Beranda Fokus Bukan Kucing Dalam Karung, Menanti Pembuktian Kehebatan Ahmet Atayev

Bukan Kucing Dalam Karung, Menanti Pembuktian Kehebatan Ahmet Atayev

Ahmet Atayev datang ke Malang dengan kondisi badan yang kurang ideal akibat lama tidak bermain karena cedera. Kini semua berharap dirinya bisa cepat beradaptasi karena pertandingan akan segera dimulai.

0
Ahmet Atayev diperkenalkan sebagai pemain baru Arema | Foto: Arema FC
Ahmet Atayev diperkenalkan sebagai pemain baru Arema | Foto: Arema FC

Arema FC resmi memperkenalkan rekrutan baru mereka untuk mengarungi putaran kedua Liga 2. Dia adalah Ahmet Atayev dari Turkmenistan, sang pemain direkrut untuk menggantikan posisi Jad Noureddine yang didepak usai putaran pertama berakhir.

Latar Belakang Mendatangkan Ahmet Atayev

Awalnya lini belakang Arema adalah pertahanan yang paling tangguh nomor dua setelah Persija Jakarta padahal sejatinya Singpo Edan hanya mempunya tiga pemain sebagai bek tengah asli yaitu Bagas Adi, Arthur Cunha dan Jad. Hingga pekan ke-12 mereka bersama Persija adalah satu-satunya tim yang punya kebobolan dibawah dua digit yaitu sebanyak delapan gol saja. Delapan gol itu berasal dari PSM, Madura United, Persela empat kali, dan Persija Jakarta.

Namun jika ditengok lebih dalam, ada sebuah mekanisme gaya bertahan yang begitu buruk dari terciptanya gol-gol itu, terutama yang dilakukan oleh Jad. Hal yang mencolok adalah saat dia berduet dengan Junda Irawan ketika melawan Persela, Arema yang dikenal gagah di Lamongan digelontor gol hingga empat kali.

Saat Bagas kemudian pergi ke tim nasional dan sejumlah pemain belakang berhalangan tampil, lini belakang Arema semakin merana. Mereka kebobolan 10 gol hanya dalam enam pekan. Yaitu dua kali melawan Sriwijaya, Gresik United, Persipura, Semen Padang, dan Bhayangkara FC.

“Kami memiliki pertahanan yang buruk meskipun sebenarnya hanya kebobolan 18 gol hingga pekan ke-18, sama dengan PSM dan Madura United atau nomor dua setelah Persija Jakarta. Tetapi gaya pertahanan kami yang buruk membuat kami gagal meraih poin karena kebobolan terlalu mudah,” terang manajer Ruddy Widodo.

Hingga kemudian, Arema memutuskan untuk mendepak Jad sebelum putaran pertama berakhir. Pemain pengganti yang sempat datang adalah Brent Griffits, sayang sang pemain batal dikontrak karena gagal lolos verifikasi (saat Brent gagal lolos verifikasi, sore harinya ada manajer meeting yang membatalkan syarat-syarat khusus bagi pemain asal Australia. Apes)

Arema terus bergerak cepat, kemudian melalui mekanisme singkat dengan menonton video rekaman pertandingan. Pelatih yang saat itu masih dipegang Aji Santoso memutuskan untuk mendatangkan Ahmet Atayev.

Siapakah Atayev?

Sulit menemukan artikel berbahasa Inggris tentang Atayev, karena kebanyakan artikel itu berbahasa Rusia yang merupakan bahasa ibu dari Turkmenistan. Dari informasi yang cukup sedikit itu dirinya adalah seorang gelandang bertahan timnas Turkmenistan.

Selain sebagai gelandang bertahan, pemain yang biasa menggunakan nomor punggung 19 ini juga piawai memainkan posisi sebagai pemain belakang. Sejak tahun 2012, dia juga didapuk menjadi kapten timnas.

Dia bermain terakhir di klub lokal negaranya yaitu Altyn Ashyr FK. Pada tahun 2015 dia dianugerahi pemain terbaik di Liga Yokary (kasta tertinggi Turkmenistan).

Ahmet Atayev ketika membela negaranya
Ahmet Atayev ketika membela negaranya

Sulit sekali mencari data sang pemain di Liga Turkmenistan, namun diketahui jika Altyn Asyr ikut Piala AFC 2016, Altyn Asyr ditempatkan di grup A mengakhiri kompetisi dengan berada di peringkat buncit. Mereka hanya meraup enam poin dari enam pertandingan. Sementara Ahmet Atayev sendiri dimainkan selama 277 menit. Dia selalu dimainkan dan hanya absen di laga terakhir saja.

Di musim 2017, Altyn Asyr lolos lagi ke Piala AFC, namun nasib buruk menimpa sang pemain karena cedera di laga melawan Alay Osh. Cedera pula yang menyebabkan Ahmet tidak pernah bermain sepanjang putaran pertama Liga Turkmenistan. Dari data yang dirilis oleh Soccerway, Ahmet tidak pernah bermain dan hanya sekali duduk di bangku cadangan.

Problem Cedera

Cedera menjadi sebuah hal yang ditakuti oleh pemain, dan hal itu menimpa Atayev pada putaran pertama Liga Turkmenistan. Meskipun dia sudah sembuh, nampaknya tempat utama sangat sulit didapatkan. Dia pun ingin hengkang dan Arema menjadi tujuannya.

Datang ke Arema, sang pemain berhasil lolos tes medis. Dokter Nanang menyatakan jika saat ini kondisi Atayev baik-baik saja dan tidak mengalami masalah.

Tetapi, satu hal yang terlihat saat dia menjajal kemampuan bersama tim ketika latihan adalah sosok ini terlihat gemuk. Dia juga masih kaku saat menguasai bola.

Karakter permainan itu segera dinilai oleh Joko Susilo. Menurutnya Atayev memang seperti itu. Tetapi dia memiliki ketenangan saat menguasai bola, visi bermainnya juga cukup bagus terutama umpan yang akurat.

Saat sesi latihan tim Arema, kondisi badan Atayev cukup subur
Saat sesi latihan tim Arema, kondisi badan Atayev cukup subur

“Dia memang seperti itu, karakter ini mengingatkan saya kepada Nicholas Kalmar yang musim lalu membela Arema di ISC,” terang Gethuk.

Pada akhirnya, Atayev memang harus bisa cepat beradaptasi dengan ritme permainan Arema karena Singo Edan tidak punya waktu lagi untuk melawan Persib Bandung. Dirinya mau tidak mau dituntut bermain maksimal menjaga wilayah pertahanan Arema.

Tinggalkan Komentar