonteknis tim, kekompakan Arema benar-benar luar biasa, mereka mampu menang di sembilan kemenangan dan satu kali seri laga tandang, sementara di rumah sendiri Arema mampu menang sebanyak 14 kali, dua kali seri dan sekali kalah melawan Persiba Balikpapan.

Arema 2009_2

Di akhir cerita, Arema Indonesia memastikan diri menjadi kampiun ISL setelah meraih hasil imbang 1-1 di kandang PSPS Pekanbaru, dan tambahan satu angka membuat posisi Singo Edan tak bisa lagi dikejar rivalnya, Persipura Jayapura. Dengan menyisakan satu laga, poin 70 yang dimiliki Arema tak bisa lagi dikejar Persipura yang menguntit di peringkat kedua dengan poin 66. Apa pun hasil pertandingan Persipura lawan Persiwa Wamena di laga pamungkas, Minggu 30 Mei 2010 tak lagi mampu menghalangi langkah Arema ke tangga juara.

REKOR AREMA ISL 2009/2010

  1. Menang dikandang Bontang FC (dulu PKT Bontang) selama mengikuti kompetisi mulai dari era Galatama baru kali ini Arema mencuri 3 poin di Bontang.
  2. Pendapatan tiket tertinggi di kandang dengan Rp 1.063.597.600 saat melawan Persema
  3. Kemenangan 3 kali berturut-turut atas Persik (1-0, 3-0 & 4-0) yang hampir 8 tahun tak pernah menang
  4. Kemenangan tandang atas Persiwa Wamena sebelumnya belum ada satu tim pun yang dapat meraih poin absolut di Wamena
  5. Kemenangan tandang terbanyak dengan 9 kali
  6. Tandang terbanyak dengan 45.000 Aremania di Senayan ketika berhadapan versus Persija
  7. Dengan rata-rata penonton terbanyak di Indonesia dan Asia Tenggara, serta Asia nomer ke-7 (28.770 penonton)
  8. Satu-satunya tim yang dihadiri langsung di stadion oleh Presiden dan pejabat negara di pentas Liga Indonesia

SUSUNAN TIM

Staff Pelatih:
Pelatih Kepala: Robert Rene Alberts
Asisten Pelatih: Joko Susilo
Asisten Pelatih: Liestiadi
Pelatih Kiper: Dwi Sasmianto

Skuad Arema 2009-2010:
Goalkeeper:
• Kurnia Meiga Hermansyah (1)
• Markus Haris Maulana (50) (putaran I, pindah ke Persib)
• Aji Saka (45)
• Iswan S. Karim (82) (putaran II, dari Persigo Gorontalo)

Defender:
• Benny Wahyudi (7)
• Zulkifli Syukur (3)
• Waluyo (27)
• Purwaka Yudhi (2)
• Hermawan (30)
• Johan Ahmad Farizi (20)
• Juan Revi Auriqto (37)
• Irfan Raditya (21)
• Pierre Njanka Beyaka [Kamerun] (24)

Midfielder:
• Roni Firmansyah (10)
• Ahmad Bustomi (19)
• Jalaluddin Main (4)
• Firmansyah Aprilianto (39)
• Mohd. Ridhuan Muhammad bin Muhammad [Singapura) (6)
• Tommy Pranata (11)
• Jean Landry Poulangoye Mayelet [Gabon] (30) (putaran I)
• Muhammad Fachruddin (5)
• Faris Bagus Dhinata (8)
• Roman Chmelo [Slovakia] (9)
• Esteban Javier Guillen Tejera [Uruguay] (17) (putaran II dari PSMS Medan)

Forward:
• Rahmat Affandi (14)
• Dendi Santoso (41)
• Gery Setya Adi Nugraha (23)
• Mohd. Noh Alam Shah bin Kamarezaman [Singapura] (12)
• Sunarto (15)

PERTANDINGAN DAN KLASEMEN

Putaran Pertama

  1. Minggu, 11 Oktober 2009: Arema vs Persija 1-0 [M. Fahkrudin 53]
  2. Rabu, 14 Oktober 2009: Arema vs PSPS 0-0
  3. Kamis, 22 Oktober 2009: Bontang FC vs Arema 1-2 [Moises Dario Maldonado Ovelar 17; Noh Alam Shah 39, 57]
  4. Minggu, 25 Oktober 2009: Persisam Putra vs Arema 0-1 [Roman Chmelo 81]
  5. Sabtu, 28 November 2009: Persitara vs Arema 0-0
  6. Rabu, 2 Desember 2009: Pelita Jaya Jawa Barat vs Arema 0-2 [Roman Chmelo 4, Rachmat Affandi 84]
  7. Minggu, 6 Desember 2009: Arema vs Persiwa 1-0 [Noh Alam Shah 10 penalti]
  8. Rabu, 9 Desember 2009: Arema vs Persipura 2-1 [M. Fahkrudin 40, 65; Ismail Paulo Rumere 72]
  9. Sabtu, 12 Desember 2009: Persijap vs Arema 0-1 [Roman Chmelo 40 penalti]
  10. Rabu, 16 Desember 2009: Persela vs Arema 1-0 [Samsul Arif 12]
  11. Sabtu, 19 Desember 2009: Arema vs Persib 0-0
  12. Rabu, 23 Desember 2009: Arema vs Sriwijaya FC 3-0 [Pierre Njanka Beyaka 5, M. Fahkrudin 56, Roman Chmelo 60]
  13. Minggu, 10 Januari 2010: Arema vs Persema 3-1 [Noh Alam Shah 20, 83, M. Fahkrudin 33; Jairon Feliciano Damasio 16]
  14. Sabtu, 16 Januari 2010: Persebaya vs Arema 2-0 [Taufiq 19, Andi Oddang 46]
  15. Rabu, 20 Januari 2010: Persik vs Arema 0-1 [Noh Alam Shah 72]
  16. Minggu, 24 Januari 2010: Arema vs Persiba 1-2 [Dendi Santoso 87; Fery Ariawan 72, 77]
  17. Rabu, 27 Januari 2010: Arema vs PSM 3-0 [Roman Chmelo 4, Noh Alam Shah 39, M. Fahkrudin 90]

Putaran Kedua

  1. Rabu, 10 Februari 2010: PSM vs Arema 0-2 [Simon Kujiro 19 bunuh diri, Roman Chmelo 74]
  2. Minggu, 14 Februari 2010: Persiba vs Arema 1-0 [Fery Ariawan 39]
  3. Kamis, 18 Februari 2010: Arema vs Persik 3-0 [Noh Alam Shah 23, Roman Chmelo 83, Pierre Njanka Beyaka 90 penalti]
  4. Minggu, 21 Februari 2010: Arema vs Persebaya 1-0 [Pierre Njanka Beyaka 90 penalti]
  5. Selasa, 9 Maret 2010: Persema vs Arema 1-3 [Siswanto 15; Esteban Guillen 33, Roman Chmelo 57, Muhammad Ridhuan 77]
  6. Minggu, 14 Maret 2010: Persib vs Arema 1-0 [Christian Gerard Alfaro Gonzales 65]
  7. Sabtu, 20 Maret 2010: Sriwijaya FC vs Arema 1-0 [Keith Jerome Kayamba Gumbs 63]
  8. Rabu, 24 Maret 2010: Arema vs Persijap 3-1 (Roman Chmelo 46, 37, Esteban Guillen 2; Iswanto 64]
  9. Selasa, 30 Maret 2010: Arema vs Persitara 2-0 [Muhammad Ridhuan 33, Dendi Santoso 70]
  10. Sabtu, 3 April 2010: Arema vs Pelita Jaya Jawa Barat 6-1 [Noh Alam Shah 15, 42, 54, M. Fahkrudin 25, 49, Muhammad Ridhuan 87; Esteban Gabriel Vizcarra 74]
  11. Minggu, 11 April 2010: Persiwa vs Arema 0-2 [Muhammad Ridhuan 69, Roman Chmelo 78]
  12. Sabtu, 24 April 2010: Persipura vs Arema 4-1 [Boaz T. Erwin Salossa 16, 84, Ortizan B.N. Solossa 52, Stevie G.M. Bonsapia 75; Pierre Njanka Beyaka 18]
  13. Selasa, 4 Mei 2010: Arema vs Persela 2-1 [Roman Chmelo 60, 62; Samsul Arif 45]
  14. Minggu, 16 Mei 2010: Arema vs Persisam Putra 2-1 [Pierre Njanka Beyaka 45 penalti, Rachmat Affandi 65; Pipat Thonkanya 25]
  15. Rabu, 19 Mei 2010: Arema vs Bontang FC 3-0 [Esteban Gullien 15, Muhammad Ridhuan 90, Ahmad Bustomi 90]
  16. Rabu, 26 Mei 2010: PSPS vs Arema 1-1 [Herman Dzumafo Epandi 49 penalti; Noh Alam Shah 41]
  17. Minggu, 30 Mei 2010: Persija vs Arema 1-5 [Bambang Pamungkas 60; Esteban Guillen 8, Pierre Njanka Beyaka 45 penalti, Roman Chmelo 66, 75, Noh Alam Shah 70]

Klasemen akhir ISL 2009-2010

  1. Arema Indonesia (Malang) 34 23 4 7 57-22 73
  2. Persipura (Jayapura) 34 18 13 3 62-32 67
  3. Persiba (Balikpapan) 34 15 9 10 44-31 54
  4. Persib (Bandung) 34 16 5 13 50-36 53
  5. Persija (Jakarta Pusat) 34 14 10 10 41-36 52
  6. Persiwa (Wamena) 34 15 5 14 57-56 50
  7. PSPS (Pekanbaru) 34 14 7 13 43-37 49
  8. Sriwijaya FC (Palembang) 34 14 6 14 48-49 48
  9. Persijap (Jepara) 34 13 7 14 40-45 46
  10. Persema (Malang) 34 13 6 15 43-52 45
  11. Bontang FC (Bontang) 34 12 8 14 53-52 44
  12. Persisam Putra (Samarinda) 34 12 8 14 38-41 44
  13. PSM (Makassar) 34 12 7 15 31-46 43
  14. Persela (Lamongan) 34 12 6 16 45-55 42
  15. Pelita Jaya Jawa Barat (Karawang) 34 10 9 15 42-53 39
    ——————————————————————
  16. Persik (Kediri) 34 10 9 15 41-55 39 Degradasi
  17. Persebaya (Surabaya) 34 10 6 20 42-58 36 Degradasi
  18. Persitara (Jakarta Utara) 34 7 7 20 36-57 28 Degradasi

Sumber: wearemania.net

Tinggalkan Komentar