Beranda Fokus Cerita Ganyang Malaysia yang Terpampang Di Stadion Merdeka

Cerita Ganyang Malaysia yang Terpampang Di Stadion Merdeka

0
Kolase foto di Stadion Merdeka Malaysia
Kolase foto di Stadion Merdeka Malaysia

Sebenarnya saya tidak merasa asing dengan nama Stadion Merdeka karena seringkali membaca berita konser yang diselenggarakan di Kuala Lumpur digelar di stadion ini. Tetapi perwujudan stadion ini untuk pertama kalinya benar-benar saya lihat manakala Indonesia menggelar dua kali latihan pada SEA Games 2017.

Keputusan Indonesia menyelenggarakan latihan di Stadion Merdeka karena Lapangan Kelab Aman digunakan untuk kriket, sementara UKM Stadion yang disediakan oleh Masoc (Panpel SEA Games) dianggap terlalu jauh.

Tidak heran, meskipun menyewa dengan harga RM300 (sekitar Rp.936 ribu) untuk satu jam, Indonesia tetap memilih Stadion ini saat bersiap melawan Malaysia dan perebutan tempat ketiga melawan Myanmar. Alhasil, dua kali mengunjungi stadion ini saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengenal Stadion yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unesco pada 2008 lalu itu.

Ada foto Sukarno
Ada foto Sukarno

Sejarahnya, stadion ini didirikan pada 25 September 1956 dan kemudian diresmikan pada 21 Agustus 1957, 10 hari kemudian tepatnya tanggal 31 Agustus 1957, Stadion ini digunakan untuk menggelar upacara kemerdekaan persekutuan tanah Melayu yang dihadiri oleh 10 ribu orang. Tidak heran kemudian jika nama “Merdeka” disematkan pada Stadion ini.

Saat masuk stadion, pada dinding lobi terdapat sejumlah gambar yang menceritakan sejarah kemerdekaan Malaysia.

Menariknya, ada sebuah foto dari Presiden Sukarno yang terpampang di foto bagian pojok kiri bawah. Sayang sekali judul dan caption fotonya tidak terlalu enak dibaca bagi saya orang Indonesia.

The Confrotation, begitu judul kolase foto yang bergambar Sukarno yang artinya adalah permusuhan. Sementara caption dibawahnya yang menggunakan bahasa Inggris jika diterjemahkan sebagai berikut.

“Pemerintahan Indonesia yang dipengaruhi komunis telah menentang pembentukan Malaysia. Usai mengirimkan sukarelawan melakukan serangan di Malaysia, pasukan tentara diutus pada 1964. Dengan bantuan Britania (Inggris), Australia, dan Selandia Baru, angkatan tentara Malaysia berhasil menangkis serangan itu. Selepas penggulingan Presiden Sukarno oleh Jenderal Soeharto, konfrontasi itu berakhir pada 11 Agustus 1966,”

Selain foto Sukarno, juga ada foto pertemuan kementerian Indonesia dengan Malaysia, termasuk juga beberapa pelajar yang meninggalkan Malaysia saat terjadi konflik.

Kondisi Di Dalam Stadion

Dari laman internet, saya sulit mengetahui kapan stadion ini dipakai untuk laga resmi. Tetapi kondisi Stadion itu masih cukup terawat.

Ada 20 anak tangga yang menyusun tribun Stadion Merdeka, untuk tribun yang tidak ada atapnya tempat duduknya masih menggunakan tribun berdiri alias beton. Sementara untuk yang ada atapnya menggunakan kursi panjang berderet.

Stadion bersih dan terawat
Stadion bersih dan terawat

Sayang, secara sekilas kondisi lapangan yang menggunakan rumput gajah tidak merata, hal ini terlihat dengan lekukan-lekukan pada garis lapangan. Bisa jadi hal itu karena banyaknya konser musik kelas dunia yang pernah diselenggarakan seperti Linkin Park, Celine Dion, Limp Bizkit, dan lain sebagainya.

Namun ketidakrataan itu tidak mengurangi fokus timnas Indonesia manakala menjalani latihan karena menu latihan yang disajikan oleh Luis Milla adalah penekanan taktikal yang tidak memakan seluruh area lapangan.

Di sisi lain, seiring dengan modernisasi yang dilakukan oleh pemerintahan Malaysia. Lokasi di sekitar stadion akan dibuat apartemen yang modern yang menggabungkan konsep hunian dan sport. Pada saat saya berkunjung, sudah ada pagar seng dan tulisan iklan di sekitar stadion.

Dari depan Stadion, nampak di sisi kiri dan kanan sudah dipagar seng.
Dari depan Stadion, nampak di sisi kiri dan kanan sudah dipagar seng.

Tinggalkan Komentar