Aremania: Nostalgia 45 Menit Gustavo Lopez yang Obati Kerinduan Kami

    Kerinduan Aremania akan sosok Gustavo Lopez hanya terjadi 45 menit saja saat melawan PSIS Semarang di Piala Gubernur Kaltim. Pada akhirnya sang pemain harus kalah bersaing melawan Balsa Bozovic yang datang setelahnya.

    0
    Gustavo Lopez saat Arema melawan Selangor
    Gustavo Lopez saat Arema melawan Selangor

    Partai Arema vs PSIS semarang menjadi partai nostalgia resmi Gustavo Fabian Lopez dengan Aremania, baik yang hadir langsung di stadion palaran samarinda atau pun yang menyaksikannya lewat layar kaca.

    Persis di awal babak kedua Gustavo yang saat itu memakai nomor punggung 10 bersiap ditepi lapangan dengan gaya khas rambut gondrongnya yang dikuncir untuk menggantikan Jefri Kurniawan.

    Seketika Aremania yang sedari awal pertandingan menahan rindu akan penampilan Gustavo berseragam tim kebanggaan arek malang agaknya mulai terobati ketika wasit mengangkat papan pergantian pemain dipinggir lapangan untuk Gustavo, memori-memori indah singo edan bersama Gustavo pun menyeruak tanpa permisi dalam ingatan.

    Gustavo yang dulu gemar menggoreng bola melewati lawan dengan satu-dua tekukan kemudian mengirim umpan lambung yang seakan sudah hafal dimana kaki penerimanya, melakukan nutmeg bola diantara kaki pemain lawan lalu kemudian melakukan tembakan keras kearah gawang lawan, hingga saat Gustavo menggulung tipis lengan baju dan merapihkan rambut gondrongnya ketika akan melakukan tendangan bola mati.

    Segala bentuk kenangan indah Gustavo lewat tanpa permisi sembari meninggalkan harapan-harapan untuk membawa permainan Arema menjadi lebih segar dimusim 2018.

    Saya tak sempat mencatat dan juga tak menemukan statistik persisnya bagaimana capaian yang dilakukan Gustavo selama 45 menit yang diberikan Coach Gethuk kepadanya. Namun Gustavo tetaplah Gustavo yang masih bermain dengan sepatu putih adidas, walaupun sayang sekali tak ada peluang emas yang diarsiteki Gustavo selama 45 menit ia bermain melawan PSIS.

    Arema memulang Gustavo Lopez sementara untuk menjajal Balsa Bozovic.
    Nostalgia Aremania dengan Gustavo Lopez hanya 45 menit!

    Satu yang saya bisa ingat dengan jelas adalah sepakannya ketika Arema harus bermain hingga babak adu penalti dengan PSIS, sepakannya masih seperti dulu yaitu adanya gerak tipuan dengan setengah berhenti sebelum melepas tembakan terukur adalah Gustavo style.

    Hanya 45 menit ternyata waktu yang diberikan coach gethuk kepada Gustavo untuk melepas kerinduannya bermain untuk Arema didepan Aremania meskipun bukan Di Kanjuruhan. Keinginannya berseragam singo edan harus pupus karena Arema lebih memilih Balsa Bozovic untuk musim 2018 yang resmi diperkenalkan ke publik sebagai amunisi anyar Arema.

    Cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan Gustavo sudah menyadari sebelum Balsa Bozovic melakukan trial, dia meninggalkan Samarinda keesokan harinya setelah pertandingan melawan PSIS karena tahu ada Balsa Bozovic yang siap melakukan trial di match kedua.

    Namun apa pun itu tetap terima kasih atas cinta dan usahamu untuk kembali bermain di Arema, Gusty.

    Tapi bila boleh aku bertanya, lebih besar mana antara rindumu untuk bermain kembali di Arema atau bermain di klub sebelum kamu berseragam Arema 2014 yang kau posting diakun instagrammu? Jadi, sebetulnya siapa yang kamu rindukan?

    Artikel ditulis oleh Fadillah Adi Nugroho

    Tinggalkan Komentar

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.