Beranda Artikel Bank Indonesia Di Malang, Bukan Sekedar Tukar Uang Receh

Bank Indonesia Di Malang, Bukan Sekedar Tukar Uang Receh

0
Bank Indonesia saat ini
Bank Indonesia saat ini

Kebanyakan dari warga Malang mengenal keberadaan Bank Indonesia yang berada di sisi utara Alun-alun Kota Malang adalah sebagai tempat tukar uang receh ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Padahal, sebenarnya Bank Indonesia cabang Malang ini punya sejarah yang cukup panjang.

Di masa Pemerintahan Belanda, Malang adalah daerah perkebunan yang menghasilkan hasil bumi. Kondisi ini membuat warga Belanda yang bekerja di kawasan tersebut meningkat perekonomiannyal. Keadaan itu membuat Pemerintah Belanda perlu mengatur perekonomian dengan mendirikan sebuah Bank. Dulu Bank Indonesia bernama De Javasche Bank. Konon selain De Javasche Bank, ada Bank lain yang bernama Escomto Bank (Bank Mandiri).

Dikutip dari kekunaan, adanya De Javasche Bank digunakan untuk mengatur perekonomian di Hindia Belanda (Indonesia) yang sejak awal abad 18 dianggap memerlukan ketertiban. Sehingga saat Raja Willem II berkuasa, diterbitkanlah surat kuasa untuk membentuk lembaga baru pada 9 Desember 1826. De Javasche Bank sendiri di Indonesia (Batavia) secara resmi berdiri pada 24 Januari 1828.

De Javasche Bank atau Bank Indonesia di masa Pemerintahan Kolonial Belanda
De Javasche Bank atau Bank Indonesia di masa Pemerintahan Kolonial Belanda

Pada masa penjajahan Jepang (April 1942) semua kantor De Javasche Bank ditutup dan fungsinya sebagai bank sirkulasi digantikan oleh Nanpo Kaihatsu Bank. Kemudian saat penjajahan berakhir, De Javasche Bank beroperasi lagi untuk Belanda yang coba masuk ke Indonesia kembali.

Kemudian berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 1951 tertanggal 15 Desember 1951 De Javasche Bank dinasionalisasi (Lembaran Negara Tahun 1951 No. 120) dan Undang-Undang No. 11 Tahun 1953 tertanggal 1 Juli 1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia yaitu Bank Sentral Republik Indonesia.

Setelah dinasionalisasi, Pemerintah Indonesia pada tahun 1950-an dan 1970-an melakukan pemugaran secara resmi. Kemudian juga dibentuk Undang-Undang dan Agraria sehingga pertumbuhan perekonomian di Malang kembali perkembang pesat.

Bentuk Tidak Berubah

Dibandingkan dengan bangunan Bank lain karya Belanda, De Javasche Bank dikatakan terlihat modern. Bangunan ini adalah hasil karya dari Biro Arsitek Hulswit, Fermont dan Ed Cuypers dari Batavia yang mulai dibangun pada tahun 1915 dan resmi dibuka pada 1 Desember 1916.

Dari segi arsitektur De Javasche Bank hampir tidak mengalami perubahan. Kondisi bangunan saat ini relatif sama dengan saat pertama kali dibangun. Perbedaannya adalah terletak pada warna cat yang berganti-ganti. Namun, warna itu tidak jauh-jauh dari warna krem ataupun putih. Selain cat material yang diganti adalah atap gedung yang pernah terbakar.

De Javasche Bank saat aksi bumi hangus pejuang Indonesia.
De Javasche Bank saat aksi bumi hangus pejuang Indonesia.

Terbakarnya gedung De Javasche Bank dikarenakan aksi pembakaran yang dilakukan oleh pejuang Indonesia pada tahun Juli 1947 ketika Belanda datang lagi ke Malang untuk melakukan Agresi Militer pertama. Para pejuang di masa itu tidak ingin sejumlah bangunan kembali dikuasai sehingga bisa dimanfaatkan keberadaanya oleh Belanda sehingga membakarnya hingga habis. Namun, karena tembok khas bangunan Belanda yang sangat tebal. Api hanya melalap bagian atas gedung.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.