Beranda Fokus Arema Indonesia Di Indonesia Super League 2009/2010

Arema Indonesia Di Indonesia Super League 2009/2010

0
Arema saat melawan Persisam Di ISL 2009/2010
Arema saat melawan Persisam Di ISL 2009/2010

Arema Malang di Indonesia Super League 2009/2010 dilepas kepemilikannya oleh Bentoel. Hal ini tidak lepas dari diakuisisinya Bentoel oleh BAT [British American Tobacco], sehingga menurut aturan Internasional. Industri tembakau memang dilarang dalam kegiatan keolahragaan. Yayasan kemudian diketuai oleh M Nur dengan Bendaharanya Rendra Kresna.

Sebagai orang di ranah politik, M Nur ketika itu punya usulan untuk menggabungkan Arema dengan Persema, harapannya adalah ada satu klub yang dibanggakan oleh warga masyarakat Malang. Tentu, usulan ini ditolak. Seperti biasa, di awal pembentukan tim sangat terkendala dengan dana. Tidak heran jika Arema adalah tim yang paling akhir melakukan persiapan. Sebagai aset nasional, Badan Liga Indonesia tidak ingin Arema ini bubar. Sehingga dengan musyawarah dengan PT Bentoel, perusahaan rokok itu tetap akan mengucurkan dananya kepada Arema.

“Bentoel untuk musim ini berkomitmen untuk memberikan bantuan dana kepada Arema. Setelah musim ini Arema harus mencari dana sendiri, karena kami memang sudah tidak ada keterkaitan dengan Arema lagi,” kata Corporate Secretary PT Bentoel Satrija Budi Wibawa kepada awak media di Malang.

Meski mendapatkan kucuran, sisa dana satu musim yang berkisar 25 milyar benar-benar membuat manajemen kelimpungan, imbasnya beberapa kali masalah gaji pemain terkuak di media.

Di tahun itu pula, penerapan badan hukum yang diwajibkan oleh pengelola kompetisi membuat Yayasan Arema akhirnya membuat PT yang dinamakan PT Arema Indonesia, melalui PT itu pula nama Arema di BLI menjadi Arema Indonesia.

PERSIAPAN TIM

Sebagai langkah awal, Arema yang mendatangkan Robert Rene Albert atas rekomendasi dari Badan Liga Indonesia segera mencari pemain disaat kompetisi tersisa satu bulan saja. Untuk pemain asing, Arema sudah punya Noh Alamshah dan Roman Chmelo. Perekrutan Noh Alamshah itu sendiri tidak dilakukan oleh menajemen baru melainkan dilakukan oleh pihak Bentoel. Sang pemain juga baru saja bebas dari hukuman akibat memukul Daniel Bannet di kompetisi Singapura.

Susunan tim Arema
Susunan tim Arema

Arema kemudian sempat ingin mendatangkan Mustafic Fachrudin dan Baihakki Khaizan, namun dua pemain ini tidak kunjung datang ke Malang dan akhirnya malah bergabung dengan Persija Jakarta. Tetapi Arema Robert yang tahu kebutuhan tim menyatakan jika Arema membutuhkan pemain sayap kanan sepeninggalan Arif Suyono ke Sriwijaya FC sehingga pemain yang direkrut atas rekomendasi Alamshah adalah rekannya Muhammad Ridhuan.

Selain sayap, Robert juga menginginkan striker yang saat itu hanya ada Noh Alamshah, Rahmat Affandi dan Gherry Setya sebagai striker murni.

“Kami akhirnya memilih dua pemain asing asal Afrika,” kata direktur PT Arema Indonesia Gunadi Handoko tentang rekrutan terakhir Arema.

Publik saat itu menebak pemain adalah Pierre Njanka dari Persija Jakarta dan Siankan Ernest dari Persita Tangerang. Namun, siapa sangka yang datang selain keduanya juga ada nama Landry Polungaye dari Gabon. Bahkan kedatangan Landry sempat membuat Roman Chmelo tercoret dari tim.

“Roman pemain bagus, tapi tipikal Roman bukan yang saya inginkan. Saya sudah memberikan klasifikasi pamain yang harus didapatkan oleh manajemen. Saya menginginkan pemain yang benar-benar berkualitas baik di posisi striker untuk mendampingi Alamsyah maupun sebagai playmaker dan bek,” kata Roberts.

Namun, seminggu setelah di tes, Landry nyatanya lebih bertipikal sebagai gelandang bertahan bukan striker. Niatan Robert untuk memainkan dua striker akhirnya batal karena sejumlah pemain asing yang menjalani seleksi tidak memenuhi kualitas yang diinginkan.

Pemain yang sempat diseleksi adalah Mereka adalah Christian Alexandro Gonzalez, gelandang asal Cile, serta dua striker asal Paraguay, Israel Rodriguez dan Arnaldo Geraldo Guerrero. Di mana ketiga pemain impor ini disodorkan agen pemain asing Sanchez Gol Management.

Kegagalan ini membuat tim pelatih Arema kembali memanggil Roman, masuknya pemain asal Slovakia ini membuat Robert melakukan modifikasi taktik dengan menempatkan sang pemain menjadi striker lubang di formasi, 4-2-3-1.

Sementara itu, dari sisi pemain lokal. Arema kedatangan sejumlah amunisi muda. Seretnya dana juga membuat sejumlah pemain Arema junior dipromosikan. Sementara untuk pemain baru ada sembilan yaitu Rahmat Affandi (PSMS Medan), Gery Setya Adi Nugraha (Pelita Jaya), Jalaluddin Main (Pelita Jaya), Irfan Raditya (PSDS), Purwaka Yudi (Deltras), Fachrudin (Persisam), Juan Revi (Deltras), Tommy Pranata (Persisam) serta Waluyo (Persib Bandung).

“Skuad tim kami memang dihuni pemain muda. Tapi mereka semua cukup berkualitas karena sebagian besar pernah memperkuat timnas U-23. Untuk itu, kami tetap percaya Arema bisa berbuat banyak musim depan,” yakin Arema melalui rilis yang disampaikan media officer Sudarmaji.

Arema launching pada 30 September 2009, dari kegiatan launching juga dilakukan bazar dan panggung hiburan, dan diakhiri pertandingan ujicoba Arema melawan Persid Jember.

Launching Arema di Indonesia Super League 2009/2010 sangat sederhana.
Launching Arema di Indonesia Super League 2009/2010 sangat sederhana.

MASALAH INTERNAL TIM

Arema langsung tancap gas saat pertandingan ISL dibuka, dalam sembilan kali laga perdana, mereka belum pernah kalah, yaitu dengan menang sebanyak tujuh kali dan seri dua kali. 23 poin hingga pekan sembilan cukup mengantarkan Singo Edan menjadi pemuncak yang hingga akhir musim tidak bisa dikejar oleh tim manapun. Namun masalah dana nampaknya menjadi kendala utama yang mengganggu kekompakan tim. Tidak heran, usai menang 3-0 atas Sriwijaya FC, 23 Desember 2009, pemain dan pelatih curhat di depan media.

“Ini laga terakhir saya. Saya tidak akan kembali jika manajemen tidak memberikan hak kami sesuai kontrak mereka yang telah dijanjikan, persoalan antara manajemen dan tim sudah berlangsung lama. Hanya saja baru pada laga kedua belas itulah mereka bercerita kepada publik. Kami ingin menunjukkan bahwa hasil seperti ini murni karena dedikasi para pemain ini. Kami kekurangan dukungan dari manajemen yang tidak profesional,” Kata Robert Rene Albert.

“Kami tidak ingin menuntut lebih. Kami hanya ingin hak kami dalam kontrak dipenuhi. Namun hingga kini kenyataannya tidak. Mungkin usai libur panjang nanti saya bersama Ridhuan tetap akan kembali ke Malang. Namun kami tidak akan mau bermain saat melawan Persema nantinya selama kontrak kami tidak ditaati,” ujar Noh Alamshah.

Hal senada diungkapkan Piere Njanka dan kiper Markus Horison. “Kami ini tidak butuh banyak. Kami hanya butuh respect dari manajemen. Kami ingin janji yang sudah diberikan ditepati,” imbuh Njanka.

Kondisi ini terlihat cukup tragis, apalagi setelah Arema menunjukkan prestasi gemilangnya selama 12 kali pertandingan. Dengan nilai 27, hasil dari delapan kali menang, tiga kali bermain imbang, dan dua kali kalah, Singo Edan pun bertengger di puncak pimpinan klasemen sementara liga. Tetapi, masalah demi masalah itu akhirnya bisa diatasi dengan gaya kekeluargaan antara manajemen dengan para pemain, saling pengertian itulah yang membuat perjalanan Arema untuk pertandingan terbilang mulus meski masalah pembayaran gaji kerap tersendat.

“Kondisi ini terjadi karena memang sejak awal kami menerima Arema dari Bentoel adalah dalam keadaan kas kosong. Sponsor senilai Rp 7,5 miliar dari Bentoel pun hingga kini masih dilunasi bertahap. Selama ini kami menggunakan uang ticketing untuk berbagai keperluan pemain termasuk pihak ketiga. Seharusnya ini disadari bersama,” ujar Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko

Persoalan ini mencuat menurut Gunadi disebabkan oleh ulah pihak ketiga yang mengadu domba tim dengan manajemen. Ada pihak-pihak yang tidak ingin Arema berhasil, sehingga mengadu domba tim dan manajemen. “Ini yang saya pikirkan saat ini,” ujarnya.

Selama ini, Gunadi memang mengaku komunikasi mengenai hal-hal teknis lebih diserahkannya pada manajer dan asisten pelatih. Tidak semua hal kecil menurutnya harus berbicara langsung dengannya. Sebab ia harus mengatur cashflow Arema, bekerja sama dengan pihak ketiga, dan kepentingan lainnya.

Saat perkara gaji bisa dikondisikan, muncul masalah lain di tubuh Arema. Hal ini tidak lain adalah perseteruan antara Markus Horison dengan Robert Rene Albert. Markus yang tidak diturunkan oleh Robert di beberapa pertandingan terakhir dikabarkan sakit oleh sang pelatih.

“Markus sakit, saya tidak bisa menurunkan pemain yang sedang sakit. Jika kamu bertanya dia sakit apa itu tidak perlu saya jelaskan,” kata Robert perihal Markus yang kondisinya terlihat sehat tetapi dikatakan sakit.

Belakangan terungkap jika Markus nyatanya berseteru dengan Robert, sang pemain yang posisinya mulai tergeser oleh Kurnia Meiga sebagai pemain muda menginginkan menjadi nomor satu kembali. “Saya hanya ingin memastikan tempat di tim utama, jika tidak berarti dia tidak butuh tenaga saya,” ujarnya saat memastikan hengkang ke Persib Bandung.

Di luar cerita nonteknis tim, kekompakan Arema benar-benar luar biasa, mereka mampu menang di sembilan kemenangan dan satu kali seri laga tandang, sementara di rumah sendiri Arema mampu menang sebanyak 14 kali, dua kali seri dan sekali kalah melawan Persiba Balikpapan.

Arema 2009_2

Di akhir cerita, Arema Indonesia memastikan diri menjadi kampiun ISL setelah meraih hasil imbang 1-1 di kandang PSPS Pekanbaru, dan tambahan satu angka membuat posisi Singo Edan tak bisa lagi dikejar rivalnya, Persipura Jayapura. Dengan menyisakan satu laga, poin 70 yang dimiliki Arema tak bisa lagi dikejar Persipura yang menguntit di peringkat kedua dengan poin 66. Apa pun hasil pertandingan Persipura lawan Persiwa Wamena di laga pamungkas, Minggu 30 Mei 2010 tak lagi mampu menghalangi langkah Arema ke tangga juara.

REKOR AREMA ISL 2009/2010

  1. Menang dikandang Bontang FC (dulu PKT Bontang) selama mengikuti kompetisi mulai dari era Galatama baru kali ini Arema mencuri 3 poin di Bontang.
  2. Pendapatan tiket tertinggi di kandang dengan Rp 1.063.597.600 saat melawan Persema
  3. Kemenangan 3 kali berturut-turut atas Persik (1-0, 3-0 & 4-0) yang hampir 8 tahun tak pernah menang
  4. Kemenangan tandang atas Persiwa Wamena sebelumnya belum ada satu tim pun yang dapat meraih poin absolut di Wamena
  5. Kemenangan tandang terbanyak dengan 9 kali
  6. Tandang terbanyak dengan 45.000 Aremania di Senayan ketika berhadapan versus Persija
  7. Dengan rata-rata penonton terbanyak di Indonesia dan Asia Tenggara, serta Asia nomer ke-7 (28.770 penonton)
  8. Satu-satunya tim yang dihadiri langsung di stadion oleh Presiden dan pejabat negara di pentas Liga Indonesia

SUSUNAN TIM

Staff Pelatih:
Pelatih Kepala: Robert Rene Alberts
Asisten Pelatih: Joko Susilo
Asisten Pelatih: Liestiadi
Pelatih Kiper: Dwi Sasmianto

Skuad Arema 2009-2010:

Statistik Pemain Arema 2009/2010

PemainDurasiMainStarterSubsBenchGoalAssisKuningMerahWin RatioDraw RatioLoss RatioOG
Meiga2160242401004066.678.3325.000
Markus Haris Maulana8109900001066.6722.2211.110
Purwaka1481181800000072.2222.225.560
Zulkifli Syukur2055252411015068.008.0024.000
Jalaludin1172113001050.000.0050.000
Mochammad Fachrudin2306303001814073.336.6720.000
Muhammad Ridhuan28423333015101069.709.0921.210
Beny Wahyudi2508292722024072.416.9020.690
Chmelo29263333001583066.6712.1221.210
Rony Firmansyah4282041619001070.0015.0015.000
Tommy Pranata914141133013064.2914.2921.430
Alam Shah26063030001417266.6710.0023.330
Rachmat Afandi5662141719200066.6714.2919.050
Sunarto0000000000.000.000.000
Esteban1292161422421068.756.2525.000
Landry79611922003045.4527.2727.270
Ahmad Bustomi2525302912132066.6713.3320.000
Irfan Raditya1480191544004068.425.2626.320
Gherry Setya Nugraha433033000066.6733.330.000
Njanka2625303001605070.0010.0020.000
Waluyo Hartono72610733000070.0010.0020.000
Hermawan5769722000077.7822.220.000
Dendi6381931616232068.425.2626.320
Aji Saka0000300000.000.000.000
Revi107121101111012076.194.7619.050
Iswan Karim9011000000100.000.000.000

PERTANDINGAN DAN KLASEMEN

Arema ISL 2009/2010

TanggalHomeSkorAwayLokasiArtikel

Klasemen akhir ISL 2009-2010

Klasemen akhir ISL 2009-2010

PosKlubPWDLFAGDPts
134234757223573
2341813362323067
3341591044311354
4341651350361453
5341410104136552
634155145756150
734147134337649
834146144849-148
934137144045-546
1034136154352-945
1134128145352144
1234128143841-344
1334127153146-1543
1434126164555-1042
1534109154253-1139
1634109154155-1439
1734106184258-1636
183477203657-2128

Tinggalkan Komentar