Beranda Kompetisi Arema Malang Di Kompetisi Galatama 1993/1994

Arema Malang Di Kompetisi Galatama 1993/1994

0
Foto skuat Arema di Galatama 1993/1994 (Foto: Sam Aguz)
Foto skuat Arema di Galatama 1993/1994 (Foto: Sam Aguz)

Menjelang musim kompetisi 1993-1994, tak banyak klub-klub Galatama yang bisa bertahan dari kesulitan finansial. Sungguh berbeda dengan tim-tim asal perserikatan yang masih bisa eksis karena ditopang dana APBD.

Untuk menyelamatkan klub-klub Galatama tersebut, PSSI akhirnya melakukan sebuah revolusi dengan membuat sebuah kompetisi baru dengan menggabungkan tim perserikatan dengan Galatama yang dikenal dengan Liga Indonesia pada tahun 1994.

Di kompetisi 1993/94, kompetisi bertitle Kodak Galatama XIII. Kompetisi dibagi menjadi 2 wilayah, wilayah timur 8 tim dan wilayah barat 9 tim. Kompetisi ini dimuali pada 4 November 1993 hingga 8 Juli 1994

Kompetisi berjalan 4 kali putaran. Di awal-awal liga Arema sudah mengalami masalah, Singgih Pitono terlibat baku pukul dengan pemain Mitra Surabaya yang juga ex Arema Lulut ‘Doyok’ Kistono. Sehingga kedua pemain itu mendapatkan ganjaran sanksi 1 tahun tidak boleh aktif di sepak bola Nasional. Kondisi ini berdampak buruk pada penampilan Arema .

Arema yang tergabung di wilayah timur di klasemen akhir menduduki urutan 6. Di tahun inilah Nanang Supriyadi melakoni debutnya bersama Arema.

Di kompetisi Galatama XIII mencatat Ansyari Lubis sebagai pemain termahal dengan nilai 10 juta rupiah setelah ia ditranfer oleh Pelita Jaya dari Medan Jaya.

Laga Arema

(masih belum lengkap dan akan terus diupdate)

  1. 19 Juni 1994 – Barito Putra v Arema Malang 0-0
  2. 23 Juni 1994 – Putra Samarinda v Arema Malang 0-0

Galatama XIII 1993/94

Klasemen Akhir Babak Penyisihan:

Wilayah Barat
1. Medan Jaya (Medan) 32 18 10 4 37-17 46 Qualified
2. Pelita Jaya (Jakarta) 32 17 10 5 49-23 44 Qualified
—–
3. Semen Padang (Padang) 32 16 9 7 50-23 41
4. Arseto (Solo) 32 15 6 11 41-35 36
5. Mataram Putra (Yogyakarta) 32 11 10 11 23-31 32
6. BPD Jawa Tengah (Semarang) 32 9 10 13 34-41 28
7. Aceh Putra (Aceh) 32 6 14 12 27-34 26
8. Bandung Raya (Bandung) 32 5 12 15 23-34 22
9. Warna Agung (Jakarta) 32 4 5 23 19-66 13
NB: total goal difference -1

Wilayah Timur
1. Pupuk Kaltim (Bontang) 28 12 11 5 32-19 36 Qualified
2. Gelora Dewata 89 (Denpasar) 28 11 11 6 29-21 33 Qualified

3. Assyabaab Salim Group (Surabaya) 28 10 12 6 30-24 32
4. Mitra Surabaya (Surabaya) 28 7 13 8 35-36 27
5. Barito Putra (Banjarmasin) 28 8 11 9 26-35 27
6. Arema (Malang) 28 5 17 6 19-23 27
7. Petrokimia Putra (Gresik) 28 6 12 10 26-31 24
8. Putra Samarinda (Samarinda) 28 5 9 14 26-34 19

Klasemen akhir Babak final:

1. Pelita Jaya (Jakarta) 3 2 0 1 2- 1 6
2. Gelora Dewata 89 (Denpasar) 3 1 2 0 2- 1 5

3. Pupuk Kaltim (Bontang) 3 0 2 1 3- 4 2
4. Medan Jaya (Medan) 3 0 2 1 2- 3 2

Grand Final [ 8 Jul, Stadion Sriwedari, Solo]
Pelita Jaya 1-0 Gelora Dewata 89 [Buyung Ismu 54]

Susunan Pemain
Pelita Jaya
Donny Latuperisa, Puspom, I Made Pasek Wijaya, Octavianus, Bonggo Pribadi, Elly Idris, Ronny Togubu (Rully Neere), Tiastono Taufik, Buyung Ismu, Ansyari Lubis, Noach Meriem
Pelita Jaya coach: Selimir Milosevic (YUG)

Gelora Dewata ’89
Erick Ibrahim, Yanto, Wayan Terima (Rusman Paransi), Wayan Sukadana, Kadek Suartana, Nusyadera, Agus Suryanto, Agus Lakaro (Ida Bagus Mahayasa), Wayan Kana/Kas Hartadi, Misnadi Amrizal Pribadi;
Gelora Dewata ’89 coach : Suharno, Sutrisno]

Topscorer: Ansyari Lubis (Pelita Jaya) 19 goals
Best Player: Ansyari Lubis (Pelita Jaya)

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.