Home Fokus Dicky Hermawan, Dari Kitman Menjadi Asisten Pelatih

Dicky Hermawan, Dari Kitman Menjadi Asisten Pelatih

405
0
SHARE

Semenjak menjalani turnamen Piala Presiden, Arema Cronus ketambahan satu asisten pelatih, dirinya adalah Dicky Hermawan. Sosok yang sebelumnya adalah kitman Singo Edan itu dianggap cukup mumpuni menangani berbagai tugas asisten pelatih.

“Saya sebenarnya juga sudah menjalani pekerjaan asisten pelatih ini di Pelita Jaya di tahun 2007, saat saya selesai kursus lisensi D. Saya diangkat menjadi asisten pelatih dan membantu berbagai hal mulai dari persiapan tim hingga latihan di lapangan. Untuk di Arema, status saya masih asistennya asisten pelatih karena saya masih dalam tahap belajar dengan suasana baru disini,” kata Dicky

“Jadi, pekerjaan saya kini saya curahkan 100 persen buat bantu pelatih kepala, untuk kitman sudah 50 persen saja dan tinggal mengawasi teman-teman,”

Sebagai sosok asisten pelatih yang berasal dari kitman, Dicky mengaku masih banyak belajar. Namun, apa yang menjadi kelebihan dia langsung dicurahkan kepada tim. Salah satunya adalah mengamati tim lawan dan melaporkan progress perkembangan para pemainnya.

“Ini ada laporan data dari tim lawan, karena di babak perempat-final lawan Bali United, ya ini catatan mereka selama di babak penyisihan mulai dari cara bermain hingga video cara mereka mencetak gol. Laporan yang saya tulis ini diberikan kepada pelatih kepala, bisa dipakai pertimbangan karena saya yakin pelatih kepala juga sudah memetakan kekuatan Bali,” terang pria kelahiran Lampung itu sembari menunjukkan data tim lawan kepada Goal.

“Selain itu ada progres pemain dalam latihan setiap harinya, laporannya masih sederhana tetapi yang jelas sudah didokumentasikan dan diketik disini,”

Sebelumnya, di saat kondisi sepakbola Indonesia yang tidak menentu, dirinya memang ingin berbisnis di tanah kelahirannya Lampung. Keinginan ini disampaikan kepada Iwan Budianto. Namun, siapa sangka ada berita duka yang hinggap di kubu Singo Edan dengan meninggalnya Suharno. Di tengah persiapan Piala Presiden, Arema kenyataanya membutuhkan asisten pelatih karena Joko Susilo naik pangkat menjadi pelatih kepala. Karena diburu waktu, Dicky yang saat itu sedang galau ingin berbisnis langsung dinaikkan sebagai asisten pelatih.

“Saya merasa sedih dengan ketiadaan beliau, padahal sebelumnya dia sangat baik kepada seluruh awak tim, dan mau mengajak saya kemanapun tim yang dia latih, beliau tidak segan memberikan ilmu-ilmu kepelatihan, bahkan selalu mendorong untuk menaikkan lisensi kepelatihan yang kini masih D saja,” kenang Dicky.

Tinggalkan Komentar