Home Kompetisi Arema Malang Di Liga Indonesia 1994/1995

Arema Malang Di Liga Indonesia 1994/1995

1544
0
SHARE
Skuat Arema Di Liga Indonesia 1994
Skuat Arema Di Liga Indonesia 1994

Liga Indonesia 1994/1995 atau liga pertama adalah hasil peleburan dari kompetisi Perserikatan dan Galatama. Dikutip dari halaman facebook Erwiyantoro. Kompetisi Ligina I keberadaanya seperti dipaksakan. Hal itu terkait dengan bedanya keputusan antara kongres dengan hasil yang dilaksanakan.

“Terus terang saya selaku manajer Persema masih bingung untuk memulai program persiapan LI itu karena ketidaktahuan bagaimana sebenarnya bentuk LI tersebut. Dengan bantuan Rp 100 juta jelas Persema akan megap-megap ikut LI, lalu siapa kelak yang bertanggung jawab jika Persema mundur di tengah jalan?” ucap Rudy Sasamto, manajer Persema waktu itu.

Banyak manajer klub yang menginginkan kompetisi itu ditunda karena memang belum semuanya siap menjalani kompetisi dua wilayah dengan 34 peserta itu.

Manajer Arema Malang, Lucky Acub Zaenal mengatakan, karena LI terus dipaksakan jalan tanpa solusi kendala dana yan pasti maka PSSI harus siap menghadapi bergugurannya peserta LI kelak (Kompas 18/9).

Menurut Lucky, berdasarkan perhitungannya mereka akan membutuhkan uang sebesar Rp 800 juta hingga Rp 1 milyar. Karena itu, lanjutnya, jika Arema harus pula diperintahkan untuk membuat klub junior maka dengan tegas dia menyatakan klubnya siap dihukum PSSI, karena tidak sanggup.

“Secara ide LI itu sudah muncul pada waktu yang lama, sayangnya PSSI belum mematangkan persiapan pelaksanaan ide itu, dengan cara mengkondisikannya terlebih dahulu di masyarakat sepak bola. Kami yang klub semiprof merasakan ancaman untuk bubar dua kali lebih besar dibanding kompetisi Galatama, apa lagi Perserikatan? Memang ibarat penari, jika PSSI telah memukul gong maka mau tidak mau kita harus mulai melenggak-lenggok menari, tapi jika di tengah jalan gerakan kita tertatih-tatih karena tak bisa mengikuti irama, siapa yang bertanggung jawab nantinya? Sebaiknya LI itu ditunda saja sebab saya yakin kalau kompetisi Perserikatan dan Galatama dilaksanakan dengan benar, persepakbolaan nasional akan maju,” tegas Lucky waktu itu.

Di kompetisi yang dilatih oleh Halilintar Gunawan ini skuat Arema masih dihuni oleh banyak pemain muka lama dari kompetisi Galatama XIII seperti Nanang Hidayat, Ahmad Yono, Agus Purwanto, Nurdin Lubis, Aris Budi Prasetyo, Singgih Pitono, Aji Santoso, Kuncoro, Dominggus Nowenik, M Nizar, Maryanto, jonathan, Nanang Supriadi, Joko Susilo, Mecky Tata.

Sementara pemain baru adalah Totok Anjik ex defender Persebaya, Bambang HS kiper ex Persebaya, dan Dony suherman dari Persema serta pemain asing asal Brazil yang masuk pada putaran II Marcelo.

A. Proses Kompetisi Liga Indonesia 1994/1995

Klub-klub yang bermukim di wilayah Sumatra, DKI Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah tergabung kedalam Wilayah Barat. Sedangkan 17 klub yang berasal dari sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua(di tahun 1994 masih disebut sebagai Irian Jaya) menempati Wilayah Timur.

Dua klub yang seharusnya terdegradasi ke Divisi I, Persiba Balikpapan dan PS Bengkulu ‘diperkenankan’ mengikuti kompetisi baru tersebut. Sementara PS Aceh Putra memilih tak mengikuti kompetisi lewat jalan mengundurkan diri.

Pada musim kompetisi ini klub-klub Galatama menunjukkan tajinya. Sebanyak 7 dari 8 klub yang lolos pada babak 8 besar berasal dari klub yang sebelumnya tergabung dalam kompetisi semi profesional tersebut. Di wilayah timur, Galatama ‘mengirimkan’ Petrokimia Putra, Pupuk Kaltim, ASGS, dan Barito Putra.

Pelita Jaya, Bandung Raya dan Medan Jaya mewakili Wilayah Barat yang musim sebelumnya berkompetisi di Galatama. Hanya Persib Bandung yang menempati peringkat kedua Wilayah Barat menjadi satu-satunya klub eks Perserikatan yang melaju ke babak 8 besar.

Tim berjuluk Maung Bandung tersebut pada akhirnya lolos dari kepungan raksasa Galatama dan menjadi kampiun Liga Indonesia 1994/95 setelah memenangi partai final Divisi Utama melawan Petrokimia Putra dengan cara sedikit kontroversial. Gol Jacksen F. Tiago dianulir oleh wasit dan Petrokimia Putra gagal juara setelah dikalahkan Persib dengan skor 1-0 dihadapan sekitar 100.000 penonton yang didominasi bobotoh tersebut.

Persib sebagai Juara Divisi Utama berhak meraih hadiah uang pembinaan sebesar Rp 75.000.000,00. Sedangkan Petrokimia Putra sebagai runner up memperoleh hadiah Rp 50.000.000,00.

B. Skuat Arema

Nanang Hidayat (GK)
Ahmad Yono (GK, nomor punggung 1)
Bambang HS (GK, eks Persebaya)
Totok Anjik (eks Persebaya)
Dony Suherman (eks Persema)
Marcelo (pemain asing, nomor punggung 15, hanya memperkuat tim beberapa pertandingan)
Agus Purwanto
Nurdin Lubis
Aris Budi Prasetyo
Singgih Pitono (nomor punggung 16)
Aji Santoso (nomor punggung 3)
Kuncoro
Dominggus Nowenik
M Nizar
Maryanto
Jonathan (nomor punggung 11)
Nanang Supriadi
Joko Susilo
Mecky Tata (nomor punggung 7)

Top Skorer Tim : Singgih Pitono 14 gol)

C. Hasil Pertandingan & Klasemen

Liga Indonesia (Divisi Utama) musim 1994/1995 Wilayah Timur

Putaran I

  1.     Minggu, 27 November 1994 | Arema vs PSIR 2-1
  2.     Rabu, 7 Desember 1994 | Arema vs Persegres 1-0
  3.     Minggu, 18 Desember 1994 | Arema vs PSIM 3-0
  4.     Rabu, 28 Desember 1994 | Arema vs PSIS 3-0
  5.     Rabu, 4 Januari 1995 | Gelora Dewata vs Arema 4-0
  6.     Minggu, 8 Januari 1995 | Mitra Surabaya vs Arema 2-2
  7.     Minggu, 15 Januari 1995 | Persiba vs Arema 0-1
  8.     Rabu, 18 Januari 1995 | PKT vs Arema 3-1
  9.     Minggu, 22 Januari 1995 | Putra Samarinda vs Arema 1-1
  10.     Rabu, 25 Januari 1995 | Barito Putra vs Arema 2-0
  11.     Minggu, 12 Maret 1995 | ASGS vs Arema 3-2
  12.     Rabu, 22 Maret 1995 | Arema vs Petrokimia Putra 3-3
  13.     Rabu, 29 Maret 1995 | Arema vs Persebaya 1-0
  14.     Minggu, 2 April 1995 | PSM vs Arema 0-0
  15.     Rabu, 5 April 1995 | Persipura vs Arema 2-0
  16.     Minggu, 16 April 1995 | Arema vs Persema 1-0

Putaran II

  1.     Rabu, 26 April 1995 | Arema vs ASGS 4-1
  2.     Minggu, 30 April 1995 | Persebaya vs Arema 3-2
  3.     Minggu, 7 Mei 1995 | Persema vs Arema 1-1
  4.     Minggu, 14 Mei 1995 | PSIS vs Arema 3-1
  5.     Rabu, 17 Mei 1995 | PSIR vs Arema 1-2
  6.     Minggu, 21 Mei 1995 | Petrokimia Putra vs Arema 5-1
  7.     Sabtu, 27 Mei 1995 | Arema vs PKT 0-2
  8.     Kamis, 1 Juni 1995 | Arema vs Persiba 0-0
  9.     Senin, 5 Juni 1995 | Arema vs Barito Putra 0-0
  10.     Sabtu, 10 Juni 1995 | Arema vs Putra Samarinda 1-0
  11.     Rabu, 14 Juni 1995 | Persegres vs Arema 2-1
  12.     Minggu, 25 Juni 1995 | Arema vs PSM 5-1
  13.     Rabu, 28 Juni 1995 | Arema vs Gelora Dewata 1-0
  14.     Rabu, 5 Juli 1995 | Arema vs Persipura 1-0
  15.     Minggu, 9 Juli 1995 | Arema vs Mitra Surabaya 2-1
  16.     Sabtu, 15 Juli 1995 | PSIM vs Arema 0-1

KLASEMEN AKHIR

WILAYAH TIMUR

1. Petrokimia Putra 32 17 9 6 62-31 60
2. PKT 32 15 12 5 58-27 57
3. ASGS 32 17 6 9 57-45 57
4. Barito Putra 32 17 5 10 51-31 56
5. Gelora Dewata 32 15 9 8 50-27 54
6. Arema 32 15 7 10 44-41 52
7. Mitra Surabaya 32 15 5 12 45-34 50
8. Persipura 32 13 9 10 40-42 48
9. Persebaya 32 12 10 10 45-40 46
10. PSM 32 11 10 11 31-32 43
11. Putra Samarinda 32 11 8 13 32-41 41
12. Persema 32 11 6 15 33-43 39
13. PSIS 32 10 9 13 28-43 39
14. Persegres 32 8 8 16 33-49 32
15. Persiba 32 8 6 18 26-49 30
16. PSIR 32 5 9 18 26-53 21
17. PSIM 32 2 12 18 15-48 18

*PSIR dikurangi 3 poin karena tidak melanjutkan pertandingan di menit ke 33 melawan PSIM Jogja pada 1 Juni 1995

WILAYAH BARAT

1. Pelita Jaya 16 12 2 2 41-15 38
2. Persib 16 10 4 2 24-8 34
3. Medan Jaya 16 8 6 2 22-10 30
4. Semen Padang 16 8 5 3 19-9 29
5. Persiraja 16 8 5 3 18-15 29
6. Bandung Raya 16 7 6 3 23-10 27
7. Arseto 16 7 3 6 22-16 24
8. Persija 16 6 3 7 21-25 21
9. PSDS 16 5 6 5 19-24 21
10. Mataram Putra 16 6 2 8 12-18 20
11. BPD Jateng 16 4 7 5 22-20 19
12. Persita 16 5 4 7 21-23 19
13. Persiku 16 5 4 7 16-20 19
14. PSMS 16 4 6 6 20-22 18
15. PS Bengkulu 16 2 3 11 17-39 9
16. Persijatim 16 2 2 12 15-34 8
17. Warna Agung 16 2 2 12 14-38 8

Babak 8 Besar

Grup A

Round 1 [Jul 19]
Pelita Jaya 1-1 Pupuk Kaltim
Bandung Raya 1-1 Barito Putra

Round 2 [Jul 22]
Pelita Jaya 0-2 Bandung Raya
Pupuk Kaltim 0-0 Barito Putra

Round 3 [Jul 25]
Bandung Raya 1-2 Pupuk Kaltim
Pelita Jaya 1-2 Barito Putra

Final Table:

1.Pupuk Kaltim 3 1 2 0 3- 2 5
2.Barito Putra 3 1 2 0 3- 2 5
3.Bandung Raya 3 1 1 1 4- 3 4
4.Pelita Jaya 3 0 1 2 2- 5 1

Grup B

Round 1 [Jul 20]
Persib 0-0 Petrokimia Putra
Assyabaab SGS 2-1 Medan Jaya

Round 2 [Jul 23]
Persib 2-1 Medan Jaya
Assyabaab SGS 2-2 Petrokimia Putra

Round 3 [Jul 26]
Persib 3-0 Assyabaab SGS
Petrokimia Putra 3-0 Medan Jaya

Final Table:

1.Persib Bandung 3 2 1 0 5- 1 7
2.Petrokimia Putra 3 1 2 0 5- 2 5
3.Assyabaab SGS 3 1 1 1 4- 6 4
4.Medan Jaya 3 0 0 3 2- 7 0

Semifinals [Jul 28]

Pupuk Kaltim 0-1 Petrokimia Putra
Persib 1-0 Barito Putra

Final [Jul 30]

Petrokimia Putra 0-1 Persib [Sutiono 76]
wasit : Zulkifli Chaniago

Overall Topscorer: Peri Sandria (Bandung Raya) 34 goals (37 matches).
Best Player: Widodo Cahyono Putra (Petrokimia Putra)

D. Data dan Fakta

  • Untuk pertama kalinya selama belasan tahun terakhir, kompetisi sepakbola Indonesia diperkuat oleh pemain asing. Yang menarik sederet pemain asing yang memperkuat beberapa klub Liga Indonesia merupakan jebolan Timnas di negaranya masing-masing, dan mengikuti kontes akbar Piala Dunia.
  • Sebagian pemain asing yang memperkuat klub-klub Liga Indonesia 1994/95 diantaranya : Afonso Abel Campos, Vata Matanu Garcia(Gelora Dewata), Darryl Sinnerine, Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello(Petrokimia Putra), Mario Kempes, Roger Milla, Maboang Kessack, Dejan Gluscevic(Pelita Jaya).
  • Persib dan Persipura merupakan contoh dua klub yang diperkuat oleh sebagian besar pemain lokal. Hampir seluruh komposisi pemainnya diisi oleh putra daerah. Persib hanya menyisakan Sutiono Lamso sebagai starter tim yang berasal dari luar provinsi Jawa Barat dimana klub tersebut bernaung.
  • Pembukaan Liga Indonesia 1994/95 dibuka lewat laga eksibisi yang menghadirkan Juara Galatama 1993/94 Pelita Jaya menghadapi Juara Perserikatan 1993/94 Persib Bandung. Partai yang digelar pada 27 November 1994 dibuka oleh Wakil Presiden RI, Try Sutrisno. Pelita Jaya memenangi pertandingan eksibisi tersebut dengan skor 1-0 lewat gol Dejan Gluscevic.
  • Dunhill menjadi sponsor utama kompetisi dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.350.000.000,00. Setiap klub Divisi Utama mendapatkan subsidi masing-masing sebesar Rp 100.000.000,00
  • Dua klub dari peringkat terbawah masing-masing wilayah akan terdegradasi ke Divisi I. Sebagai gantinya hanya terdapat 2 klub yang mentas dari Divisi I dan masing-masing akan menempati wilayah berbeda pada kompetisi Divisi Utama 1995/96.

Update

* Menambahkan data dan fakta (22/4/15)

Tinggalkan Komentar