Beranda Fokus Dedik Setiawan ke Timnas Indonesia, Impian dari Pemain Tarkam

Dedik Setiawan ke Timnas Indonesia, Impian dari Pemain Tarkam

0
Dedik Setiawan saat membela tim nasional!
Dedik Setiawan saat membela tim nasional!

Bagi pemain tarkam atau tarikan kampung, membela panji Indonesia di kompetisi antar negara masih sebatas mimpi. Tetapi, dari kaki Dedik Setiawan, mimpi itu menjadi nyata.

Tidak ada yang menyangka musim ini Dedik Setiawan bakal melejit sebagai striker tunggal di Arema, pasalnya di awal musim dirinya harus bersaingan dengan Thiago Furtuoso untuk mendapatkan satu slot striker tunggal. Tahu kalah bersaing, pelatih terkadang menempatkan sang pemain di posisi sayap.

Thiago yang banyak mengalami cedera membuat dia mendapatkan panggung, kesempatan semakin datang manakala di putaran kedua Arema tidak bisa mendatangkan striker asing sehingga bergantung kepada gelontoran gol dari kaki Dedik Setiawan.

“Saya hanya berusaha bermain sebaik mungkin saat dipercaya oleh pelatih untuk main,” tegasnya.

Sembilan gol yang dia hantar musim ini membuat pelatih tim nasional Bima Sakti tidak ragu memanggil namanya pada sesi ujicoba Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2018 melawan Mauritius, Hongkong, dan Myanmar. Walaupun diturunkan sebagai pemain pengganti, kerja keras Dedik tetap membuahkan hasil karena namanya ikut masuk daftar 23 pemain yang didaftarkan.

“Dedik pemain baru di timnas Indonesia dan ini merupakan debutnya. Tentu ini menjadi sebuah kebahagiaan bagi Dedik yang juga sukses membantu timnas mencetak gol malam ini,” kata Kurniawan mengomentari penampilan Dedik.

Impian dari Tarkam

Dedik mengawali karir bola di SSB Sinar Mas yang juga menjadi salah satu anggota internal klub Askota Malang. Penampilannya yang moncer membuat dia masuk ke dalam tim Porprov Kabupaten Malang pada 2012 yang menjadi juara di Madiun.

Usai menjadi juara, dia sebenarnya sempat masuk ke tim PON Jawa Timur namun akhirnya mengundurkan diri. Seiring waktu, sebagai aset kabupaten dia akhirnya bergabung di Metro FC dan mendapatkan pekerjaan di PDAM Malang. Seiring waktu, nama dia yang moncer dengan duet bersama Andrianto membuat Joko Susilo akhirnya meminta dia untuk menjalani latihan bersama Singo Edan pada pertengahan musim ISC 2016.

Bermain di timnas menurut Dedik adalah sebuah impian yang menjadi nyata, Dedik yang merasa dirinya adalah pemain yang berasal dari kampung pada mulanya hanyalah seorang pemain tarkam kendati posisinya pada saat itu adalah penggawa Metro FC. Sematan itu pula yang membuat dia merasa mustahil bisa membela panji Indonesia.

Tarkam menurut Dedik seperti yang dikutip dari Bola.com adalah sarana untuk menjaga kondisi karena Liga 2 atau Divisi Utama tidak terlalu padat agendanya. Sehingga dia menerima ajakan bermain dari berbagai kota seperti Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo dan kota-kota lain.

“Dulu memang saya beberapa kali ikut tarkam. Tepatnya waktu memperkuat Persekam Metro FC pada musim 2014 dan sebelum itu. Karena kompetisi Liga 2 kan durasinya hanya sebentar. Jadi ada banyak waktu libur,” ujar Dedik

“Tarkam itu saya buat sekaligus untuk menjaga kondisi. Sama seperti kebanyakan pemain dari Liga 2 lainnya. Tapi setelah ke Arema mulai berkurang. Karena kompetisi lebih panjang. Mungkin hanya reuni dengan para pemain di Malang waktu libur kompetisi. Jadi ya bisa dikatakan hilang dengan sendirinya main tarkam itu.”

Namun, ketika membela Arema, impian seolah menjadi nyata. Bergabung dengan Arema, artinya setiap Dedik bermain akan dilihat banyak orang dari penonton hingga pelatih.

Sebagai pemain debutan, dia awalnya merasa minder, namun kondisi tim yang cukup enak membuat Dedik cukup betah, apalagi koleganya pemain Arema yaitu Bagas Adi juga ikut dipanggil.

“Membela Timnas Indonesia tentu sebuah kebanggaan tersendiri untuk semua pemain. Termasuk saya. Tapi rasanya saya masih perlu banyak pengalaman lagi untuk bermain lebih baik. Jadi ini bukan puncak dari prestasi sebenarnya,” tegasnya

“Karena belum memberikan kontribusi dan gelar juara. Artinya, saya masih merasa jadi pemain yang ingin terus berkembang dalam setiap pertandingan.”

Dedik juga tetap meneruskan tradisi pemain timnas asal Malang yang dimulai dari Aji Santoso, Richi Pravita Hari, Hermawan, Bustomi, hingga Arif Suyono.

Debut Dedik akan dimulai saat melawan timnas Singapura, selama kurang lebih satu bulan Dedik akan meninggalkan Singo Edan yang kini terus berjuang menjauh dari zona degradasi.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.