Beranda Fokus Balsa Bozovic, Mantan Rekan Stevan Jovetic yang Akhirnya Jadi Kepingan Terakhir

Balsa Bozovic, Mantan Rekan Stevan Jovetic yang Akhirnya Jadi Kepingan Terakhir

0
Balsa Bozovic saat diperkenalkan!
Balsa Bozovic saat diperkenalkan!

Penampilan istimewa Balsa Bozovic akhirnya berbuah manis untuk dirinya. Hal ini terjadi karena manajemen Arema resmi memberikan kontrak kepada Balsa.

Balsa Bozovic, gelandang 30 tahun asal Montenegro yang bermain cukup bagus manakala turnamen Piala Gubernur Kaltim. Pemain yang pernah memperkuat timnas junior Montenegro bersama Stevan Jovetic ini menyatakan jika dirinya memang sejak awal sangat ingin bermain di Arema.

“Banyak yang mempertanyakan kenapa saya memilih di Arema dengan cara trial dan itu adalah pilihan kedua. Saya pikir ini adalah sebuah kesempatan yang sudah saya inginkan sejak lama. Saya kagum dengan suporter Arema yang saya pikir sangat mirip dengan suporter Red Star Belgrade. Amazing!” ujar Balsa saat ditanya kenapa dia mau trial di Singo Edan.

“Saya menjalani dengan senang dan memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki. Puji Tuhan akhirnya sign itu datang dan saya siap bermain 100 persen untuk tim ini.”

Balsa pun langsung memilih nomor 10, walaupun dia mengakui jika nomer 13 adalah angka keberuntungan.

“13 bukan angka jahat, dia adalah angka keberuntungan saya hingga mendapatkan sign itu. Tetapi saya memilih nomor 10 karena banyak pemain kelas dunia yang memakai nomor sakral ini. Saya juga sudah menggunakan nomor ini di klub sebelumnya. Saya berharap penampilan bagus itu menular di Arema,” tegasnya.

Di sisi lain, dirinya tidak mau dibandingkan dengan sosok Roman Chmelo. Walaupun demikian, sosok berusia 30 tahun itu mengagumi gaya mainnya.

“Roman adalah pemain legenda di Arema, dia berasal dari Slovakia yang mungkin punya permainan yang setipe dengan saya. Tetapi saya tidak ingin menjadi Roman, itu hanya menjadi sebutan kedua. Saya ingin menjadi Balsa dengan menciptakan sejarah saya sendiri di sini,” tutupnya.

Balsa Bozovic Memenuhi Kebutuhan Arema

Dikontraknya Balsa memang seperti kepingan terakhir Arema untuk mengarungi Liga 1 musim 2018 mendatang. Pemain yang awalnya tidak masuk skema namun akhirnya bisa masuk karena keberadaan Rodrigo Ost Dos Santos yang tidak panjang karena tidak lolos verifikasi.

Manajer Umum Arema menjelaskan, awal ketertarikan Arema kepada Balsa adalah penampilan spesial dirinya ketika di Persela Lamongan. Pada saat itu menjelang kompetisi 2015 Persela menjalani turnamen pramusim Inter Island Cup yang salah satu babak penyisihannya digelar di Malang. Balsa tampil spesial walaupun tidak berhasil mengantar Persela lolos.

“Jadi setelah nama Balsa muncul kami hubungi agen yang menaunginya. Ternyata dia sejak lama ingin bergabung dengan Arema. Karena mengurus visa dari Eropa Timur sedikit lebih lama, akhirnya daripada kami kesulitan nantinya. Maka kami datangkan saja Balsa sekalian dengan Gustavo Lopez,” terang Ruddy.

“Saya pikir antara Arema dengan Gustavo yang selama ini menjadi berita hanya masalah miskomunikasi saja. Dan pelatih sendiri juga memberikan penilaian baik kepada Balsa karena sudah memenuhi keinginan teknis tim.”

Bicara soal teknis, pelatih Arema, Joko Susilo, mengatakan dia sudah memberikan rekomendasi karena sang pemain bermain bagus di PGK 2018. Dua gol dan satu assist menjadi bukti tentang kemampuan pemain berusia 30 tahun itu.

“Kami sudah melihat bagaimana Balsa membantu mengangkat performa tim dan ini harus kami akui. Tetapi Balsa tetap ada kekurangan yang segera harus diperbaiki, yang pertama tentu fisik yang belum siap, sementara yang kedua adalah chemistry,” terang Joko.

Tinggalkan Komentar