Home Fokus Cerita KH Hasyim Muzadi Mendamaikan Pengurus Arema dan Persebaya

Cerita KH Hasyim Muzadi Mendamaikan Pengurus Arema dan Persebaya

710
0
SHARE
KH. Hasyim Muzadi mendamaikan pengurus Arema dan Persebaya
KH. Hasyim Muzadi mendamaikan pengurus Arema dan Persebaya

Pada musim 2004, Arema dan Persebaya pernah berseteru untuk memperebutkan Bejo Sugiantoro dan Hendro Kartiko. Beruntung ada KH. Hasyim Muzadi mendamaikan keduanya.

Arema tertarik mendatangkan Bejo setelah sang pemain terbebas dari sanksi yang membelit manakala di PSPS Pekanbaru. Pada saat itu dia bersama Aples Tecuari dan Hendro Kartiko memukul wasit Subandi. Dirinya pun mendapatkan ganjaran selama setahun tidak boleh bermain.

Hendro juga diinginkan Arema, bahkan saat musim 2003 ketika dirinya menjalani sanksi, dia kerap berlatih dan memberikan arahan kepada pemain saat Singo Edan ditangani Henk Wullems, karena pada saat itu kekasih Hendro merupakan orang Malang.

Keduanya terlihat serius bergabung dengan Arema, satu-satunya tim yang menyatakan minat kepada dirinya. Bahkan sebagai tanda keseriusan, Bejo sampai menyerahkan KTP-nya kepada pengurus Singo Edan. Tak ayal, Arema pun mengumumkan sudah mendapatkan Bejo kepada awak media di Malang.

Sayang, hingga latihan perdana Bejo tidak segera muncul ke Malang. Bahkan dia juga tidak nampak saat gelaran launching tim. Arema pun meradang dan mempertanyakan keseriusan sang pemain.

Usut punya usut, Bejo ternyata berubah pikiran sesaat sebelum pendaftaran pemain ke PSSI dilakukan. Dirinya bergabung dengan Persebaya. Tidak hanya Arema, ternyata Bejo juga telah membuat janji dengan Deltras Sidoarjo. Kondisi ini membuat Arema meradang mengingat Singo Edan sudah menyerahkan sejumlah down payment kepada sang pemain. Nota protes diajukan kepada pengurus Persebaya.

Bejo Sugiantoro dan rekannya Hendro Kartiko diperebutkan Arema dan Persebaya (Foto: Juara.Net)
Bejo Sugiantoro dan rekannya Hendro Kartiko diperebutkan Arema dan Persebaya (Foto: Juara.Net)

Arema dan Persebaya yang merupakan dua klub besar Jawa Timur berhari-hari saling adu klaim di media, tidak ingin masalah ini berlarut panjang karena tensi ketegangan juga sudah merambah ke suporter. Persebaya yang saat itu ditangani oleh manajer H. Santo meminta bantuan kepada KH. Hasyim Muzadi karena berkeinginan agar masalah ini tidak merembet lebih luas.

Tepat 1 November 2004 bulan Ramadhan, KH. Hasyim Muzadi menjadi wasit bagi Arema yang saat itu datang dengan Ketua Yayasan Darjoto Setiawan dan Sekretaris Yayasan Satria Budi Wibawa. Sementara dari pihak Persebaya diwakili oleh Manajer H. Santo dan satu wartawan dari Surabaya.

Siapa sangka, pertemuan yang diperkirakan panas tidak terjadi. Kedua pengurus justru sangat akrab karena KH. Muzadi sebagai sosok yang sangat dingin dan mampu meredam ego sehingga pertemuan berjalan sejuk.

“Semua harus diselesaikan dengan kepala dingin, bagaimana suporter bisa damai jika pengurusnya saja saling berkelahi, bal-balan iku mek 90 menit, sakwise iku seduluran kabeh,” kata KH. Hasyim ketika itu.

H. Santo meminta maaf kepada Arema dan berjanji mendidik Bejo Sugiantoro agar bisa semakin baik ke depan. Tidak lupa dirinya juga meminta maaf atas Hendro Kartiko yang tidak bisa bergabung. (Hendro sendiri berjanji akan bermain bersama Arema, dan keinginan itu baru terlaksana pada Liga Indonesia 2007). Arema pun berbesar hati memaafkan kedua pemain itu sehingga tidak ada masalah lagi dibalik proses perekrutan pemain.

Tinggalkan Komentar